0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Pesepakbola Yang Gulung Tikar Setelah Pensiun, Semua Alumni Liga Inggris

Sepakbola telah membuka ladang profesi yang bisa memperlihatkan banyak uang. Pendapatan pesepakbola tidak hanya sebatas honor dari klub, melainkan juga dari sponsor produk yang mengontrak para pesepakbola tersebut.

Dalam periode waktu seminggu, pesepakbola mampu menerima uang hingga miliaran rupiah dari honor dan juga royalti sponsor. Tak ayal bila para pesepakbola khususnya mereka yang bermain di persaingan atau liga-liga besar Eropa hidup bergelimang harta, terkenal, dan lupa berinvestasi.

Tidak semua pesepakbola mampu mengorganisir keuangan mereka secara baik dan benar. Ada di antara mereka yang justru kerap berfoya-foya lantaran tidak takut uangnya habis padahal profesi sebagai pesepakbola tidaklah selamanya.

Mereka tidak sadar bahwa ada banyak aspek seperti cedera dan usia yang kian renta bisa membuat mereka dipaksa pensiun dari glamornya dunia sepakbola.

Akibatnya, para pesepakbola yang memiliki gaya hidup tidak bijaksana dan suka berfoya-foya mengalami kebangkrutan saat pensiun. Mereka tidak memiliki simpanan jangka panjang untuk menyambung hidup pasca-pensiun sehingga hidupnya terlantung-lantung tanpa arah.

Berikut ini beberapa pesepakbola yang mengalami kebangkrutan sehabis gantung sepatu atau pensiun dari lapangan hijau.

  1. John Arne Riise

John Arne Riise - Pesepakbola yang Bangkrut Setelah Pensiun Semua Alumni Liga Inggris

Sosok pertama dalam daftar pesepakbola yang mengalami kebangkrutan sesudah pensiun adalah John Arne Riise. Pada periode jayanya, yakni media 2000-an, Riise ialah salah satu bek sayap dengan kemampuan di atas rata-rata di Liga Primer Inggris.

Riise yang berposisi selaku bek kiri itu terkenal dengan tembakan kaki kirinya yang sungguh keras. Tak ayal jika ia kerap menjadi algojo tendangan bebas bagi Liverpool selain Steven Gerrard.

Bola hasil tendangannya bahkan sempat membuat tulang paha Alan Smith patah dikala Liverpool bertemu Manchester United di ajang Liga Primer Inggris.

Pemain berkebangsaan Norwegia itu juga pernah memperkuat beberapa tim selain Liverpool, ialah AS Roma, Fulham, dan Monaco.

Kala menjadi pemain, Riise mendapatkan bayaran mencapai Rp7,6 miliar per pekan. Jumlah itu hanya gaji dari klub yang diperkuatnya. Atas honor sebesar itu, Riise harusnya bisa hidup secara makmur.

Namun, pesepakbola kelahiran Molde, Norwegia itu pernah dinyatakan melarat dan terlilit utang serta menjadi korban penipuan sebesar Rp57 miliar.

  1. David James

David James - Pesepakbola yang Bangkrut Setelah Pensiun Semua Alumni Liga Inggris

Kiper asal Inggris David James menempati posisi kedua sebagai pesepakbola yang mengalami kebangkrutan setelah pensiun. Kiper yang malang melintang bersama sejumlah klub di Liga Primer Inggris bergotong-royong mempunyai pendapatan yang cukup besar saat masih aktif selaku pemain.

(Baca juga: Daftar Situs Nonton Streaming Sepakbola Liga Champions Terbaik)

Tercatat, mantan kiper nomor 1 Timnas Inggris ini memiliki kekayaan sebesar Rp382 miliar. Namun, banyaknya harta yang James miliki tidak menjamin hidupnya lebih makmur. Pada 2014 silam, James yang pernah memperkuat Liverpool dan Manchester City ini divonis mengalami kebangkrutan.

Kebangkrutan yang dialami James disebabkan sebagian besar oleh utang dan diawali dari perceraiannya dengan sang istri yang berjulukan Tanya. Kebangkrutan yang dialami James membuatnya mesti menjual barang-barang berharga yang ia miliki. Bahkan, James pernah harus memasarkan koleksi sarung tangan kipernya untuk sekadar menyambung hidup.

  1. Brad Friedel

Brad Friedel - Pesepakbola yang Bangkrut Setelah Pensiun Semua Alumni Liga Inggris

Pesepakbola yang lain yang mengalami kebangkrutan sehabis pensiun ialah Brad Friedel. Kiper asal Amerika Serikat (AS) yang malang melintang di Liga Inggris berama Blackburn Rovers, Aston Villa, dan Tottenham Hotspurs ini memiliki kesanggupan di atas rata-rata. Tak heran bila kariernya di Inggris cukup moncer.

Atas kemampuan mumpuninya dalam mempertahankan gawang, Friedel mendapatkan bayaran lebih dari Rp7,6 miliar per pekan di klub yang ia bela. Namun, kiper berkepala plontos ini justru harus rela mengalami kebangkrutan pada 2011 silam.

Kebangkrutan yang Friedel peroleh tak terlepas dari hutang yang melilitnya. Friedel dikenali memiliki sekolah sepak bola di Amerika Serikat. Sekolah atau akademi itu dibangun Friedel memakai duit pertolongan yang pada kesudahannya tidak sanggup ia bayar.

Mantan kiper nomor 1 Timnas AS tersebut diperkirakan berutang hingga Rp95 miliar. Rumahnya senilai Rp4,9 miliar juga terpaksa mesti direlakan sebab disita oleh pihak bank.

  1. Celestine Babayaro

Celestine Babayaro - Pesepakbola yang Bangkrut Setelah Pensiun Semua Alumni Liga Inggris

Kehidupan glamor nan mewah tampaknya membutakan mata Celestine Babayaro. Mantan bek Newcastle United dan Chelsea ini divonis mengalami kebangkrutan sehabis pensiun selaku pesepakbola pada 2011 silam.

Pemain berkebangsaaan Nigeria ini sempat menjadi pemain dengan honor besar di Liga Inggris pada isu terkini 90-an final hingga permulaan milenium. Bayarannya pun mencapai Rp477 juta per pekan. Angka tersebut cukup besar bagi pemain sekaliber Babayaro kala itu yang berlaga di Liga Primer Inggris.

Saking bangkrutnya, Babayaro sempat dikabarkan tidak bisa berbelanja mesin pemotong rumput untuk digunakan di rumah mewahnya.

  1. Eric Djemba-Djemba

Eric Djemba-Djemba - Pesepakbola yang Bangkrut Setelah Pensiun Semua Alumni Liga Inggris

Djemba-Djemba menjadi pesepakbola berikutnya yang mengalami kebangkrutan sesudah pensiun. Pengelolaan keuangan yang jelek menjadi alasan utama mengapa Djemba-Djemba mengalami kebangkrutan.

Djemba-Djemba direkrut Manchester United dari tim Liga Perancis, Nantes pada musim 2003-2004. Kehadirannya di skuad setan merah dibutuhkan Sir Alex Ferguson yang menjadi instruktur abad itu untuk menjadi penyeimbang di lini tengah bareng dengan Paul Scholes dan Roy Keane.

Kepindahan Djemba-Djemba ke tim raksasa Inggris dari tim kecil di Perancis menjadi titik balik kehidupannya. Seolah mengalami star syndrome, pemain asal Kamerun itu tidak mampu tampil baik di dalam lapangan sehingga menjadikannya tidak bertahan usang di Old Trafford.

Gaji besar yang diperolehnya di Manchester United tidak mampu digunakannya secara bijak. Djemba-Djemba hidup berfoya-foya dengan berbelanja 4 kendaraan beroda empat glamor dan ia juga tercatat memiliki 30 rekening dari bank yang berbeda.

(Baca juga: 5 Pesepakbola Terkaya Dunia 2019, Masih Ada Nama Rooney)

Pengelolaan keuangan yang buruk, kehidupan mewah tanpa tanggung jawab, dan juga penampilan jelek di dalam lapangan membuat Djemba-Djemba cuma bertahan 2 isu terkini di Manchester United. Setelah itu ia sempat bermain untuk banyak klub di antaranya Aston Villa, Burnley, Qatar SC, Partizan Belgrade, Hapoel Tel Aviv, St Mirren, dan Chennaiyin.

Pada 2015, Djemba-Djemba pun sempat bermain di Indonesia dengan memperkuat kesebelasan Persebaya Bhayangkara. Namun, kemampuannya justru terus menurun sehingga ia karenanya pensiun pada 2016.

Tidak mau mengalami nasib nahas mirip para pesepakbola itu kan? Makanya, kelola duit penghasilan yang kamu mampu setiap bulan dengan bijak. Jangan lupa untuk berinvestasi atau menabung, demi memenuhi keperluan hidup ketika nanti kamu tidak produktif lagi.

Dapatkan bermacam-macam tips mengelola keuangan yang mampu kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui CekAja.com.