0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

6 Fakta Dibalik Hari Pembatalan Diskriminasi Rasial Sedunia

Tahukah kamu bahwa ada peringatan penting di seluruh dunia pada tanggal 21 Maret setiap tahunnya? Ya, pada tanggal tersebut dunia memperingati yang namanya Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia.

Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia

Peringatan apakah itu dan semenjak kapan ada hari seperti itu? Bagaimana cara merayakan atau memperingatinya? Pertanyaan itu mungkin muncul di kepala banyak orang alasannya selama ini masyarakat Indonesia memang jarang mengetahui soal hari internasional tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut soal sejarah dan fakta lain di balik Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia, simak yuk fakta-fakta berikut ini.

1. Cerita di balik pemilihan tanggal 21 Maret

Kamu niscaya sudah menebak bahwa penyeleksian tanggal 21 Maret mustahil dikerjakan secara acak. Tentu ada argumentasi atau insiden penting yang melatarbelakangi pemilihan tanggal tersebut.

Ya, kau benar. Tepat pada tanggal 21 Maret 1960 ada suatu bencana bersejarah di wilayah Sharpeville, Afrika Selatan.

Pada hari itu ada aksi damai untuk menentang aturan apartheid yang dikala itu masih berlaku. Aparteid sendiri ialah politik yang membeda-bedakan orang berdasarkan ras, agama hingga kelas sosial.

Menurut tata cara itu, orang berkulit hitam dianggap mempunyai kelas yang lebih rendah dibanding kulit putih.

Sekitar 200 ribu orang bergabung dalam aksi di Sharpeville. Mereka berisikan laki-laki, wanita, bahkan ada bawah umur.

Sayangnya, agresi itu menjadi tidak terkontrol dan polisi menembak para peserta yang sedang melakukan agresi.

Ada 69 korban yang meninggal dunia tergolong di antaranya perempuan dan bawah umur. Selain itu tercatat ada ratusan orang yang menderita luka-luka akhir kejadian brutal tersebut.

2. Pengesahan oleh PBB

Peringatan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia, tidak langsung ditetapkan sempurna sehabis insiden Sharpeville.

Enam tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1966, negara-negara yang menjadi anggota Majelis Umum PBB baru mengesahkan suatu resolusi yang secara resmi memutuskan, bahwa 21 Maret akan diperingati sebagai Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia.

3. Pengumuman dari MU PBB

Setelah akreditasi resolusi tersebut, tidak berarti semua negara di dunia eksklusif ikut serta dalam peringatan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial.

Mejelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB) gres menunjukkan pengumuman resmi, yang meminta seluruh negara untuk memperingati hari tersebut pada tahun 1979.

MU PBB meminta agar peringatan diselenggarakan selama satu ahad. Bukan hanya untuk mengenang apa yang telah terjadi dalam sejarah, peringatan ini juga bermaksud untuk memperlihatkan solidaritas terhadap orang-orang yang telah atau sedang berjuang menghadapi diskriminasi dan rasisme.

(Baca juga: Diskriminasi Rasial, Sakitnya Tuh Di Sini!)

Peringatan tersebut juga diperlukan mampu mengingatkan kita, untuk melawan diskriminasi rasial dan kekerasan fisik maupun langkah-langkah diskriminatif yang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Segala dugaan buruk dan stereotype kepada orang dengan warna kulit, budaya, atau ras yang beda dilarang dilestarikan lagi.

4. Memiliki tema

Setiap tahunnya, PBB memberikan tema yang berlainan untuk perayaan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia.

Berikut ini adalah beberapa tema yang pernah digunakan: Diskualifikasi Rasisme (2010), Peran Pemimpin dalam Melawan Rasisme dan Diskriminasi Ras (2014), Belajar dari Tragedi untuk Menghapuskan Diskriminasi Ras Saat Ini (2015), dan Mitigasi dan Melawan Meningkatnya Supremasi Nasionalisme dan Ideologi Ekstrem (2019).

5. Kegiatan selama perayaan

Setelah kau mengenali sejarah dan tujuan perayaan hari internasional ini, kau niscaya akan mengajukan pertanyaan juga “apa yang mesti kau kerjakan untuk ikut ikut serta?”.

Setiap tahunnya, lazimnya masing-masing negara akan memiliki cara tersendiri. PBB lazimnya akan menciptakan webcast yang memperlihatkan pemimpin dunia atau petinggi PBB.

Ada juga banyak sekali macam diskusi tentang abolisi, atau cara melawan diskirimasi ras yang melibatkan cowok.

Berbagai kampanye di media umum juga bisa dilakukan dengan memakai hashtag tertentu. Ada juga publikasi essay, foto, dan artikel terkait diskriminasi dan rasisme.

(Baca juga: Dunia Berduka Akibat Corona, Kamu Kok Masih Rasis Aja?)

Karena dikala ini sedang ada penyebaran Covid-19, PBB sendiri telah menginformasikan tidak ada peringatan yang melibatkan kerumunan.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengadakan program seperti parade atau sejenisnya dan lebih mengedukasi diri sendiri dengan membaca atau menonton ihwal gosip diskiriminasi ras, xenophobia, dan intoleransi.

6. Kampanye di media umum

Mengajak orang lain untuk tidak bersikap diskriminatif, tidak mesti dengan parade. Sekarang ini kau mampu ikut kampanye dan diskusi secara online di media sosial.

UN Human Rights Office sudah meluncurkan sebuah hashtag yang patut untuk kau ikuti yaitu #FightRacism. Kamu juga bisa menawarkan pertolongan bagi mereka yang dikala ini masih mengalami diskriminasi dan kekerasan dengan menggunakan hashtag #FightRacism.

Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia sebetulnya cuma pengingat, biar kita tidak bersikap rasis dan diskriminatif terhadap siapapun.

Intinya, kita mesti menjunjung toleransi dan kesetaraan saban hari dalam kehidupan bukan hanya ketika peringatan tertentu saja.

Setelah mengedukasi diri sendiri, tidak ada salahnya kamu juga mengedukasi orang lain semoga tidak rasis.

Belakangan, xenophobia kian berkembangdan banyak orang di dunia ini yang masih menderita alasannya adalah rasisme.

Yuk, kita sama-sama melawan ketidakadilan tersebut dan saling membantu kalau ada teman yang memerlukan.

Seperti halnya Kredivo, perusahaan peer to peer (P2P) lending yang sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang selalu siap menolong semua keperluan finansial kau yang lagi memerlukan.

Ajukan dukungan online dari Kredivo, melalui CekAja.com sekarang juga!