0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

8 tips Menanam Bawang Merah Di Rumah, Mudah Banget!

Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur terpenting. Sayangnya, harganya kerap mengalami peningkatan. Maka dari itu, yuk, ketahui cara menanam bawang merah di rumah termudah berikut ini.

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah Termudah

1. Siapkan Bibit Bawang Merah

Cara menanam bawang merah di rumah yang pertama adalah menyiapkan bibit. Bibit bawang merah yang bagus ialah bibit yang disimpan selama 2-3 bulan.

Bibit ini berupa bawang merah bau tanah yang masih tertanam di tanah. Ada juga bibit bawang merah berupa umbi yang diproduksi perusahaan tani setempat dan impor.

Untuk membedakan bibit bawang merah yang tepat, caranya dengan memegang umbi. Pegang umbi, jikalau terasa padat dan berisi, maka umbi telah renta ketika dipanen. Umbi renta patut ditanam selaku bibit. Jika umbi terasa lunak dan tidak padat, maka umbi tersebut masih cukup muda untuk dipanen.

Bila dilihat dari tampilan, umbi yang layak dijadikan bibit yaitu tampak cerah, segar, mengkilap, dan kulit umbi tidak kusut. Umbi tersebut sehat alasannya terhindar dari serangan jamur.

Agar lebih praktis, Anda juga bisa mempersiapkan bibit bawang merah yang masih tersisa di dapur. Cari bibit umbi yang masih anggun dan segar. Bagaimana cara menanam bawang merah selanjutnya? Mari ikuti langkah selanjutnya.

2. Siapkan Media Tanam

Selain bibit, media tanam juga perlu disiapkan. Media tanam yang baik harus memiliki drainase yang bagus dan menyerap air lebih cepat. Misalnya tanah berpasir. Lalu, campur tanah pasir dengan arang sekam dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1.

Kemudian, masukkan semua media tanam yang sudah diaduk ke pot. Agar bawang merah tumbuh leluasa, gunakan pot berdiameter 20 sampai 30 cm. Aduk media tanam dan tekan sedikit. Lalu tutup sedikit dengan plastik. Diamkan media tanam hingga 2 hari biar media tanam tercampur dengan merata.

3. Tanam Bibit

Cara menanam bawang merah di rumah berikutnya ialah menanam bibit. Bibit bawang merah yang sudah disiapkan, ambil. Potong sedikit bagian ujung bawang sampai terlihat dagingnya. Jika bawang telah ada tunas, maka tidak perlu dipotong lagi.

Kemudian, tanam bibit bawang dengan kedalaman 5 cm. Biarkan bab leher umbi terlihat. Lalu, timbun dengan tanah. Beri jarak 10 cm antar umbi.

(Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Merah Anti Hama Hingga Panen)

4. Pemberian Pupuk

Pemupukan bibit umbi bawang merah diberikan sesudah usia 3-4 minggu. Pupuk yang mampu diberikan ialah pupuk kandang atau pupuk kompos. Ukuran pupuk ialah sebanyak satu kepal tangan, lalu tabur ke sekeliling bibit pada setiap pot.

Jika Anda ingin memberikan pupuk non organik, berikan pupuk ZA. Takar pupuk ZA sebanyak 5 gram tiap pot. Taburkan pupuk ZA setiap 3 ahad sekali.

Cara menanam bawang merah seperti ini akan menyuburkan tanah dan mempercepat pertumbuhan akar umbi bawang merah.

5. Menyiram Bibit

Agar bibit bawang merah tidak layu, siramlah sebanyak 2 kali sehari tiap pagi dan sore. Saat penyiraman, seharusnya hindari terlalu banyak air. Cara menanam bawang merah di rumah dengan penyiraman seperlunya menciptakan akar tidak anyir. Pastikan juga drainase pot cukup baik mengalirkan air.

Untuk menyingkir dari genangan air, pindahkan pot ke daerah teduh. Karena akan menimbulkan umbi bawang merah lemah dan membusuk jika disiram air terus-menerus.

Jika usia umbi bawang merah menginjak 2 bulan, kurangilah intensitas penyiraman. Lakukan penyiraman bibit hanya sekali sehari, yakni pagi atau sore hari.

6. Membersihkan Gulma dan Rumput Liar

Meskipun ditanam dalam pot, tetaplah mesti mempertahankan tanah dari kemajuan gulma dan rumput liar. Cara menanam bawang merah di rumah mirip ini perlu dijalankan agar perkembangan umbi tidak terganggu.

Keuntungan lainnya, kalau ada salah satu umbi bawang merah yang membusuk, Anda mampu mencampakkan umbi tersebut agar pembusukan tidak merambat ke umbi yang lain.

(Baca Juga: Tips Berhasil Budidaya Porang)

7. Kendalikan Hama

Selain penyiraman dan pencucian (penyiangan), menertibkan hama juga penting dijalankan. Hama yang umum menyerang bawang merah ialah ulat daun, ulat tanah, dan lalat penggorok daun. Inilah pembahasan singkat hama-hama yang menyerang bawang merah.

a. Lalat penggorok daun

Lalat pengorok daun menyerang flora bawang merah dengan menusukkan telurnya pada daun tanaman. Lalat penusuk ini yakni lalat betina. Ciri-ciri terkena hama adalah muncul bintik putih kecil di bagian daun.

Bintik putih kecil ini usang-usang menjadi garis lurus dan membuat daun mengering. Pada serangan berat, seluruh helai daun kering dan berwarna cokelat. Tidak jarang jika bagian akarnya amis dan mengeluarkan belatung.

Kendalikan hama lalat penggorok daun dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid. Beri dosis 2 sendok makan atau sekitar 25 gram dan 2 liter air. Alternatif lain, gunakan abamectin berdosis setengah sendok teh dan 17 liter air. Basmi pula larvanya dengan insektisida bahan aktif abamectin mirip Demolish atau Agrimec berdosis setengah sendok teh dan 17 liter air.

b. Ulat tanah

Ulat tanah biasa menyerang dengan memotong leher tumbuhan bawang merah yang berusia 2-3 minggu. Potongan flora ini dibawa ke dalam tanah. Ciri-ciri terjangkit ulat tanah yaitu tanaman layu dan mati.

Ulat tanah lazimmenyerang antara pukul 5 sore hingga 7 malam. Saat siang hari, ulat tanah bersembunyi karena tidak menggemari cahaya matahari.

Basmi hama ulat tanah dengan dibakar dan digenangi air. Gunakan musuh alami mirip tawon jenis Apanteles ruficrus, jamur Metarhizium sp, dan jamur Botrytis sp.

Selain itu, berikan insektisida tabur berbahan karbofuran seperti Furadan dan Regent. Taburkan insektisida tersebut bersama-sama saat pemupukan. Berikanlah seperlunya sesuai dosis yang diputuskan.

c. Ulat daun

Ulat daun biasa menyerang daun yang masih muda atau bau tanah. Ciri-ciri terkena serangan ulat daun adalah, timbul bercak berwarna putih transparan di daun. Bercak ini disebabkan larva yang menggerek bab dalam daun hingga menyisihkan lapisan epidermis. Akibatnya, daun terlihat menerawang.

Jika serangan ulat daun cukup parah, daun-daun flora condong mengering. Terkadang ulat juga dapat menyerang bagian umbi.

Cegah serangan ulat daun melalui sanitasi lahan, pengaturan jarak tanam, dan pembakaran telur ulat daun. Jika memungkinkan, kerjakan penyemprotan insektisida berbahan aktif chlorfenapyr dan flufenoxuron.

Setelah mengenal hama-hama tanaman bawang merah, Anda dapat melanjutkan cara menanam bawang merah berikutnya.

8. Proses Panen

Umbi bawang merah yang menginjak usia 3 bulan, telah mampu dipanen. Ciri-ciri umbi bawang merah yang pantas panen adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman cukup tua, ciri-cirinya batang lemas dan daun menguning.
  2. Umbi lapis padat berisi, sebagian tersembul dan muncul di atas permukaan tanah.
  3. Warna kulit umbi mengkilap dan merah.

Cabutlah tumbuhan beserta daun dan umbinya. Usahakan tanah masih melekat pada umbi dan akar. Kemudian, biarkan umbi di gundukan tanah selama beberapa jam. Lalu ikat dengan ukuran 1-1,5 kg per ikatnya.

Agar umbi yang dipanen tidak membusuk ketika penyimpanan, kerjakan pengasapan. Atur suhu 25-30 derajat Celcius dengan kelembapan rendah. Agar lebih gampang, jemur umbi selama 1 atau 2 ahad. Dengan begitu, umbi bawang merah siap digunakan selama beberapa bulan ke depan.

Itulah delapan cara menanam bawang merah di rumah. Kunci berhasil cara menanam bawang merah ialah konsisten dan tabah. Jika Anda ingin menanam kembali, gantilah tanah biar tidak jenuh. Karena, tanah yang bosan akan menolak tanaman dan gagal panen.

Menanam bawang merah sendiri di rumah dijamin bikin kamu lebih irit dan produktif. Untuk beli keperluan menanam bawang dan yang lain, kau mampu melengkapinya dengan dana santunan KTA cicilan ringan.

Bandingkan dan olok-olokan KTA dari aneka macam penyedia derma terpercaya lewat CekAja.com kini juga!