0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 tips Urus Pelat Nomor Hilang Atau Rusak Di Samsat Dan Ongkosnya

Cara urus pelat nomor hilang atau rusak ternyata sungguh mudah, dengan proses yang tidak ribet. Daripada memakai cara ilegal dengan membuat pelat nomor gres di toko pinggir jalan, lebih baik kamu eksklusif ke Samsat saja.

Mengenal Seluk-Beluk Pelat Nomor Kendaraan

Pelat nomor kendaraan atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) bisa disebut selaku nomor identitas kendaraan bermotor yang kita miliki, baik motor maupun kendaraan beroda empat.

Setiap kendaraan akan mempunyai nomor ini yang berupa pelat berwarna dasar hitam dan tulisan putih, dengan susunan aksara dan angka khusus.

Untuk kendaraan gres, proses penerbitan pelat nomor sekaligus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) membutuhkan waktu.

Sehingga umumnya kendaraan yang gres dibeli mampu digunakan untuk bepergian dengan membawa Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) yang berlaku sementara adalah 1 bulan, dan Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB) atau pelat nomor kendaraan sementara yang berwarna dasar putih dengan goresan pena merah.

Sedangkan untuk kendaraan bekas yang diperjual-belikan, maka pengurusan pelat nomor tetap sama jikalau periode pajak masih berlaku.

Hanya saja, nama pemilik kendaraan pada STNK dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mesti diubah, sesuai dengan nama pemilik kendaraan gres.

Semua proses pengurusan pelat nomor baru, pelat nomor hilang, maupun pelat nomor rusak dilakukan di kantor Samsat.

Maka dari itu, cara urus pelat nomor hilang atau rusak maupun gres wajib dikenali.

Fungsi Pelat Nomor Kendaraan

Sebelum mengetahui cara urus pelat nomor hilang atau rusak, pahami dahulu fungsi pelat nomor pada kendaraanmu.

Pelat nomor kendaraan sangat penting untuk dimiliki sebagai identitas kendaraan. Pelat nomor kendaraan juga memberikan bahwa kendaraan tersebut sudah mengantongi izin untuk jalan di jalan lazim.

Setiap pelat nomor juga memiliki aba-aba angka yang memberikan era berlaku pembayaran pajak, yang lazimnya berlaku selama 5 tahun.

Makara, fungsi pelat nomor juga menjadi bukti bahwa pemilik telah mengeluarkan uang pajak kendaraannya.

Pada kasus-kasus kriminal yang berkaitan dengan kendaraan bermotor, pelat nomor akan mempermudah pihak berwajib mendata kendaraan yang dimaksud. Itulah beberapa fungsi pelat nomor kendaraan.

(Baca Juga: 12 Daftar Motor Matic Bagasi Besar dari Berbagai Merek)

Tahun 2020, Pelat Nomor Berubah!

Mulai 17 Februari 2020, semua jenis kendaraan bermotor di Indonesia yang kala pembayaran pajaknya habis, wajib melakukan pendaftaran ulang pelat nomornya.

Jadi, kendaraan yang mau mengeluarkan uang pajak kendaraan 5 tahunan akan mendapat pelat nomor gres dengan susunan aksara dan nomor seri yang berlawanan.

Misalnya, sebelumnya pelat kendaraanmu adalah B 1706 AH, nantinya akan bermetamorfosis B 1008 HE. Huruf pertama pada pelat nomor tidak akan berubah, karena menawarkan daerah asal kendaraan saat dibeli dan teregistrasi.

Selain itu, diperkirakan akan ada perubahan warna pelat nomor yang akan membuat lebih mudah kamera pemantau CCTV di jalan untuk mendata kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas.

Ya, seperti yang kita pahami, ketika ini Satlantas Kepolisian sedang memeratakan sistem tilang online secara bertahap di seluruh tempat di Indonesia.

Namun, perubahan warna ini masih belum bisa ditentukan. Bisa saja pelat nomor bermetamorfosis warna dasar putih dengan goresan pena hitam, atau warna dasar hitam yang apabila terkena cahaya akan berubah menjadi warna putih kekuningan dengan warna goresan pena hitam.

Cara pembayaran pajak kendaraan sekaligus pengubahan pelat nomor baru ini sama saja dengan cara urus pelat nomor hilang atau rusak. Semuanya dijalankan di Samsat dengan proses gampang dan cepat.

Cara Urus Pelat Nomor Hilang atau Rusak

Pelat nomor kendaraan kerap kali mampu saja hilang ataupun rusak. Kedua duduk perkara ini rasanya pernah dialami hampir siapa pun yang memiliki kendaraan bermotor.

Sebagian orang lazimnya menentukan untuk membuat ulang pelat nomor di toko-toko pinggir jalan yang menunjukkan jasa pembuatan pelat nomor. Padahal, cara urus pelat nomor hilang atau rusak ini yaitu hal melanggar aturan alias ilegal.

Sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, penerbit pelat nomor kendaraan resmi adalah Samsat.

Pihak Samsat akan melayani cara urus pelat nomor hilang atau rusak dengan proses yang mudah, dan ongkos yang terjangkau.

Berikut ini beberapa sistem urus pelat nomor hilang atau rusak di Samsat:

1. Datang ke Kantor Samsat

Cara urus pelat nomor hilang atau rusak yang pertama ialah dengan mengunjungi eksklusif kantir Samsat sesuai daerah domisili atau tempat asal kendaraan tercatat sejak permulaan.

Perlu dimengerti kantor Samsat beroperasi dan melayani pengurusan pelat nomor hilang atau rusak setiap Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 sampai 14.00 waktu lokal.

Pastikan proposal pengurusan pelat nomor hilang atau rusak diajukan oleh pemilik kendaraan dengan nama yang serupa dan tertera sesuai dengan STNK dan BPKB.

2. Mengambil Nomor Antrean

Setelah hingga di kantor Samsat, kau bisa memberitahu maksud tujuanmu mendatangi kantor Samsat. Pilih jenis layanan dan ambil nomor antrean.

Hal ini dimaksudkan biar pelayanan di Samsat terstruktur dengan baik, sesuai dengan urutan kehadiran konsumen. Sehingga cara urus pelat nomor hilang atau rusak bisa diproses sesuai mekanisme.

(Baca Juga: 8 Aki Kering Terbaik untuk Motor)

3. Menyerahkan Syarat Dokumen

Cara urus pelat nomor hilang atau rusak berikutnya yakni dengan menambahkan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Di antaranya sebagai berikut:

  • Surat Keterangan Kehilangan dari Polsek kawasan hilangnya pelat nomor kendaraan (untuk pengurusan pelat nomor hilang).
  • Pelat nomor kendaraan yang rusak (untuk pengurusan pelat nomor rusak).
  • STNK
  • BPKB
  • KTP

4. Membayar Biaya Pengurusan Pelat Nomor Pengganti

Kemudian, kamu perlu membayar biaya yang diharapkan untuk layanan pengurusan pelat nomor pengganti tersebut di kasir.

Biaya layanan cara urus pelat nomor hilang atau rusak di Samsat sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 untuk motor, dan Rp100.000 untuk kendaraan beroda empat.

Biaya ini malah tak jauh berlainan dengan pembuatan pelat nomor di toko pinggir jalan yang biasanya mematok harga Rp40.000 sampai Rp60.000 untuk motor, dan Rp100.000 hingga Rp110.000 untuk mobil.

5. Tunggu Petugas Memproses Pelat Nomor Baru

Seletah akhir membayar, kau cukup menunggu petugas memproses layanan cara urus pelat nomor hilang atau rusak.

Pelat nomor kendaraan baru lazimnya akan jadi di hari yang serupa, tetapi mungkin saja bisa lebih lama. Semuanya tergantung dengan banyak-tidaknya layanan yang harus diproses pada Samsat lokal.

Untuk lebih lanjut, kau bisa menanyakan wacana tersebut pada petugas Samsat di derahmu, ya.

Itulah beberapa cara urus pelat nomor hilang atau rusak di Samsat. Sangat mudah dan biayanya murah, kan?

Selain perlu memelihara pelat nomor yang tertempel pada kendaraan, perhatikan juga mutu unsur kendaraanmu dengan men-servis secara berkala di bengkel resmi kendaraan bermotor.

Tak usah khawatir dengan biaya servis kendaraan, sebab sudah banyak bengkel yang melayani pembayaran dengan kartu kredit.

Makanya, miliki kartu kredit sekarang juga. Kamu mampu mencari saran kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhanmu melalui CekAja.

Selain menawarkan saran, CekAja juga akan membantu proses pengajuan kartu kredit via online. Jadi, kau tak perlu repot-repot mendatangi kantor penyuplaikartu kredit.

Mau tahu kartu kredit yang pas untukmu? Langsung saja cek kini juga lewat CekAja!