0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

7 Solusi Problem Keuangan Di Dalam Rumah Tangga

Uang kadang-kadang menjadi salah satu sumber pertengkaran bagi pasangan suami istri. Bahkan tak jarang rumah tangga yang dibangun selama beberapa tahun ambyar, hanya alasannya dilema uang. Padahal jika di cari jalan tengahnya, bukan tak mungkin untuk mendapatkan solusi dilema keuangan di dalam rumah tangga.

7 Solusi Masalah Keuangan di Dalam Rumah Tangga

Penyebab Masalah Keuangan Rumah Tangga, dari Gaya Hidup hingga Pendapatan yang Tak Imbang

Memang sih enggak mampu disangkal, persoalan keuangan akan senantiasa timbul kapan saja bahkan bagi pasangan yang telah menikah lama. Tingginya ego ditambah dengan keperluan hidup yang makin berkembangkerap menjadi pemicu awal dalam problem keuangan. Tidak hanya itu saja, berikut CekAja rangkum beberapa penyebab duduk perkara keuangan rumah tangga.

1. Gaya Hidup yang Berbeda

Setiap orang tentu saja mempunyai gaya hidup yang berbeda. Ada yang sudah biasa dengan gelimang harta di sekitarnya, tetapi ada juga yang selalu menerapkan pola hidup sederhana alasannya tuntutan ekonomi.

Hal ini mungkin terdengar umumsaja dikala belum menjajaki dunia akad nikah. Tetapi saat kamu telah mempunyai pasangan, maka gaya hidup menjadi salah satu pemicu duduk perkara, apalagi untuk masalah keuangan.

Makanya, penting bagi kau dan suami untuk berkompromi apalagi dahulu apakah ada penyelesaian yang tepat diantara kalian berdua. Agar hal ini tidak terus-menerus mengganggu kekerabatan rumah tangga yang telah dibina.

2. Tidak Konsisten Atas Rencana Keuangan

Mendapatkan penyelesaian duduk perkara keuangan di dalam rumah tangga mampu dikatakan sulit jikalau kau dan pasangan sama-sama meninggikan ego dan tak solid akan sebuah perencanaan keuangan yang dibentuk.

Padahal dengan tetap konsisten terhadap planning keuangan, kau dan pasangan jadi lebih tahu kontribusi masing-masing untuk anggaran bulanan keluarga. Selain itu, dengan penyusunan rencana yang matang pula kalian mampu merencanakan kebutuhan investasi jangka panjang.

3. Pendapatan yang Tak Imbang

Perbedaan nominal pendapatan yang dimiliki biasanya juga menjadi pemicu konflik keuangan rumah tangga. Betapa tidak, jika suami memiliki pemasukan lebih tinggi ketimbang istri atau sebaliknya, pasti bakal menjadi beban tersendiri.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan enggak mungkin dikala pertikaian terjadi hal ini secara sengaja disinggung oleh salah satu pihak. Padahal bila dipikir kembali, baik pendapatan suami maupun istri yaitu untuk kebutuhan keluarga yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama pula.

Sebaiknya bicarakan hal ini secara empat mata dan sebisa mungkin cari titik tengahnya agar dilema pendapatan tak lagi menjadi salah satu pemicu duduk perkara dalam rumah tangga.

(Baca Juga: Cara Siapkan Dana Keluarga untuk Antisipasi Hal-hal yang Tak Diinginkan)

Solusi Masalah Keuangan di Dalam Rumah Tangga

Percayalah dalam suatu pertentangan keuangan rumah tangga yang terjadi, akan selalu ada penyelesaiannya. Tinggal bagaimana kau dan suami menyikapi urusan tersebut dengan kepala acuh taacuh. Ingat, selalu prioritaskan kepentingan bersama diatas kepentingan langsung.

Apabila kalian berhasil menyingkirkan ego masing-masing, maka coba terapkan 7 solusi persoalan keuangan di dalam rumah tangga berikut ini yang telah dirangkum CekAja dari banyak sekali sumber.

1. Menciptakan teamwork yang baik dalam mengontrol keuangan

Apa manfaatnya sih selalu beradu argumen tentang penghasilan masing-masing pasangan? Mendingan saling bekerja sama untuk menertibkan keuangan yang benar supaya kalian tetap kompak dan transparan dalam hal uang.

Solusi masalah keuangan di dalam rumah tangga ini tidak cuma cocok diterapkan bagi pasangan yang sudah lama menikah saja, namun untuk kamu sang pengantin baru. Dengan begitu, kau dan pasangan pun bisa mengenali arus masuk dan keluarnya uang yang lebih terarah.

Jika memungkinkan pula, cobalah untuk memulai investasi jangka panjang guna merencanakan dana pendidikan anak dan kehidupan di hari bau tanah nanti.

2. Terbuka tentang pengeluaran

Guna menghindari persoalan keuangan di dalam rumah tangga, penyelesaian lainnya yang perlu dipraktekkan yaitu dengan mengkomunikasikan duduk perkara pengeluaran.

Karena tanpa adanya komunikasi yang terbuka antar pasangan, besar kemungkinan dilema keuangan yang terjadi tidak akan meraih kata tenang.

Mulailah bicarakan secara baik baik soal apapun itu yang menyangkut perihal duit, terlebih perihal pengeluaran. Jangan memendamnya berlarut-larut kalau tak ingin mengakibatkan persoalan baru.

Seandainya terjadi konflik yang tak mampu disingkirkan, penyelesaian dilema keuangan di dalam rumah tangga lainnya yang mesti dicoba adalah dengan mendiskusikan segala keputusan terbaik tidak hanya untuk kamu tetapi juga pasangan.

3. Buat planning keuangan

Sebagai partner hidup, kamu dan suami mesti mempunyai rencana keuangan menurut keputusan bareng yang dibuat. Tujuannya biar kehidupan finansial keluarga tetap sehat meski nantinya diterpa dilema yang terkait dengan uang.

Rencana keuangan ini bisa dibentuk dalam bentuk anggaran rumah tangga per bulan yang realistis sesuai dengan keadaan finansialmu.

Anggarannya sendiri bisa berbentukbesaran uang yang dialokasikan ke masing-masing pos pengeluaran, mirip pembayaran tagihan, investasi, pendidikan anak, serta biaya tak terduga tergolong dana darurat.

4. Memiliki tujuan finansial jangka panjang bersama

Solusi masalah keuangan di dalam rumah tangga selanjutnya yang wajib kau terapkan yaitu dengan mempunyai tujuan finansial bersama dalam rentang waktu panjang.

Sebab di kala depan, pengeluaran keluarga niscaya akan kian bertambah, contohnya saja untuk biaya pendidikan anak sampai bergelar sarjana.

Karena seperti yang kita tahu, makin kesini ongkos pendidikan semakin mahal. Belum lagi, jika nantinya buah hatimu ingin mengambil program studi mirip kedokteran, yang mana biaya masuknya bisa meraih Rp500 juta.

Maka dari itu, buat tujuan finansial yang jelas antara kamu dan pasangan dan manfaatkan pendapatan yang dimiliki kini bukan cuma untuk hari ini saja, tetapi juga untuk beberapa bulan hingga tahun ke depan.

(Baca Juga:keuangan-keluarga/”> 5 Jurus Atur Keuangan Keluarga)

5. Berani berinvestasi

Saat ini investasi tidak hanya dianggap langsung bagi mereka yang berduit. Pasalnya, sekarang sudah banyak tersedia produk investasi online yang terjangkau untuk pemula. Jadi, resiko meruginya sangat minim.

Investasi enggak cuma wacana menyimpan uang saja loh. Namun bila kau dan pasangan handal dan paham akan hukum mainnya, bukan enggak mungkin jika keuangan keluarga di lima tahun mendatang bakal tetap stabil bahkan mungkin mengalami kenaikan.

Beberapa opsi investasi yang mampu dicoba mirip reksadana, peer to peer lending, emas, dan saham.

6. Win-win solution

Saat pertengkaran terjadi akhir uang, maka penyelesaian dilema keuangan di dalam rumah tangga yang juga umumnya sukses dijalankan oleh pasangan adalah dengan cara win-win solution. Artinya, kau dan suami harus membuat akad bareng perihal arus pemasukan dan pengeluaran keluarga, agar enggak ada lagi yang merasa dicurangi sebab aturan tak adil.

Cara tersebut mampu dilaksanakan apabila kalian ingin menentukan pengeluaran mendadak, menabung, atau bahkan dikala merencanakan bujet liburan sekeluarga. Junjung tinggi komitmen yang dibentuk bareng agar uang bukan lagi menjadi dilema utama dalam perahu rumah tangga.

7. Atur pos pengeluaran dengan rumus 50-30-20

Solusi masalah keuangan di dalam rumah tangga yang terakhir adalah dengan menertibkan pos pengeluaran. Ini bisa kau lakukan bila mengikuti rumus 50-30-20 ditambah dengan penyusunan rencana keuangan yang masak.

Rumus tersebut umumnya didasari atas skala prioritas kebutuhan sekaligus dengan memprediksi aneka macam pengeluaran tak terduga.

Maksud dari angka 50 dalam pos pengeluaran ini yaitu besaran biaya hidup yang berasal dari pendapatan tetap keluarga. Misal, total pendapatan kamu dan pasangan saat ini sebesar Rp20 juta, maka maksimum pos pengeluaran biaya hidupnya yakni Rp10 juta yang dibagi dari 50 persen total pendapatan.

Kemudian untuk 30 yaitu pos cicilan dan tagihan mirip listrik, air, internet, dan yang lain yang tidak boleh dicampurkan dalam pos biaya hidup.

Terakhir pos menabung atau investasi sebesar 20 persen dari total pemasukan guna mendukung era depan bersama yang lebih baik. Pada pos ini, kalian mesti bisa berkomitmen untuk selalu menyisakan uang meski dalam jumlah tak besar sekali pun. Karena tentu saja usang-lama simpanan yang dimiliki tersebut bakal menjadi bukit bukan?

Itulah tadi ketujuh penyelesaian duduk perkara keuangan di dalam rumah tangga. Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, salah satu solusi pandai supaya keuangan tetap tersadar adalah dengan melaksanakan investasi.

Nah, kamu bisa mengajukan produk investasi ini lewat CekAja yang telah terbukti aman dan terpercaya. Yuk, usikan kini juga untuk periode depan keluarga yang lebih baik!