0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

6 Tips Berhemat Jelang Resesi Yang Ampuh Menyelamatkan Keuangan

Beberapa tips berhemat jelang resesi, tampaknya sudah harus dipraktekkan semenjak hari ini. Mengingat, Badan Pusat Statistik pada Agustus 2020 mengumumkan, bahwa efek pandemi virus Covid-19 pada kemajuan ekonomi semakin memburuk.

Melansir dari vice.com, kemajuan ekonomi Indonesia sepanjang triwulan II tahun 2020 minus 5,3 persen.

Ini sebetulnya belum masuk kategori resesi, alasannya adalah sepanjang triwulan I, Indonesia masih mempunyai perkembangan ekonomi yang positif.

Namun, bila melihat kondisi pandemi dikala ini yang masih terus berjalan, dan belum mampu ditentukan kapan selsai, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia mengalami resesi. Terlebih, akhir-akhir ini marak terdengar Indonesia akan terkena resesi.

Nah, untuk menanggulangi hal tersebut, sebagian besar orang mungkin masih galau bagaimana cara menghadapinya.

Apalagi anak muda yang baru saja menggeluti ke dunia kerja, mahasiswa yang finansialnya masih bergantung dengan orang renta, maupun fresh graduate yang pertama kali mencicipi hal ini, tentu akan gundah bagaimana menanggulangi hal ini.

Maka dari itu, pada peluang kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa gosip terkait resesi dan membuatkan tips berhemat jelang resesi. Penasaran apa saja tipsnya? Yuk simak bahu-membahu ulasan berikut ini!

Apa itu Resesi?

Hal pertama yang perlu kamu kerjakan, sebelum mengenali kiat berhemat jelang resesi yaitu mencari tahu definisi dari resesi itu sendiri.

Sebab, dari seluruh penduduk Indonesia, beberapa di antaranya niscaya ada yang belum tahu, atau gres mendengar ungkapan ini.

Ya, sejatinya resesi ialah penurunan acara ekonomi secara signifikan, yang berjalan dalam rentang waktu panjang, baik itu berbulan-bulan atau beberapa tahun.

Selama resesi terjadi, perekonomian pasti sedang berjuang untuk segera bangun dari keterpurukan.

Namun sayangnya, selama resesi justru banyak terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan, di antaranya yaitu pemutusan hubungan kerja, perusahaan membuat lebih minim penjualan, sampai output ekonomi menurun secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, resesi juga mempengaruhi berbagai macam sektor usaha, seperti contohnya investasi, lapangan pekerjaan, sampai keuntungan perusahaan yang pastinya kian menurun.

Apabila hal itu terus terjadi, bahkan semakin jelek, maka mampu saja resesi ekonomi bermetamorfosis frustasi ekonomi. Akibatnya, perekonomian negara menjadi awut-awutan dan fatal.

Hal itu dikarenakan, sebuah negara yang sudah terkena frustasi ekonomi, mampu dibilang kolaps atau melarat.

Jika telah begini, upaya untuk mengembalikan kondisi perekonomian negara kembali stabil seperti semula, akan jauh lebih sukar untuk dilaksanakan.

(Baca Juga: keuangan-untuk-melaluinya/” target=”_blank” rel=”noreferrer noopener”>Resesi Ekonomi dan Tips Keuangannya)

Ciri-ciri Resesi

Untuk bisa melaksanakan tips berhemat jelang resesi, kamu tentu mesti tahu lebih dahulu ciri-ciri resesi. Dan beberapa ciri-ciri sebuah negara terkena resesi, di antaranya yakni:

  • Melambatnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama dua kuartal, atau selama enam bulan berturut-turut
  • Tingkat pengangguran yang kian tinggi
  • Tidak adanya keseimbangan antara jumlah produksi dan konsumsi
  • Terjadinya inflasi dan deflasi yang sangat tinggi
  • Nilai impor yang lebih banyak dari nilai ekspor

Dampak Resesi

Selain mengetahui ciri-ciri resesi, kamu juga perlu mengenali efek dari resesi, untuk bisa melaksanakan tips berhemat jelang resesi dengan benar. Jika dilihat secara sekilas dari definisi, efek yang diberikan dari resesi akan sungguh jelek.

Seperti yang telah disinggung di pembahasan sebelumnya, bila adanya resesi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, akhir dari pemutusan relasi kerja, yang dilakukan banyak perusahaan.

Tidak cuma itu, penurunan pendapatan pegawai pun, menjadi salah satu cara yang dijalankan perusahaan, untuk tetap menjaga kestabilan produktivitas dan ekonomi perusahaan.

Penurunan pemasukan juga menjadi cara alternatif yang dilaksanakan perusahaan, untuk menjaga karyawannya tetap bisa memiliki pekerjaan.

Dampak lainnya yang diberikan resesi terhadap penduduk , khususnya anak muda yang menjadi fresh graduate atau baru lulus di simpulan 2019 dan permulaan 2020, yaitu sulitnya mendapatkan pekerjaan dan nantinya harus berkompetisi dengan angkatan kerja lainnya, yang mempunyai lebih banyak pengalaman.

Untuk usahawan sendiri, efek yang dicicipi ialah daya beli konsumen yang kian rendah. Sehingga, pendapatan jadi menurun dan nantinya para usahawan tidak mampu memenuhi biaya hidup seperti biasa.

Bahkan di keadaan terburuknya, mereka tidak mampu mengeluarkan uang ongkos pendidikan dirinya maupun anak-anaknya.

Bagaimana, telah sangat terbayang bukan, buruknya efek yang diberikan resesi ini? Maka dari itu, sebelum resesi sungguh-sungguh terjadi di Indonesia, kamu semestinya mulai mempersiapkan diri dengan mengenali tips berhemat jelang resesi.

Tips Berhemat Jelang Resesi

Setelah di pembahasan sebelumnya kau sudah mengenali beberapa hal tentang resesi, mulai dari definisi, ciri-ciri hingga efek resesi. Maka, di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui tips berhemat jelang resesi yang perlu dilaksanakan.

Karena seperti yang dimengerti, resesi merupakan sebuah “mimpi jelek”, apabila sebuah negara terkena dann mengalaminya.

Pasalnya, akan terjadi banyak kekacauan dalam sektor ekonomi. Namun sayangnya, sudah terdengar desas desus kalau Indonesia sendiri akan terkena resesi.

Nah, untuk menanggulangi hal tersebut, kamu perlu menyiapkan diri dengan cara mengetahui dan melakukan beberapa tips berhemat jelang resesi, mirip:

1. Minimalisir acara belanja

Tips berhemat jelang resesi yang pertama adalah dengan mengurangi aktivitas belanja. Ya, ini menjadi hal utama yang harus dilakukan, untuk menjaga keadaan keuangan semoga senantiasa stabil.

Sebab, ketika resesi ekonomi terjadi, goncangan keadaan ekonomi akan lebih besar, berpengaruh dan usang.

Sehingga, kamu perlu menyiapkan budget dana lebih semenjak dini, untuk menyanggupi keperluan sehari-hari keluarga, seperti tabung gas, bumbu dapur, peralatan mandi, sayur dan buah, mie instan dan kebutuhan lainnya yang menjadi prioritas.

Oleh sebab itu, untuk menentukan nantinya kau tetap bisa menyanggupi keperluan prioritas, kau perlu meminimalkan acara belanja. Sebaiknya minimalisir membeli barang-barang yang tidak terlampau diperlukan.

Selain itu, kau juga bisa mulai meminimalisir takaran makan atau mengubah lauk pauk, dengan materi makanan yang lebih irit.

Seperti acuan, jika umumnya kamu makan daging ayam tiga kali dalam seminggu, maka sekarang kau bisa mulai menguranginya dengan mengonsumsi daging ayam sebanyak satu kali dalam sepekan.

Tidak cuma itu, kegiatan berselancar di dunia maya pun rasanya juga mesti dikurangi, untuk menghemat pembelian kuota internet, yang harganya juga cukup mahal.

Karena, akan lebih baik jika kamu mengalokasikan dana tersebut untuk dana darurat. Dengan begitu, kamu akan memiliki dana darurat atau simpanan yang lebih besar.

Jadi, dikala resesi betul-betul menyerang Indonesia, kau telah tidak terkejut dan tidak perlu lagi merasa cemas dengan keadaan perekonomian, sebab sudah sudah biasa berhemat sejak dini.

2. Melakukan budidaya sayur, buah dan ikan untuk penuhi keperluan pangan

Berikutnya, kamu juga mampu melaksanakan budidaya sayur, buah dan ikan untuk memenuhi keperluan pangan.

Tips berhemat jelang resesi yang satu ini masih berkaitan dengan poin pertama, karena ini mampu menekan pengeluaran untuk belanja keperluan pangan.

Kamu mampu melaksanakan budidaya sayur, buah dan ikan dimana saja, tanpa mesti mempunyai lahan khusus yang besar untuk budidaya.

Kamu mampu melaksanakan budidaya di balkon, teras atau halaman yang kecil sekalipun dengan cara hidroponik dan budikdamber (budidaya ikan dalam baskom).

Meski tidak memerlukan lahan yang besar, lalu bagaimana dengan ongkosnya? Eits, jangan cemas ini akan menyantap biaya yang besar!

Sebab, untuk melakukan budidaya sayur, buah dan ikan ini, kau mampu memanfaatkan barang bekas yang ada, mirip pipa paralon, styrofoam, sampai sekam padi sebagai media untuk menanam hidroponik.

3. Mencari penghasilan suplemen

Mencari penghasilan pemanis juga menjadi tips berhemat jelang resesi yang perlu dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan, pada dikala resesi penghasilan mampu saja menyusut secara datang-tiba, balasan dari pengurangan upah pegawai.

Jika hal itu terjadi, kamu pasti pusing mencari cara untuk mampu memenuhi kebutuhan, dari upah yang dipotong tersebut. Nah, sebelum itu terjadi, ada baiknya kamu mulai mencari penghasilan aksesori semenjak saat ini.

Kamu bisa mulai usaha kecil-kecilan, menjadi freelancer, atau melakukan hal yang lain yang bisa dilakukan untuk menambah pemasukan, biar bisa menyanggupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain itu, penghasilan tambahan ini juga bisa kamu pakai untuk memperbesar jumlah dana darurat yang sudah dimiliki, untuk memastikan keadaan keuangan yang lebih siap, dikala resesi benar terjadi.

4. Meningkatkan jumlah dana darurat

Meningkatkan jumlah dana darurat, telah menjadi hal utama yang wajib dilaksanakan, untuk merencanakan diri dari resesi ekonomi.

Tips berhemat jelang resesi ini mampu kamu kerjakan secara perlahan, dengan cara mengembangkan jumlah duit yang ditabung.

Jika simpanan yang kau miliki ketika ini, hanya cukup untuk menyanggupi keperluan hidup satu bulan, maka kau mampu meningkatkannya menjadi dua, tiga, empat sampai 12 atau 24 bulan.

Dengan begitu, maka dana darurat yang kau miliki akan kian banyak, dan tidak perlu merasa cemas berlebihan pada ketika terjadi resesi ekonomi.

5. Utamakan belanja dengan orang terdekat atau UMKM

Tips berhemat jelang resesi yang kelima adalah memprioritaskan belanja dengan orang terdekat atau UMKM.

Sebab, dengan melaksanakan hal ini, kamu tidak cuma menolong mengembangkan penghasilan UMKM dan perjuangan orang terdekat, namun juga turut membangun relasi baik dengan orang-orang sekitar, mirip tetangga, rekan kerja bahkan saudara jauh sendiri.

Seperti yang diketahui, membangun hubungan baik dengan banyak orang, ialah investasi terbaik yang gampang dilakukan.

Dengan berhubungan baik juga, nantinya kamu akan saling terbantu dan menolong selama era resesi.

6. Usahakan tidak menumpuk utang dan melunasi semua utang

Hal terakhir yang mampu kamu kerjakan untuk berhemat jelang resesi ialah dengan tidak menumpuk utang, dan melunasi semua utang yang ada.

Sebab, jika kamu masih membiasakan diri menumpuk hutang tanpa tahu kapan mampu melunasinya, hal itu hanya akan membuatmu keuanganmu semakin susah.

Terlebih, saat kala resesi tiba tiba-tiba, kamu pasti akan merasa panik dengan kondisi ekonomi yang tiba-tiba terguncang, sementara kamu juga memiliki banyak utang untuk dilunasi.

Jika sudah begitu, balasannya beban ekonomi akan terasa jauh lebih berat, sebab kau harus menyanggupi keperluan sehari-hari dengan uang seadanya, sekaligus melunasi semua utang.

Oleh alasannya itu, sebelum resesi ekonomi menyerang, seharusnya kamu telah mulai melunasi semua utang yang ada, baik utang ke bank, bantuan online maupun ke kerabat, tetangga bahkan kerabat.

(Baca Juga:keuangan/” target=”_blank” rel=”noreferrer noopener”> 5 Tips Hemat Pengeluaran di Masa Krisis)

Beberapa gosip terkait resesi, mulai dari definisi, ciri-ciri, efek sampai tips berhemat jelang resesi telah kau ketahui di pembahasan sebelumnya.

Khusus untuk kiat berhemat jelang resesi, itu semua penting dijalankan untuk menjaga kestabilan ekonomi, saat era resesi datang.

Satu hal yang bisa kamu kerjakan ketika ini yakni dengan mencari penghasilan aksesori. Yang mana, kamu bisa mendapatkannya dari aneka macam jenis pekerjaan, salah satunya adalah berbisnis.

Meski terlihat rumit, namun kalau dilakukan dengan tekun, akan mendatangkan keuntungan yang berlimpah.

Modal yang diperlukan pun tidak harus selalu besar, yang penting menyesuaikan dengan kebutuhan. Kamu bisa menggunakan tabunganmu saat ini sebagai modal, atau mampu juga melakukan perlindungan dana tunai.

Sebab, dengan melakukan dukungan dana tunai, kau tidak perlu mengusik kondisi keuangan yang sudah ada.

Terlebih, jikalau ingin melaksanakan pemberian dana tunai, sekarang kau sudah bisa mengajukannya secara online, lewat CekAja.com.

Di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana sesuai keperluan dan kemampuan finansial. Sehingga, nantinya kau juga tidak akan terbebani, dengan pelunasan derma yang dilaksanakan.

Selain itu, pengajuan derma dana tunai di CekAja.com sungguh mudah, cepat dan kondusif, alasannya CekAja.com suah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makara, tunggu terlebih? Yuk, olok-olokan kini!