0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Perbedaan Hand Sanitizer Dan Disinfektan, Jangan Keliru!

Di kala pandemi, ungkapan hand sanitizer dan disinfektan niscaya telah enggak asing lagi bagi kamu. Namun, apa kau tahu perbedaan hand sanitizer dan disinfektan yang bekerjsama?

Meski sama-sama efektif untuk menghalangi laju penyebaran virus Corona, baik hand sanitizer maupun disinfektan ternyata mempunyai jenis, fungsi, hingga cara penggunaan yang tak sama.

Hal inilah yang kadang kurun membuat orang-orang kebingungan mengenai perbedaan hand sanitizer dan disinfektan.

Bahkan gak sedikit dari kita yang alhasil cuma menggunakan salah satu diantara dua produk tersebut.

Padahal di masa “berat” seperti ini, bukan hanya hand sanitizer atau disinfektan saja yang mesti digunakan.

Namun lebih baik kalau kedua produk tersebut digunakan bersama-sama dengan rutin mencuci tangan.

(Baca Juga: 5 Perbedaan Penyakit Kista dan Miom)

5 Perbedaan Hand Sanitizer dan Disinfektan

Nah, supaya kau kian paham perihal perbedaan hand sanitizer dan disinfektan, berikut ini CekAja paparkan informasinya khusus untuk kau.

1. Pengertian

Pada poin pertama ini, kita akan membahas perbedaan hand sanitizer dan disinfektan berdasarkan pengertiannya.

Meski sama-sama dipakai untuk membunuh bakteri maupun virus, namun kalau dijabarkan lebih detil pengertian hand sanitizer dan disinfektan ini jelas saja berlawanan.

Hand sanitizer adalah produk pembersih yang hanya dipakai untuk membersihkan tangan. Produk ini biasanya berbentuk gel ataupun cairan dan berbasis alkohol.

Walaupun keefektifannya untuk membunuh virus cuma sekitar 60 persen saja, namun hand sanitizer tetap diharapkan selaku alternatif pengganti sabun dan air saat ingin mencuci tangan.

Berbeda dari hand sanitizer, pengertian disinfektan justru lebih mengarah pada produk pembuhuh virus atau basil yang menempel pada benda-benda mati yang umum dipegang.

Selayaknya alkohol, disinfektan dianggap paling ideal untuk mematikan basil, jamur, maupun virus tanpa menghancurkan bentuk fisik dari benda yang disemprotkan cairan ini.

2. Jenis

Pada hand sanitizer, produk berbasis alkohol ini setidaknya memiliki dua jenis yang paling umum dipakai, ialah hand sanitizer cair dan gel.

Hand sanitizer cair biasanya dibungkus dalam bentuk spray, yang mana teksturnya condong lebih singkat menyerap daripada hand sanitizer gel.

Akan namun dalam penggunaannya sendiri, hand sanitizer gel lah yang dianggap paling irit pemakaian ketimbang hand sanitizer cair.

Cuma memang, produk pembersih tangan berupa gel ini lebih usang menyerap dan kadang meninggalkan kesan lengket di tangan.

Kalau hand sanitizer memiliki dua jenis produk yang paling sering dibeli, maka berlainan halnya dengan disinfektan.

Disinfektan justru mempunyai banyak jenis yang bahkan mampu kau peroleh di rumah.

Lantas, apa sajakah jenis-jenis disinfektan? Berikut diantaranya:

  • Sabun dan air
  • Larutan pemutih
  • Alkohol dengan kadar 70 persen
  • Hidrogen peroksida
  • Chloroxylenol dengan kadar 5 persen
  • Larutan klorin
  • Karbol atau Lysol
  • Chlorine

3. Manfaat

Beralih dari masing-masing jenisnya, pada poin ini kita akan membahas perihal manfaat dari hand sanitizer dan disinfektan.

Jika telah mengerti pemahaman dari masing-masing produk penangkal Corona ini, seenggaknya kamu pasti sudah mempunyai gambaran mengenai perbedaan hand sanitizer dan disinfektan bukan?

Apalagi jika mengatakan mengenai keuntungannya.  

Berdasarkan pengertiannya, hand sanitizer merupakan produk pembersih yang berbentuk cairan.

Di mana keuntungannya ialah untuk membersihkan tangan dari virus atau kuman yang melekat.

Karena pemakaiannya cuma diperuntukkan untuk tangan, maka hand sanitizer tidak akan memperlihatkan efek apapun kalau digunakan pada benda mati.

Sebaliknya, bila kamu ingin membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, meja, koin dan benda mati yang lain, maka manfaatkan lah disinfektan.

Karena disinfektan justru lebih seringnya digunakan untuk membersihkan permukaan benda dari virus atau basil yang melekat.

4. Cara dan waktu menggunakan

Terus gimana dengan cara menggunakannya?

Pada hand sanitizer, kamu hanya perlu mengambil tiga tetes untuk telapak tangan, kemudian balurkan secara menyeluruh hingga ke sela-sela jari.

Ulangi pemakaian hand sanitizer ini saat kau beraktivitas, entah itu sebelum dan sesudah makan, ataupun setelah buang air kecil.

Namun, jangan lupa untuk menyeimbangi pemakaian hand sanitizer dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir ya!

Sedangkan untuk disinfektan, kamu hanya perlu menyemprotkan cairan pembersih ini di permukaan benda-benda yang paling sering disentuh, sebanyak dua kali dalam sehari.

Usahakan untuk tidak langsung menyemprotkan cairan disinfektan dekat dengan makhluk hidup.

Perbedaan hand sanitizer dan disinfektan pada poin ini sungguh-sungguh harus kamu ketahui ya. Supaya penggunaannya sendiri jadi lebih maksimal.

5. Efek samping

Perbedaan hand sanitizer dan disinfektan yang terakhir terletak pada efek samping yang ditimbulkan masing-masing produk.

Walaupun keduanya kini jadi barang yang harus senantiasa di bawa dikala bepergian, tetapi baik hand sanitizer atau disinfektan pasti mempunyai imbas negatif untuk kesehatan. 

Menurut laman Halodoc, hand sanitizer yang terlalu sering dipakai bisa menjadikan beberapa imbas samping bagi badan.

Mulai dari membuat kulit terasa kering dan pecah-pecah, mengembangkan risiko diare, sampai mengganggu kemajuan imunitas pada belum dewasa.

Tidak jauh berlainan dengan hand sanitizer, imbas samping dari disinfektan utamanya jika langsung terkena bab badan, diantaranya yakni:

  • Dapat mengalami iritasi kulit utamanya pada bagian kulit yang mengalami luka terbuka
  • Alergi
  • Mengalami keracunan

(Baca Juga: 4 Rekomendasi Jasa Semprot Disinfektan Terbaik)

Lengkapi Perlindungan dengan Asuransi Yuk! Di CekAja Tempatnya

Nah, itu tadi sederet perbedaan hand sanitizer dan disinfektan. Di kurun sulit mirip sekarang ini, sudah semestinya kita mempertahankan kebersihan. 

Bukan hanya mengandalkan dua produk itu saja ya, namun juga dengan berkala mencuci tangan.

Selain itu, kamu pun harus melengkapi bantuan untuk diri sendiri maupun keluarga dengan asuransi kesehatan.

Asuransi ini bukan hanya berguna untuk melindungi kau dari risiko kesehatan saja, namun penggunaanya juga dikenali mampu menghipnotis finansial.

Di mana keadaan keuangan akan tetap stabil alasannya adalah umumnya ongkos medis ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Terus, dimana bisa berbelanja asuransi kesehatan? Tentu saja di CekAja.com.

Melalui CekAja, kamu enggak cuma mampu berbelanja asuransi saja.

Namun juga mampu membandingkan seluruh produk asuransi kesehatan terbaik yang berhubungan dengan portal finansial ini.

Perlindungan yang diberikan pun sangat lengkap, dan hebatnya juga sudah dilengkapi dengan fitur pinjaman klaim cepat.

Jadi, tunggu terlebih? Yuk, miliki asuransi kesehatan dari CekAja sekarang juga, dan nikmati seluruh manfaatnya utamanya di abad pandemi ini.