0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

7 Tips Meminimalkan Sampah Plastik Di Kehidupan Sehari-Hari

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tahun ini, tema besar yang diangkat adalah Time for Nature. Bumi sudah banyak memberika privilege untuk seuluruh penghuninya Maka itu, World Environment Day mengajak setiap orang biar tergerak “membalas budi” dengan melaksanakan banyak hal kasatmata demi alam sekitar. Nah, salah satu langkah-langkah faktual yang bisa kita lakukan yakni meminimalkan sampah plastik.

cara mengurangi sampah plastik

Sampah plastik hingga sekarang masih menjadi problem yang belum dapat diatasi dengan baik. Pencemaran lingkungan akhir limbah ini semakin mengkhawatirkan alasannya adalah senantiasa rampung di lautan, sehingga mengancam kehidupan banyak biota maritim.

Masalah Sampah Plastik di Indonesia

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, Indonesia ialah negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke bahari paling besar kedua di dunia. Pasalnya, Indonesia mempunyai populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton darinya diduga mencemari lautan.

Melansir CNBC Indonesia, pencemaran sampah plastik di Tanah Air diperkirakan bakal terus meningkat. Apalagi dengan adanya industri minuman yang tumbuh begitu pesat. Lho, hubunganya apa? Mayoritas produk tersebut memakai plastik sekali pakai sebagai packaging. Hal ini otomatis menciptakan bertambah banyak sampah plastik, di saat kapasitas pengolahan limbah plastik sendiri masih terbilang minim.

(Baca Juga: Kaprikornus Biang Pencemaran Lingkungan, Kantong Plastik Dilarang di Empat Benua)

Cara Mengurangi Sampah Plastik Terefektif

Hidup tanpa plastik mungkin terdengar mirip sesuatu yang hapir tidak mungkin dilakukan bagi sebagian orang. Namun, sulit bukan bermakna tidak bisa diupayakan. Secara perlahan, minimalkan penggunaan sampah plastik dengan melakukan 6 hal positif berikut di dalam keseharianmu:

1. Berpikir sebelum berbelanja

Berpikir sebelum membeli - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Saat membeli, hindari berbelanja produk berkemasan plastik terlalu banyak. Misalnya air mineral dalam botol. Cukup beli satu, lalu jangan langsung dibuang ketika sudah habis. Kamu bisa menggunakannya kembali selaku botol sabun basuh piring atau minyak goreng. Hindari pula buah dan sayur dalam kemasan untuk mengurangi sampah pembungkusnya. Sekalipun saat membeli eskrim, mulai lah berpikir panjang dengan memilih es krim cone dibandingkan dengan cup. Dengan begitu, kamu tak akan meninggalkan sampah wadah dan sendok plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

2. Gunakan tote bag

Gunakan tote bag - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Beberapa waktu lalu, seekor paus didapatkan terdampar di pesisir Thailand. Sebelum alhasil mati, biota bahari tersebut sempat memuntahkan sesuatu dari mulutnya yang sehabis diautopsi, ternyata muntahan itu berisi 8 kilogram kantong plastik. Terbukti kantong plastik terperinci sungguh mencemarkan lingkungan. Lagipula bahannya tidak kuat menampung banyak item belanjaanmu. Demi memulihkan alam dari limbah plastik, gunakan tote bag setiap kali akan membeli entah itu ke pasar ataupun swalayan.

3. Kreatif mendaur ulang

Kreatif mendaur ulang - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Masih ingat salah satu prinsip menghemat sampah dengan recycle alias daur ulang? Yuk, mulai terapkan juga sekarang. Jika sekiranya ada sampah plastik yang bisa digunakan kembali, jangan pribadi membuangnya. Semisal botol air mineral, sungguh mungkin dijadikan pot bunga atau wadah tumbuhan hidroponik milikmu. Bahkan bila kamu “niat”, bungkus bekas sampo, deterjen, atau snack bisa disulap menjadi tote bag yang nyentrik. Kreativitas sungguh dibutuhkan untuk melaksanakan pola hidup ini, jadi kerahkanlah semaksimal mungkin.

4. Pakai sedotan stainless atau bambu

Pakai sedotan stainless atau bambu - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Sedotan berbahan plastik kadang kala didapatkan bergelimpangan di laut, termasuk menghinggapi bab badan biota laut yang menjadikannya tersiksa. Kasus ini pernah menimpa seekor penyu, dimana sedotan dengan panjang 10 cm menyangkut di hidungnya sampai mengakibatkan luka cukup parah. Beberapa restoran cepat saji seperti Mc Donald’s bahkan telah melarang penggunaan sedotan plastik, lho. Untuk itu, sebisa mungkin gunakanlah sedotan stainless atau bambu yang mampu dicuci dan dipakai kembali. Bawa kemanapun kau pergi, sehingga tak ada sampah terbuang dan mencemarkan alam alias zero waste.

5. Masak ketimbang jajan

Masak daripada jajan - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Jajanan di luar memang selalu menggoda, terlebih dengan adanya jasa ojek online yang membuat lebih mudah pemesana dan berbagai promonya. Bikin ketagihan jajan terus! Eits hati-hati, kebiasaan ini bukan cuma membuatmu boros, namun juga secara tidak pribadi menyumbang bertambah banyak sampah plastik di tempat pembuangan akhir nantinya. Selagi ada waktu, coba deh masak sendiri makanan yang kamu kehendaki. Intip resepnya melalui aplikasi masakan atau tutorial di Youtube.

6. Bawa peralatan makan eksklusif

Bawa peralatan makan pribadi - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

New normal dan hidup berdampingan dengan virus corona, sebentar lagi akan diterapkan. Kesempatan ini bisa kau manfaatkan untuk tetap menjaga kesehatan sekaligus menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah plastik. Caranya, bawa senantiasa peralatan makan langsung setiap kali bepergian. Mulai dari tumbler, kotak bekal, sampai alat makan seperti sendok dan garpu. Kalau mau jajan di daerah, minta pedagang masakan untuk mengisi kotak bekalmu daripada dikemas memakai sterofoam atau plastik. Begitupun ketika ingin berbelanja minuman.

7. Mulai gunakan sikat gigi bambu

Mulai gunakan sikat gigi bambu - 7 Tips Mengurangi Sampah Plastik di Kehidupan Sehari-hari

Hal yang satu ini mungkin sering luput dari perhatian. Ya, sikat gigi berbahan plastik pun mampu menjadikan limbah yang menghancurkan lingkungan. Meski rata-rata orang umumnya memakai sikat gigi sampai enam bulan atau lebih, tetap saja kalau telah rusak kamu mesti menggantinya. Lain kisah jikalau kau menggunakan sikat gigi dari bambu yang ramah lingkungan. Tidak meenambah sampak plastik saat dibuang, bahkan penggunaannya jauh lebih awet ketimbang sikat gigi plastik.

Dimana ada niat, niscaya di situ ada jalan. Kalau dipikir-pikir sebenernya tak sulit melakukan cara mengurangi sampah plastik di atas. Prinsipnya hanya mengganti dengan barang yang bersifat zero waste saja. Justru lebih menghemat pengeluaran juga, bukan? Semoga Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini mampu membakar semangat untuk menyelamatkan bumi dari limbah plastik.

(Baca Juga: Sayangi Bumi, Jangan Pakai Produk Tak Ramah Lingkungan Ini!)

Mengurangi sampah plastik hampir sama pentingnya dengan mengurangi penggunaan uang tunai di tengah pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum juga berakhir. Ganti tata cara pembayaran tersebut, salah satunya dengan kartu kredit BNI.

Kartu kredit BNI menawarkan banyak laba. Selain menjadi alat pembayaran yang sangat mudah untuk belanja offline maupun online, banyak promo yang bisa kau nikmati salah satunya ketika belanja di Lotte Mart. Iuran tahunannya pun sangat terjangkau, adalah hanya Rp120 ribu per tahun. Apply sekarang juga yuk melalui CekAja.com!