0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

7 Pengorbanan Perawat Selama Corona, Patut Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Hari ini, 12 Mei 2020 diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. Peringatan tersebut diinisiasikan pertama kali oleh International Council of Nurses (ICN) untuk mengingat hari kelahiran Florence Nightingale, seorang pendiri keperawatan modern. Nightingale menjadi sosok yang penting dalam bidang keperawatan terlebih alasannya jasanya selama Perang Krimea di tahun 1850-an. Pengorbanan perawat memang luar biasa, tak terkecuali dalam menangani virus corona cukup umur ini.

7 Pengorbanan Perawat Selama Corona

Di tengah kemelut wabah virus corona atau Covid-19, perawat menjadi garda terdepan yang sangat berjasa. Bagaimana tidak, mereka rela menyingkirkan kepentingan eksklusif demi mampu mengatasi ribuan pasien terinfeksi setiap harinya. Ketika mampu stay at home dengan damai, mereka justru mesti menghadapi risiko nanah di depan mata. Pengorbanan perawat tak hanya sampai di situ, berikut hal-hal yang telah dilaksanakan oleh perawat di seluruh dunia selama pandemi berlangsung:

1. Berjam-jam menggunakan APD

Berjam-jam menggunakan APD - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Dalam mengerjakan tugasnya, perawat diharuskan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) agar tidak tertular virus corona dari pasien. APD tersebut mencakup baju hazmat berlapis, masker N95, kacamata medis, sampai sepatu boat. Tak tanggung-tanggung, hal ini berlangsung kurang lebih 8 hingga 12 jam bertugas. Rasanya? Sesak, meninggalkan lecet, bahkan selama itu pula meraka mesti menahan haus, lapar, hingga buang air. Pasalnya sekali melepsa APD, semua harus pribadi dibuang untuk menyingkir dari kontamnasi virus.

 2. Membuat surat wasiat

Membuat surat wasiat - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Cerita sedih tiba dari perawat bernama Amber Cowan di Glasgow, Skotlandia. Layaknya orang yang akan meninggal dalam waktu akrab, pihak rumah sakit meminta ia dan rekan-rekan sejawat membuat surat wasiat sebelum bertugas. Hal ini pun diungkapkanndi media sosia Twitter miliknya. “Di usia 28 tahun, disarankan untuk pastikan memiliki antisipasi pensiun dan akan disortir. Shift jaga malam pertama di ruang perawatan intensif dan kita kekurangan staf. Tolong, sikapi lockdown ini dengan serius,” tulisnya seperti yang dikutip dari The Sun.

3. Jarang pulang

Jarang pulang - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Banyak dari golongan tenaga medis terpaksa meninggalkan rumah masing-masing dalam pertempuran melawan virus corona. Pengorbanan perawat ini dikerjakan sebab tak mau mengambil risiko pulang dengan membawa virus dan menulari orang-orang tersayang di rumah. Pengorbanan yang pasti harus mendapatkan apresiasi sebab kita belum tahu kapan pandemi ini akan rampung. Dan selama itu, tenaga medis masih akan terus menangani pasien-pasien konkret, yang bermakna mereka akan lebih usang lagi tidak berjumpa orang tua, suami, istri maupun bawah umur tercinta secara langsung.

(Baca Juga: Ketawa Ternyata Menyehatkan dan Bisa Menangkal Corona, Ini Faktanya)

4. Minim tes

Minim tes - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Selalu berhadapan dengan banyak pasien Covid-19 tanpa kenal waktu, semestinya perawat diberi kelonggaran untuk menjalani tes kesehatan lebih sering. Namun, mereka baru mampu melakukan tes bila telah mencicipi tanda-tanda mirip demam tinggi, batuk kering, dan sesak napas. Hingga kini, tes swab tanpa indikasi tetentu pun masih dipungut biaya cukut tinggi. Tenaga medis umumnya hanya menjalani mekanisme tes persyaratan, seperti pegecekan suhu tubuh di awal dan akhir shift, serta tes kesehatan lazimsetiap ahad untuk memastikan mereka tidak menjadi spreader alias penular virus.

5. Lembur tak kenal waktu

Lembur tak kenal waktu - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Lembur di kantor sampai tengah malam? Mungkin biasa, tidak setiap hari, dan ada bayarannya. Bagi perawat, lembur hingga pagi telah menjadi bagian dari pengabdiannya selaku garda terdepan. Mau tak mau, mesti dihadapi tanpa pamrih. Beberapa rumah sakit pun telah menetapkan aturan ‘Kode Oranye’. Kode itu memiliki arti bahwa seluruh tenaga medis termasuk perawat, diberi mandat untuk “bermalam di rumah sakit selama dianggap perlu”. Tak hanya itu, pensiunan tenaga medis bahkan diminta untuk kembali bertugas, lantaran jumlah pasien yang sudah tak lagi terbendung.

6. Selalu dihantui virus

Selalu dihantui virus - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Karakteristik Covid-19 cenderung gampang menyebar dan menular, dengan medium berupa droplet. Penularannya tentu akan lebih singkat, jika perawat tak berhati-hati dalam menghadapi pasien. Maka dimana pun berada, tenaga medis seolah hidup dengan dikelilingi oleh virus corona. Bahkan saat beristirahat dan sekadar bermain media sosial, sulit untuk tidak dihantui oleh ketaknan kepada virus asal Wuhan, China ini. Tak ada tempat aman untuk berlindung menghindari penularan Covid-19, selain daripada terus memakai APD berlapis. Perawat juga mungkin mampu absen kapan saja. Jika tidak ada keadaan mendesak, mereka tetap harus bekerja.

7. Terinfeksi dan meninggal dunia

Terinfeksi dan meninggal dunia - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Hampir tak ada jarak yang memisahkan antara perawat dan virus corona. Artinya, kapanpun mereka bisa dengan mudah tertular. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat sampai awal Maret 2020, terdapat 18 perawat yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Sebagian besar perawat tersebut meninggal usai menawarkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Minggu, (3/5) lalu, Seorang perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta meninggal dunia alasannya virus corona. Perawat ini dikabarkan telah berjuang selama 20 hari dalam perawatan bersama para pasien yang lain.

(Baca Juga: Minimalisir Kontak Fisik dengan Dompet Digital untuk Cegah Infeksi Corona)

Asuransi Kesehatan Ciputra Menjamin Pasien Virus Corona

Virus corona belum juga memperlihatkan gejala kepergiannya dari tampang bumi. Jumlah kasus positif masih terus meningkat. Di Indonesia, sekarang sudah ada 14 ribu orang yang terjangkit Covid-19. Nyawa setiap orang pasti amat memiliki arti dalam memerangi virus ini. Tentunya selain perawat dan dokter, kau pun butuh pertolongan dari asuransi kesehatan Ciputra Life. Mengapa mesti Ciputra Life?

Dalam konteks perawatan pasien corona, lewat polis asuransi Citra Proteksi Kesehatan Aktif, biaya rawat inap rumah sakit hingga sembuh dari Covid-19 akan diganti sepenuhnya Jika kemungkinan terburuknya pihak tertanggung meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan berhak atas 100 persen pengembalian premi.

Asuransi Ciputra Life juga memperbolehkan nasabahnya untuk melaksanakan double cover. Sehingga dua asuransi bisa digunakan sekaligus selama kala penyembuhan dari virus corona. Kamu pun akan mendapa pelayanan kesehatan lebih baik, gesit, dan berkualitas. Makanya, yuk miliki asuransi Ciputra Life sekarang juga dengan mengajukannya lewat CekAja.com!

Seperti itulah 7 pengorbanan perawat dalam mengatasi pasien Covid-19. Di Hari Perawat Internasional ini, kita semua dibutuhkan bisa mengingat lagi besarnya jasa mereka bagi negara. Demi secepatnya menyudahi pandemi, para garda terdepan itupun tak segan mengirim pesan untuk kita agar ikut dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona. “Kalian tetap di rumah untuk kami, kami tetap bekerja untuk kalian” demikian pesan dari para tenaga medis di seluruh dunia.

(Baca Juga: Daftar Rumah Sakit Yang Menyediakan Tes Swab Untuk Virus Corona)