0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

6 Mentalitas Yang Bikin Kamu Infinit Miskin

Apakah kamu tahu kunci kesuksesan secara finansial? Kuncinya terletak pada cara pandang dan mentalitas kau terhadap uang. Banyak orang yang bahu-membahu telah memiliki penghasilan besar tapi kondisi finansialnya tidak stabil sebab mentalitasnya tidak diperbaiki.

Setelah diperhatikan, setidaknya ada beberapa mentalitas dasar yang menunjukkan dampak besar terhadap lambatnya proses perbaikan finasial seseorang. Kamu mesti mengenali mentalitas tersebut semoga tahu juga cara untuk mengatasinya.

Berikut yakni 6 mentalitas yang dapat menjebak kau dalam keadaan finasial yang jelek dan cara biar kau mampu secepatnya keluar dari jebakan ini. Semoga bisa menolong kamu ya.

  1. Hanya hidup untuk kini

Akan sangat sukar membuat duit kamu bertambah bila kamu cuma fokus pada hal yang paling gampang dan paling menarik kini ini. Contohnya saja, akan lebih mudah dan lezat dikala kau bisa membeli kopi kekinian ketimbang repot menjadikannya sendiri di rumah. Kamu mungkin juga akan merasa lebih keren jikalau mampu membeli smartphone paling mutakhir yang gres dirilis ahad ini.  

Apakah kau menyadari pada dikala kau melakukan hal yang dicontohkan di atas, sebenarnya kamu sedang memperlama era kemiskinanmu. Jika kamu bisa menahan diri dari godaan jajan kopi atau beli ponsel baru, duit yang kamu miliki mampu digunakan untuk investasi atau masuk ke rekening dana darurat.

Dengan melakukan investasi atau memperbesar jumlah dana darurat, kau tidak akan mengalami kerugian. Sewaktu-waktu kamu mengalami kecelakaan, masalah kesehatan, atau butuh dana secara tiba-tiba, kau tidak mesti stres mencari tunjangan. Kamu telah memiliki dana yang memadai untuk memenuhi keperluan secara tiba-tiba.

  1. Mudah tertipu harga murah

Untuk berhemat tidak berarti kau mesti membeli semua barang yang harganya termurah. Itu bukanlah suatu prinsip yang bijak dan menguntungkan secara finansial.

Daripada cuma fokus pada harga, lebih baik menimbang-nimbang soal kualitas dan nilainya secara keseluruhan. Akan lebih baik membayar lebih banyak untuk berbelanja benda yang infinit satu hingga dua tahun, dibandingkan membeli barang murah yang mau rusak sehabis satu atau dua kali pakai.

(Baca juga: Jurus Anti Miskin Buat Anak Kost!)

Hal itu juga berlaku dalam hal membeli masakan. Daripada cuma membeli masakan cepat saji atau junk food yang murah, lebih baik makan masakan yang sehat dengan ongkos sedikit lebih mahal.

Jika kau terus-terusan makan asal pilih asal murah, pada risikonya uangmu cuma akan habis untuk biaya ke tempat tinggal sakit. Lebih baik mengeluarkan uang agak banyak untuk makan tetapi tidak akan mengeluarkan ongkos rumah sakit.

Untuk melindungi diri dan keluarga dari berbagai risiko kesehatan, miliki asuransi kesehatan yang mampu kau pilih dan olok-olokan melalui CekAja.com.

  1. Hidup mewah melebihi kemampuan

Berhenti mengatakan ke diri sendiri bahwa kamu pantas mendapatkan barang mahal yang tidak mampu kau beli. Ingatkan dirimu bahwa kau pantas hidup di mana kau tidak mesti bersusah payah sampai usia 80 tahun hanya untuk mengeluarkan uang semua utang dan keperluan sehari-hari.

Daripada kau terus-kanal mengandalkan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang mahal yang tidak mampu kau beli secara kontan, lebih baik kamu menabung. Ya, tabunglah duit bertahap hingga uangmu cukup untuk membeli apa yang kau harapkan.

  1. Tidak membuat catatan pengeluaran

Banyak orang yang bantu-membantu berpenghasilan besar tapi uangnya entah kemana, tidak ada tabungan atau investasi apapun. Semuanya hilang tanpa bekas.

Apakah kau mengalami hal yang demikian? Mungkin alasannya adalah selama ini kau tidak memiliki catatan pengeluaran. Kamu juga tidak mempunyai metode budgeting.

Pokoknya selagi masih ada saldo dan duit di dompet, beli apa saja yang diharapkan tanpa menimbang-nimbang apapun. Padahal itu adalah aspek utama yang membuat finansialmu memburuk.

Mulai sekarang, kau mesti membuat budgeting yang terang. Catat pendapatan, pengeluaran, dan berapa dana yang mau kamu simpan dan masuk ke dana darurat. Jika tidak bisa melakukannya secara manual, gunakan aplikasi digital untuk menolong.

  1. Tidak memperhitungkan pajak

Memperhitungkan pajak ternyata sangat besar lengan berkuasa terhadap kesehatan finasialmu. Orang dengan mentalitas yang jelek akan condong mengabaikan jumlah pajak yang mesti dibayarkan. Padahal perencanaan pajak sangatlah signifikan dalam perencanaan keuangan.

(Baca juga: Awas, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Miskin!)

Misalnya saja dikala kamu akan berpindah daerah tinggal. Pikirkan dan perhitungkan soal pergantian pajak dan biaya yang akan diperlukan dalam perpindahan tersebut. Pertimbangkan apakah ongkosnya akan membengkak atau ada cara yang mampu dijalankan untuk meminimalisir ongkos yang mesti dikeluarkan.

  1. Tidak upgrade diri sendiri

Di luar faktor pengaturan keuangan, ada hal lain yang membuat kau sukar berkembang secara finansial ialah kamu tidak mau menambahkan ‘nilai jual’ dirimu sendiri. Saat orang lain belajar banyak hal, memperbesar ilmu dan wawasan, kamu bertahan dengan apa yang kamu miliki.

Padahal jikalau kau menambah nilai dirimu, tentu itu akan menciptakan orang lain mau membayar lebih untuk jasa dan kemampuanmu. Dengan begitu, pemasukanmu juga akan naik juga.

Apakah kau masih memiliki mentalitas di atas? Jika iya, mari kita ubah biar lebih baik lagi. Ingatkan diri sendiri bahwa cara untuk mampu membiayai dirimu di kala depan yaitu dengan merencanakan keuangan dari sekarang.

Jangan hingga kamu nanti harus tetap melakukan pekerjaan padahal orang seusiamu telah pensiun. Jangan sampai juga kau terus terjebak pada utang pemberian padahal pendapatan telah tidak mengecewakan. 

Dapatkan beragam kiat pengelolaan duit yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hanya di CekAja.com.