0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Perbedaan Kista Dan Miom, Kenali Keduanya Sebelum Telat!

Sebagian perempuan mungkin masih bingung akan perbedaan kista dan miom. Padahal, kedua penyakit ini jelas saja tak sama dan justru mesti ditangani dengan cara yang berlainan.

Beda Pengertian antara Kista dan Miom

Perbedaan kista dan miom bahu-membahu cukup signifikan. Apalagi kalau dilihat dari bentuk dan letaknya.

Dua penyakit yang seringnya menyerang organ reproduksi wanita ini tergolong dalam jenis tumor jinak, yang jikalau tidak secepatnya diperiksakan ke dokter, bisa memunculkan aneka macam komplikasi.

Nah, sebelum kita membicarakan lebih detil mengenai perbedaan kedua penyakit tersebut, mendingan simak dulu akan pemahaman dari kista maupun miom.

Kaprikornus, kamu mampu lebih paham akan perbedaan kedua tumor tersebut.

Pengertian Kista 

Kista yakni tumor jinak yang bahwasanya tidak berbahaya. Penyakit ini mampu berkembang di organ badan mana saja, tetapi seringnya pada bagian reproduksi perempuan, utamanya bagian ovarium.

Bentuknya seperti benjolan yang berisi cairan atau gas dan sifatnya menempel pada bagian organ. 

Beberapa jenis kista yang paling biasa terjadi yakni kista epidermoid, kista payudara, dan kista ovarium.

Pengertian Miom

Miom atau uterine fibroid yaitu tumor jinak yang mampu tumbuh di bab dalam maupun luar dinding rahim.

Seseorang yang menderita miom, lazimnya tidak hanya mempunyai satu buah tumor saja pada rahimnya, namun bisa lebih dari itu.

Miom yang makin tampakmembesar akan menjadikan penyumbatan pada bab saluran kemih.

Beberapa jenis miom menurut letak tumbuhnya ialah miom subsetosal (bab luar rahim), miom submukosa (bagian lapisan dalam rahim), dan miom intramural (bab dinding otot rahim).

(Baca Juga: 12 Makanan Penyebab Kista Ovarium)

Perbedaan Kista dan Miom

Gimana, dari penjelasan di atas, kau telah mampu menebak akan letak perbedaan kista dan minom belum?

Kalau iya, sekarang mari kita buktikan kebenaran dari perbedaan dua penyakit tersebut.

Seperti yang dihimpun CekAja dari banyak sekali situs kesehatan, berikut ini beberapa perbedaan kista dan minom.

1. Gejala

Perbedaan kista dan miom yang pertama mampu kamu temukan lewat tanda-tanda dari kedua penyakit ini.

Baik kista maupun kinom, umumnya punya gejala yang berbeda di masing-masing orang, tergantung dari ukuran dan kawasan tumbuhnya.

Namun bila dilihat secara biasa , berikut ini perbedaan kista dan minom berdasarkan gejalanya:

Gejala kista

  • Terdapat bintil merah dan terasa sakit pada bab mata (kista mata)
  • Pada kista ovarium, penderitanya akan merasakan nyeri pada bab bawah perut sebelum dan selama haid, sembelit, mual, dan nyeri saat berafiliasi intim
  • Demam
  • Pusing
  • Kesemutan pada bab tubuh yang terdapat kista
  • Kulit mengalami kemerahan terutama pada sekitar area kista
  • Keluar darah ataupun nanah dari benjolan balasan kista

Gejala miom

  • Intensitas pendarahan dikala menstruasi melebihi batas wajar
  • Sering buang air kecil tetapi dengan kadar yang lebih minim
  • Periode haid lebih dari sepekan
  • Sembelit atau frekuensi buang air besar di bawah batas normal

2. Penyebab

Berbicara mengenai gejala, pasti kurang afdal kalau tidak membicarakan tentang penyebabnya.

Nah, pada perbedaan kista dan miom, kedua penyakit ini juga punya penyebab yang berbeda-beda, terutama pada miom. Di mana sebetulnya penyebab niscaya dari miom masih belum dikenali.

Namun beberapa jago mengatakan bahwa, miom bisa terjadi alasannya adalah meningkatnya hormon estrogen, dan faktor yang bisa menurunkan risiko miom cuma dari riwayat persalinan yang pernah dikerjakan.

Berbeda dari miom, penyebab dari kista sendiri justru lebih kompleks.

Sebab, selain sebab bengkak atau peradangan dalam waktu usang, baik pria maupun perempuan yang mengalami kista biasa disebabkan sebab beberapa hal ini:

  • Kondisi genetik
  • Cedera
  • Parasit
  • Sinovial atau penumpukan cairan sendi pada bagian belakang lutut (kista baker)
  • Adanya jaringan aneh dalam tubuh
  • Penumpukan keratin pada bab bawah kulit (kista epidermoid)
  • Penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata (kalazion)
  • Kondisi peradangan kronis 

3. Faktor Risiko

Jika dilihat dari aspek risiko, perbedaan kista dan miom umumnya terletak dari keadaan genetik hingga pergantian gaya hidup yang tak sehat.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Faktor risiko kista

  • Usia

Menurut laman Halodoc, salah satu jenis kista yang paling sering menyerang khususnya pada bagian reproduksi perempuan adalah kista ovarium.

Jenis ini punya faktor risiko yang cukup tinggi jika berbicara perihal perbedaan kista dan miom. Di mana wanita yang tergolong dalam usia pubertas sampai menopause punya risiko  lebih besar untuk mengalami kista ovarium. 

  • Obat khusus penyubur kandungan

Obat penyubur kandungan biasa dipakai untuk menciptakan wanita cepat hamil. Akan tetapi obat-obat sejenis ini pasti tak serta merta hanya menunjukkan pengaruh baik saja.

Sebab penggunaannya mampu memajukan risiko munculnya benjolan pada ovarium, dan lambat laun bisa menjadi penyebab kista dalam jumlah besar dengan ukuran relatif besar.

  • Kemoterapi

Masih dari laman Halodoc, aspek risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kista terutama jenis kista ovarium adalah kemoterapi dengan tamoxifen.

Tamoxifen ialah sejenis obat untuk menurunkan risiko kanker payudara pada wanita, dengan cara kerjanya sendiri yakni menghalangi imbas yang ditimbulkan oleh hormon estrogen.

Kemoterapi menggunakan tamoxifen bisa menimbulkan benjolan pada ovarium. Namun umumnya sehabis pengobatan dikerjakan, benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Faktor risiko miom

Meski penyebab miom belum dikenali secara niscaya. Namun bila kita mengatakan tentang perbedaan kista dan miom dari segi aspek risikonya, mampu dikatakan beberapa risiko terjadinya miom khususnya jenis miom uteri yaitu alasannya adalah

  • Gaya hidup yang tidak sehat mirip mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi daging merah secara berlebihan
  • Kekurangan asupan buah-buahan dan sayur hijau
  • Tidak memenuhi keperluan akan asupan vitamin D
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

4. Penanganan

Beda penyakit beda juga cara penanganannya. Nah, inilah yang mesti kamu ketahui saat berbicara tentang perbedaan kista dan miom.

Dokter biasanya cuma akan menyarankan penderitanya untuk melaksanakan pemeriksaan medis secara terjadwal.

Biasanya setahun sekali, bila kista ataupun miom yang dialami masih dalam keadaan ringan.

Pada kista, penyakit ini umumnya akan hilang dengan sendirinya.

Namun untuk beberapa keadaan tertentu, dokter tentu akan meminta pasiennya untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dan biopsi, untuk nantinya dilihat apakah kista yang dialami bersifat kanker atau tidak.

Jika kista tersebut bukanlah kanker, maka selanjutnya dokter akan menghilangkan penyakit tersebut dengan beberapa tata cara.

Mulai dari menyuntikkan kortikosteroid, menguras cairan kista dengan jarum, hingga operasi.

Berbeda dengan kista, penanganan pada miom umumnya gres dikerjakan jika penyakit ini timbul tanda-tanda.

Pengobatannya sendiri umumnya berbentukterapi hormon atau tindakan operasi.

Sementara untuk miom yang tidak menimbulkan tanda-tanda, dokter cuma merekomendasikan semoga pasien melakukan pengecekan berkala untuk memantau kemajuan miom. 

Perbedaan kista dan miom dari sisi penanganan ini penting sekali untuk kamu ketahui, sehingga kamu bisa mempersiapkan dananya dari kini tanpa takut keadaan keuangan menjadi tidak stabil.

(Baca Juga: 8 Ramuan Herbal semoga Bisa Cepat Hamil)

5. Pencegahan

Perbedaan kista dan miom memang cukup signifikan. Akan tetapi, setidaknya kamu harus melakukan aneka macam pencegahan biar dua jenis tumor jinak ini tak lagi menjadi momok menyeramkan bagi kesehatanmu. Berikut beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Rutin berolahraga 
  • Mengonsumsi kuliner yang kaya akan gizi
  • Menjaga berat badan supaya tetap dalam batas wajar
  • Mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang berfungsi untuk menurunkan risiko miom, mirip brokoli dan alpukat
  • Melakukan investigasi medis secara berkala setidaknya satu tahun sekali
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal
  • Menjauhi pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, bergadang, dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Tidak duduk terlalu usang

Biaya Pengobatan Memang Mahal, Namun Bisa Diminimalisir dengan Asuransi

Nah, itu tadi pembahasan perihal 5 perbedaan kista dan miom.

Dengan mengetahui perbedaannya sedari awal, setidaknya kau mampu melaksanakan pencegahan maupun pengobatan kalau mengalami gejala diantara dua penyakit tersebut.

Namun, meski kau telah mengetahui perbedaan kista dan miom, kau juga perlu menerapkan pola hidup sehat agar penyakit ini tak jadi keresahan dalam benakmu sendiri.

Selain paham akan perbedaan kista dan miom ini, kau juga mesti tahu jika ongkos pengobatan dari dua kondisi tersebut tidaklah murah, terlebih hingga mesti melaksanakan tindakan operasi.

Lantas, apa yang harus dikerjakan?

Satu-satunya cara untuk tetap menjaga kondisi keuangan biar stabil yaitu dengan mempergunakan asuransi kesehatan dari CekAja.com.

Lewat CekAja, kamu bisa menerima cakupan derma yang menyeluruh dengan bantuan klaim cepat dari mitra asuransi ternama yang dimiliki, mirip Asuransi Cigna, PFI Mega Life, dan Asuransi Ciputra Life.

Makara, keuntungan yang kamu mampu tentu saja berlipat ganda.

Yuk, tunggu terlebih? Ajukan asuransi kesehatanmu di CekAja.com dan rasakan perbedaannya untuk kesehatanmu hingga di kurun mendatang.