0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Mitos Tentang Kesehatan Dan Fakta Kebenarannya

Berbagai mitos tentang kesehatan yang meningkat di penduduk niscaya sering kita dengar. Tapi, kamu juga perlu mengenali fakta kebenaran mitos tersebut. Berikut kami jelaskan beberapa mitos ihwal kesehatan beserta fakta kebenarannya.

5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos ialah sebuah hal yang dipercaya oleh sekelompok orang tertentu, dan kemudian meningkat luas di penduduk meskipun belum bisa ditentukan kebenarannya.

Padahal hakekatnya, sebuah iktikad mesti dibuktikan dengan banyak sekali fakta. Terutama mitos yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang harus dibuktikan melalui cabang ilmu tertentu.

Demikian pula dengan mitos ihwal kesehatan. Sebagian penyebutan nama penyakit, penyebab, serta cara mengobati suatu penyakit belum bisa dibuktikan kebenarannya secara sains. Nah, untuk menambah wawasanmu, simak fakta kebenaran dari mitos perihal kesehatan berikut ini.

1. Udara Dingin Sebabkan Pilek

Udara Dingin Sebabkan Pilek - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos perihal kesehatan yang satu ini mampu dikatakan sangat populer. Para orang tua kerap menghalangi anaknya untuk bermain air hujan atau berenang terlalu usang dengan argumentasi dapat mengakibatkan pilek bahkan flu.

Padahal, munculnya lender yang menyumbat rongga hidung alias pilek disebabkan oleh virus. Pilek juga ialah gejala dari bengkak virus yang mampu mengakibatkan ganjalan lanjutan adalah penyakit influenza (flu).

Lalu, mengapa sebagian orang terbukti pilek ketika berada di kawasan dengan suhu udara dingin? Itu bisa disebabkan oleh tingkat imunitas setiap orang yang berbeda, atau sebagai bentuk reaksi kepada alergi dengan kawasan bersuhu udara masbodoh.

Jadi, orang yang tidak mempunyai alergi dengan udara dingin dipastikan tertular virus yang menyebabkan pilek ketika berada di kawasan bersuhu udara acuh taacuh. Mereka dipastikan terkena virus karena berada di ruangan terbuka terlalu usang.

Para andal kesehatan mengambarkan bahwa penyebaran virus lebih potensial besar terjadi di luar ruangan terbuka.

(Baca Juga: Jaga Kesehatan Dengan Cuci Hidung, Efektif Cegah Penularan Virus)

2. Masuk Angin dan Kerokan

Masuk Angin dan Kerokan - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Ngaku deh, kamu niscaya pernah mencicipi ganjalan rasa tak nyaman di bab perut yang umum kalian sebut dengan masuk angin, kan?

Kalau sudah begini, pada umumnya orang lazimnya menyarankan untuk secepatnya melaksanakan kerokan untuk mengeluarkan angin dengan cepat. Baik dalam bentuk pembuangan gas alias kentut atau dengan bersendawa.

Padahal, sebutan masuk angin tidak pernah ada dalam istilah kedokteran. Ini hanyalah gejala umum yang biasa dikeluhkan orang Indonesia ketika merasa nyeri perut dan perut kembung, disusul dengan tubuh yang menggigil kedinginan, timbul rasa mual, pusing, demam dan lain sebagainya.

Secara medis, masuk angin disebabkan oleh menurunnya imunitas tubuh, sehingga rentan oleh virus dan basil. Bukan sebab paparan angin, hujan atau suhu udara masbodoh. Tapi, di trend hujan, kurangnya sinar matahari yang mengandung vitamin D mampu menimbulkan keluhan masuk angin ini.

Kerokan sendiri bergotong-royong bukan penyelesaian pengobatan yang direkomendasikan. Menggosok dan menekan permukaan kulit justru malah bisa menimbulkan nyeri.

Warna merah yang timbul pada kulit menerangkan adanya pembuluh darah halus yang pecah. Ini mampu berakibat fatal bila terjadi infeksi lokal lewat pembuluh darah yang pecah tersebut.

Solusi tepat untuk menangani ganjalan mirip masuk angin ialah dengan beristirahat, minum air hangat, dan minum obat penurun panas (jika dibutuhkan).

3. Diet Bakal Efektif Tanpa Nasi

Diet Bakal Efektif Tanpa Nasi - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Sebagian orang meyakini bahwa pembatasan makanan sebagai upaya menurunkan berat badan akan jauh lebih cepat jikalau tidak mengonsumsi nasi sama sekali. Mitos wacana kesehatan ini tidak sepenuhnya benar.

Karbohidrat yang mengandung gula sungguh penting selaku sumber energi tubuh. Nasi putih merupakan salah satu sumber karbohidrat yang gampang diserap badan, tetapi tidak menyimpan energi lebih lama.

Untuk menyukseskan dietmu, pilihlah karbohidrat kompleks mirip nasi merah, baby potato, atau gandum. Karbohidrat kompleks membantumu merasa kenyang dan bertenaga lebih lama. Sehingga tak perlu lagi makan masakan pelengkap mirip nyemil lagi.

(Baca Juga: 5 Bahaya Tidur dengan Lampu Terang)

4. Pendarahan Selaput Dara Saat Malam Pertama

Pendarahan Selaput Dara Saat Malam Pertama - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Satu lagi mitos perihal kesehatan yang juga berkaitan dengan informasi keperawanan wanita. Banyak orang yang menilai bahwa setiap perempuan akan mengalami pendarahan akhir selaput dara yang robek ketika bekerjasama intim pertama kali. Selaput dara sendiri merupakan membran tipis yang menutupi takjil vagina.

Faktanya, tidak semua perempuan terlahir dengan mempunyai selaput dara. Kemudian, selaput dara yang robek akibat bekerjasama intim pertama kali mampu saja mengeluarkan darah dengan jumlah yang agak banyak sehingga kasat mata, atau hanya keluar bercak darah yang sangat sedikit sehingga tak kasat mata, maupun tidak mengeluarkan darah sama sekali.

Kaprikornus, anggapan bahwa wanita yang tidak mengalami pendarahan saat malam pertama yakni tidak perawan sungguh amat tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sejauh ini pun hebat kesehatan tidak menyarankan publik untuk yakin pada tes keperawanan dengan metode investigasi apapun.

5. Konsumsi Daging Kambing Picu Hipertensi

Konsumsi Daging Kambing Picu Hipertensi - 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya

Mitos perihal kesehatan yang terakhir yakni soal mengonsumsi daging kambing yang diyakini selaku penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sebenarnya, hal ini keliru karena penyebab hipertensi ialah konsumsi garam dalam jumlah yang berlebihan secara terus menerus. Daging kambing bukan penyebab dari penyakit ini.

Namun, mengonsumsi daging kambing memang dapat menyebabkan imbas termogenik. Yakni sensasi hangat pada tubuh yang dihasilkan proses metabolisme sesudah mengonsumsi daging kambing. Sensasi hangat ini sering disalahartikan sebagai tanda naiknya tekanan darah.

Hipertensi mampu terjadi atau kambuh akhir mengonsumsi daging kambing yang diolah dengan proses yang panjang dengan garam serta bumbu lain yang banyak.

Itulah sederet mitos perihal kesehatan beserta fakta kebenarannya. Jangan cuma mempertahankan asupan nutrisi dan memperluas wawasan ihwal ilmu kesehatan, kamu juga harus melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Di CekAja.com, kamu bisa membandingkan berbagai produk asuransi kesehatan yang tepat dengan kebutuhanmu. Tersedia asuransi kesehatan premi murah, dengan nilai uang pertanggungan yang menguntungkan.

Proses pengajuan dijamin gampang, alasannya dijalankan dengan metode online. Yuk, cek, bandingkan, dan ejekan sekarang juga!