0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 tips Unik Kepala Tempat Mengatasi Corona

Sejak pemerintah memberitahukan kasus konkret Covid-19 alias Corona pertama kali di Indonesia pada Senin (2/3) yang lalu, sejumlah Kepala Daerah dengan gesit mengambil langkah pencegahan supaya virus tersebut tidak masuk ke wilayahnya.

9 Virus Berbahaya dari Hewan Selain Corona

Berbagai cara dilaksanakan, mulai dari melaksanakan penyemprotan desinfektan di jalanan dan ruang publik, memperbanyak titik mencuci tangan, menghalangi jam operasional kedai makanan, pusat perbelanjaan dan kawasan ibadah, hingga membuat kebijakan wajib menggunakan masker dan mempertahankan jarak bagi warga. Semua dilaksanakan demi memutus rantai penyebaran Corona di wilayahnya.

Namun, dari terlalu banyak kepala tempat di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang membuat kebijakan penanganan Corona, beberapa diantaranya bisa mengundang perhatian penduduk . Sebab dengan kewenangannya masing-masing, mereka memberlakukan kebijakan ‘out of the box’ yang terbilang unik dalam memberantas Corona.

Ini ia 5 cara unik Kepala Daerah dalam menangani virus mematikan tersebut:

1. Wali Kota Tegal Pionir Terapkan Lockdown

Wali Kota Tegal Pionir Terapkan Lockdown - Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, merupakan Kepala Daerah yang pertama kali mengambil kebijakan lockdown, jauh sebelum pemerintah menerbitkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah tempat di Indonesia.

Dedy, pertama kali memberitahukan akan memberlakukan lockdown pada Rabu (25/3) di pendopo Balai Kota Tegal, sesudah salah satu warganya dikenali positif Corona.

Lockdown tersebut rencananya dilaksanakan mulai 31 Maret hingga 31 Juli 2020 dengan cara menutup seluruh perbatasan Kota Tegal, sehingga tidak ada kendaraan yang mampu melintas masuk maupun keluar, kecuali jalanan milik Pemerintah Provinsi dan jalan Nasional.

“Seluruh perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier namun MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk,” tegas Dedy Yon.

Ia berharap masyarakat Tegal mampu memahami kondisi tersebut. Dedy Yon juga mendoakan pasien faktual corona biar cepat pulih.

“Ini adalah pilihan yang pahit dan aku juga persoalan. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” katanya.

Namun nyatanya lockdown kota Tegal hanya berlangsung selama 4 hari. Karena sesudah dilakukan evaluasi, Dinas Perhubungan Kota Tegal menilai satu akses masuk yang masih dibuka melalui Jalan Proklamasi tidak cukup. Oleh sebab itu, pada Sabtu (4/4) beton-beton epilog jalan dibuka kembali.

2. Wali Kota Sorong Bubarkan Warga Pakai Rotan

Wali Kota Sorong Bubarkan Warga Pakai Rotan - Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona

Lambertus Jitmau, Wali Kota Sorong mengijinkan Satpol PP di wilayahnya untuk membubarkan warga yang masih berkumpul memakai rotan.

Instruksi tersebut dikeluarkan Lambertus pada Rabu (22/4) lalu dikala memperlihatkan keterangan pers di Posko Satgas Penanganan dan Penanggulangan Wabah Covid-19.

(Baca juga: Benarkah Eukaliptus Mencegah Corona? Berikut Penjelasannya!)

Orang nomor satu di Kota Sorong ini mengaku tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap warga penduduk yang masih keluar rumah, tidak menggunakan masker serta membuat kerumunan.

Kebijakan Pemerintah Kota Sorong ini sedikit banyak menjiplak langkah Pemerintah India, yang memukuli warganya yang masih berkeliaran saat negara tersebut telah mengumumkan status lockdown.

Namun, Kepala Satpol PP Kota Sorong, Daniel Jitmau mengaku timnya tidak serta merta mengayunkan rotan setiap kali menemukan sekumpulan warga Sorong yang tidak mengindahkan perintah Wali Kota Lambertus untuk di rumah saja.

Ia sudah meminta tim Satpol PP untuk mengedepankan pendekatan persuasif dahulu sebelum mendaratkan rotan pada para warga yang nakal.

“Setelah dijalankan pendekatan persuasif, bila masih ada yang kumpul-kumpul maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan memegang rotan. Kalau sudah begitu, semua orang yang kami jumpai di jalan dan masih kumpul-kumpul akan kena rotan,” kata Daniel.

3. Bupati Banyumas Denda Pengendara Motor Tanpa Masker

Bupati Banyumas Denda Pengendara Motor Tanpa Masker - Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona

Di Kabupaten Banyumas, warga yang mengendarai motor tanpa masker dikenakan denda Rp20 ribu oleh Bupati Achmad Husein. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Banyumas Nomor 440/212/Tahun 2020 wacana Peran Serta Aktif Setiap Orang dalam Penanggulangan Penyebarluasan Corona.

“Saya condong denda. Besaran dendanya telah diputuskan bersama Ketua DPRD dan Forkopimda, sebesar Rp20 ribu,” ujar Husein.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Banyumas menggandeng sejumlah instansi terkait untuk melaksanakan pemantauan.

“Uang dendanya nanti mampu dipakai untuk pengadaan perlengkapan kesehatan yang terkait dengan Corona,” kata Husein.

Selain mengharuskan warganya memakai masker dan memberikan hukuman denda bagi warga yang melanggar, SK tersebut juga mengendalikan larangan acara yang melibatkan banyak orang, kecuali menerima izin dari pihak terkait.

Selain itu, masyarakat yang mempunyai gejala batuk, pilek, nyeri telan dan nyeri persendian diminta memeriksakan diri ke dokter.

4. Bupati Bolaang Mongondow Timur Sebar Peti Mati

Bupati Bolaang Mongondow Timur Sebar Peti Mati - Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona

Cara cukup ekstrem diterapkan Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Hadjar untuk mengingatkan warganya akan berbahayanya Covid-19. Sehan menyebar peti mati ke 7 Kecamatan di wilayahnya sebagai pengingat bahwa kegiatan warga yang tidak butuhdi luar rumah, mampu berujung maut.

Menurutnya, peti mati itu sebagai simbol biar masyarakat harus patuh dan berdiam di rumah agar tidak masuk ke dalam peti mati akibat Corona.

“Yang kita lawan ini tidak bersayap, tidak berkaki dan tidak kelihatan. Jadi, kita sukar menebaknya. Dan jikalau sudah terkena, ya peti mayat ini yang mau jadi kawasan kita. Makanya, saya ingatkan supaya berdiam diri di rumah dulu,” kata Sehan, Sabtu (18/4) lalu.

5. Bupati Sragen Kurung Pemudik di Rumah Angker

Bupati Sragen Kurung Pemudik di Rumah Angker - Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona

Nah, kebijakan terakhir yang terbilang sangat ekstrem dilakukan Pemerintah Daerah dalam memutus penyebaran Covid-19 dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Berawal dari kekesalan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang sering menerima laporan dari Pemerintah Desa, ihwal banyaknya pemudik yang pulang dan tak patuh karantina berdikari di rumah masing-masing selama 14 hari.

(Baca juga: 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona, Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra)

“Jika masih ada yang nekat tidak melaksanakan karantina berdikari 14 hari, saya persilakan desa untuk melakukan langkah tegas. Kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan situ saja,” ujar Yuni.

Kebijakan nyeleneh berbau mistis tersebut tentu menciptakan gentar para pemudik yang tidak takut menghadapi risiko maut akibat Corona, tetapi takut dengan pocong dan mitra-kawannya bukan?

Pentingnya Asuransi Kesehatan Covid-19

Itu tadi 5 cara unik Kepala Daerah dalam Menangani Corona. Ada yang menentukan cara tegas dengan mengayunkan rotan, hingga yang berbau mistis dengan mengunci warga di dalam rumah menyeramkan.

Buat kau yang tidak mau kehilangan wajah alasannya adalah terkena eksekusi para bapak dan ibu Kepala Daerah tersebut, seharusnya ikuti anjuran mereka untuk tetap di rumah, tidak pulang kampung, mempertahankan jarak dari kerumunan, memakai masker, dan bersungguh-sungguh mencuci tangan ya.

Tapi mohon maaf nih Bapak dan Ibu Wali Kota atau Bupati, harusnya sih jika mau warganya lebih terlindung dari Corona, mengapa tidak menganjurkan mereka untuk memiliki asuransi kesehatan yang memperlihatkan tunjangan dari risiko penyakit tersebut?

Salah satu asuransi kesehatan terbaik yang menawarkan bantuan dari virus Corona ialah Citra Proteksi Kesehatan Aktif dari Ciputra Life.

Dengan memiliki Citra Proteksi Kesehatan Aktif, kau mampu mengajukan klaim ongkos rawat inap rumah sakit sampai sembuh total dari Covid-19 yang seluruhnya akan diganti oleh Ciputra Life. Bahkan nilai premi yang kau bayar pun mampu kembali 110 persen.

Tidak cuma membayar ongkos pengobatan pasien, Ciputra Life juga akan mengembalikan 100 persen nilai premi yang telah dibayarkan terhadap pihak keluarga, jika nyawa pemegang polis tidak tertolong dan meninggal dunia.

Sementara buat para karyawan yang sudah diberi jaminan asuransi oleh kantor,asuransi Ciputra Life bahkan memperbolehkan nasabahnya untuk melakukan double cover. Sehingga dua asuransi bisa dipakai sekaligus selama abad penyembuhan dari virus Corona.

Dapatkan asuransi kesehatan terbaik Ciputra Life yang mau melindungi diri kau dan keluarga dari risiko paparan virus Corona lewat CekAja.com, kini juga!