0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Pengobatan Kartu Indonesia Sehat, Disebut Proker Jokowi Paling Sukses

Tak banyak yang menyadari, jika ternyata faedah Kartu Indonesia Sehat, enggak hanya dicicipi oleh penduduk saja tetapi juga negara.

Kartu ini tergolong dalam acara kerja Presiden Joko Widodo bareng wakilnya pada ketika itu, Jusuf Kalla.

KIS pertama kali diluncurkan selang dari dua minggu setelah Joko Widodo dan Jusuf Kalla diangkat menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Selama peluncurannya, enggak sedikit dari masyarakat yang gundah akan faedah Kartu Indonesia Sehat itu sendiri.

Soalnya sebelum kehadiran KIS, penduduk sudah lama mengenal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ialah acara BPJS.

Nah dari hal inilah, lantas muncul pertanyaan di benak orang-orang perihal apa sebetulnya perbedaan antara KIS dan JKN?

Perbedaan Layanan Kartu Indonesia Sehat dengan BPJS Kesehatan

Meski acara kesehatan ini sudah lama beredar di penduduk . Namun agaknya, enggak sedikit dari kita yang gundah akan pemahaman dari KIS, serta perbedaannya dengan BPJS Kesehatan.

Hal ini sungguh lumrah, apalagi kalau kamu masih belum memakai atau gres ingin mendaftarkan diri pada salah satu dari kedua program tersebut.

Namun, enggak ada salahnya bukan untuk mempelajari acara-program manis milik pemerintah ini?

Seperti namanya, Kartu Indonesia Sehat yaitu sebuah kartu yang lebih diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.

Tujuannya supaya penduduk mampu mendapatkan jaminan kesehatan secara hanya-cuma alias gratis.

Kartu ini merupakan bentuk kerja pemerintahan Jokowi, dan disebut pula selaku program ekspansi dari layanan BPJS Kesehatan yang sebelumnya dimulai oleh mantan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhyono.

Pengguna dari KIS sendiri nantinya bisa menggunakan kartu tersebut untuk mendapatkan perawatan medis di tiap kemudahan kesehatan, baik itu tingkat satu maupun tingkat lanjut.

Tidak jauh berlawanan dari faedah Kartu Indonesia Sehat, program BPJS Kesehatan hadir di tengah masyarakat yang memerlukan pelayanan terbaik untuk berobat.

Program ini mengharuskan pesertanya untuk mendaftar apalagi dulu, dan mengeluarkan uang iuaran setiap bulan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain dari segi orang yang menerima manfaat dari program tersebut, terdapat pula perbedaan yang lain dari Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan, berikut diantaranya:

  • KIS khusus digunakan bagi penduduk yang punya keadaan ekonomi tertinggal. Sedangkan BPJS wajib penggunaannya bagi seluruh WNI maupun tenaga ajaib yang telah melakukan pekerjaan di Indonesia minimal selama 6 bulan.
  • Pemakaian KIS berlaku di semua kemudahan kesehatan, tidak mirip BPJS yang cuma berlaku di rumah sakit atau klinik yang sebelumnya telah terdaftar sebagai rekanan BPJS
  • Selain untuk pengobatan, KIS juga bisa digunakan sebagai bentuk pencegahan. Sedangkan BPJS cuma mampu digunakan kalau anggota benar-benar dalam kondisi sakit

Kartu Indonesia Sehat Disebut Sebagai Proker Jokowi Paling Sukses, Benarkah?

Saking populernya manfaat Kartu Indonesia Sehat, utamanya di kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Kartu ini pernah disebut-sebut selaku salah satu acara kerja Jokowi yang paling sukses.

Dikutip dari laman Bisnis.com, berdasarkan hasil survei Alvara Research Center, yaitu “Laporan Survei Pilpres 2019: Ketika Pemilihan Semakin Mengkristal”, diterangkan bahwa KIS ini berada di urutan teratas dari 10 program milik pemerintah.

Program ini sukses menyabet skor sebesar 68 persen, yang konon menjadi program paling dicicipi keuntungannya oleh penduduk Indonesia.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan yang dikutip pula dari laman Bisnis.com, jumlah penerima dalam acara JKN-KIS tercatat meraih 216.152.549 jiwa, atau sekitar 82 persen dari total masyarakatIndonesai per 10 Januari 2019 kemudian.

(Baca Juga: 5 Alasan Iuran BPJS Batal Naik)

Aturan Baru Program KIS, Iuran Efektif Ditetapkan Sepanjang 2020

Nah, setelah membahas pengertian KIS sampai perbedaannya dengan BPJS Kesehatan. Mungkin, inilah pembahasan yang paling banyak menjadikan pertanyaan.

Ya, sepanjang tahun ini, pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, untuk mengendalikan penyesuaian besaran iuran dari Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat.

Menurut laman JawaPos.com, adanya kebijakan tersebut dikarenakan pemerintahan menjalankan putusan MA, yang sebelumnya sempat terjadi penolakan karena tidak memenuhi syarat tertentu.

Selain itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’aruf juga mengatakan, bahwa Perpres terbaru itu telah diadaptasi dengan aspirasi masyarakat.

Terutama, untuk memperlihatkan dukungan iuran bagi para akseptor Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III.

Jika mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019 lalu. Besaran iuran JKN-KIS bagi akseptor PBPU dan BP pada Januari, Februari, dan Maret 2020 menjadi Rp160 ribu kelas I, Rp110 ribu untuk kelas II, dan Rp42 ribu kelas III.

Sementara pada bulan berikutnya, yaitu April, Mei, dan Juni 2020.

Besaran iuran dikelola mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018, yang mana mempunyai arti untuk kelas I sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas III menjadi Rp 25.500.

Nah, agar manfaat Kartu Indonesia Sehat makin optimal dirasa oleh para pesertanya, per 1 Juli 2020 lalu. Besaran iurannya bagi penerima PBPU dan BP bermetamorfosis Rp150 ribu untuk kelas I, Rp100 ribu untuk kelas II, dan Rp42 ribu untuk kelas III.

Kebijakan tersebut juga sengaja dirancang khusus untuk akseptor kelas III, yang mana besaran iuran bisa dibayar sebesar Rp 25.500, dan sisanya Rp 16.500 pemerintahlah yang menawarkan pinjaman iuran.

5 Manfaat Kartu Indonesia Sehat

Tadi sudah dibahas tentang pemahaman, perbedaan, sampai besaran iuran KIS sepanjang 2020 ini.

Berikutnya CekAja akan menghidangkan informasi yang paling ditunggu-tunggu diawal, dan menjadi topik utama dari artikel ini, adalah manfaat Kartu Indonesia Sehat.

Dari banyaknya sumber yang telah dirangkum oleh tim CekAja, manfaat Kartu Indonesia Sehat ternyata gak hanya mampu dicicipi oleh masyarakat, tetapi juga pemerintah.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Tidak dikenakan biaya registrasi

Manfaat Kartu Indonesia Sehat yang pertama, dan membuatnya sungguh berbeda jauh dari pelayanan BPJS Kesehatan ialah peserta tidak mengeluarkan ongkos sepeserpun untuk mendaftar acara tersebut.

Cukup dengan menyertakan data NIK atau e-KTP, KK, kemudahan kesehatan tingkat pertama yang dipih, nomor HP aktif, email, alamat domisili dan fotokopi buku tabungan yang masih aktif.

Calon akseptor mampu mendaftarkan dirinya, baik melalui kantor BPJS Kesehatan, aplikasi Mobile JKN, ataupun lewat pihak ketiga yang tergolong kawan resmi BPJS.

2. Layanan KIS bisa digunakan diseluruh Indonesia

Selain tidak dikenakan ongkos pendaftaran, manfaat Kartu Indonesia Sehat lainnya yakni cakupan manfaatnya yang menyeluruh.

Artinya, anggota yang tergolong dalam program ini bisa menggunakan kartu tersebut di seluruh layanan kesehatan di Indonesia.

Tidak seperti BPJS Kesehatan, yang mana enggak semua layanan kesehatan menerima BPJS, kecuali jikalau rumah sakit atau puskesmas tersebut telah terdaftar dalam kawan BPJS.

3. Layanan KIS bisa dimanfaatkan untuk berobat dan pencegahan

Tak banyak yang tahu perihal manfaat Kartu Indonesia Sehat yang satu ini.

Selain digunakan untuk pengobatan, layanan KIS juga mampu dimanfaatkan oleh anggotanya selaku langkah pencegahan.

Enggak seperti layanan BPJS yang lazimnya baru mampu dipakai apabila anggotanya mengalami sakit atau membutuhkan perawatan medis secepatnya. 

4. Peserta layanan KIS tidak memerlukan surat rujukan

Manfaat Kartu Indonesia Sehat yang selanjutnya ialah peserta KIS tidak memerlukan surat tumpuan untuk mendapatkan layanan kesehatan dari rumah sakit, atau puskesmas yang tergolong kawan JKN.

Adanya layanan inilah yang menciptakan KIS menjadi lebih unggul dan dianggap punya faedah yang paling terasa bagi penduduk .

Tidak mirip BPJS, akseptor program tersebut mesti mengunjungi faskes satu dahulu untuk menerima penanganan.

5. Layanan KIS memiliki efek positif bagi ekonomi Indonesia

Mungkin masyarakat cuma menilai jika manfaat Kartu Indonesia Sehat betul-betul pure bagi kepentingan mereka saja.

Namun sesungguhnya, dengan kedatangan program JKN-KIS tersebut, ekonomi Indonesia justru mengalami peningkatan yang cukup pesat, bahkan diprediksi mencapai Rp289 triliun pada 2021 mendatang.

(Baca Juga: 5 Manfaat Asuransi Kesehatan untuk Milenial)

Tambah Proteksi Kesehatan dengan Asuransi

Nah, itu tadi sederet isu tentang pemahaman, perbedaan, hingga faedah Kartu Indonesia Sehat bagi penduduk maupun ekonomi negara.

Selain melengkapi diri dengan acara kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah, ada baiknya memang bila kamu juga mempunyai asuransi kesehatan.

Apalagi untuk milenial yang hobinya travelling ke luar negeri. Soalnya, acara kesehatan milik pemerintah cuma bisa dipakai di Indonesia saja.

Nah, disinilah asuransi kesehatan dibutuhkan. Asuransi ini umumnya punya cakupan faedah yang jauh lebih luas, termasuk dari segi rekananan rumah sakitnya.

Bahkan, bila kamu ingin berobat ke mancanegara atau datang-tiba mengalami kondisi sakit di luar Indonesia, juga bisa dicover oleh produk tersebut.

Ingin memiliki asuransi kesehatan tapi masih gundah akan pilihannya? Bandingkan saja di CekAja.com!

Melalui CekAja, kau mampu membandingkan sekaligus apply asuransi kesehatan dari rekanan terkemuka. Mulai dari Asuransi Ciputra Life, PFI Mega Life, sampai Asuransi Cigna.

Perlindungan yang diberikan juga sangat lengkap dan dengan santunan klaim cepat.

Bagaimana, mempesona bukan?

Yuk, olok-olokan segera asuransi kesehatan di CekAja, dan nikmati berbagai keuntungannya untuk kesehatan hingga di kala mendatang.