0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

5 Argumentasi Generasi Zaman Now Sukar Menabung

Bing beng bang, yok kita ke bank. Bang bing bung, yok kita nabung. Tang ting tung hey, jangan dihitung. Tau tau kita nanti mampu untung. Masih ingat dengan lirik lagu anak berjudul Menabung ciptaan Titiek Puspa yang terkenal tahun 1990-an? Lirik sederhana tersebut penuh dengan pesan dan spirit agar masyarakat sedari kecil bisa mencar ilmu menabung.Â

Alasan Generasi Zaman Now Sulit Menabung

Saat itu, budaya menabung cukup sukses dipraktekkan oleh penduduk mulai dari menabung di sekolah, di bank, sampai di celengan. Kini seiring berjalannya waktu, konsep menabung sudah semakin meluas. Investasi baik di pasar modal maupun di instrumen lain macam emas, properti dan yang lain pun bisa disebut sebagai tabungan buat masa depan.

Hanya saja, sebagian generasi zaman now masih ogah menabung atau menyisakan sebagian penghasilannya. Banyak alasan yang keluar dari mereka mengapa tidak tertarik untuk menabung meski cuma sekian persen dari pemasukan. Apa ya kira-kira penyebabnya? Kuy cekaja postingan berikut!

1. Enggan terlihat miskin

Sering terjadi di kota-kota besar, salah satu penyebab mengapa bawah umur muda jadi sukar untuk menabung, alasannya enggan terlihat miskin oleh orang lain baik tetangga atau sobat-temannya. Biasanya orang yang mirip ini cenderung ingin terlihat keren tanpa memperhatikan uang yang mereka miliki. Pokoknya dia akan senantiasa show off di depan orang.

Misalkan, ingin senantiasa menjinjing kendaraan bagus saat keluar rumah. Sering nongkrong di bar padahal uang pas-pasan atau selalu mengenakan barang-barang mahal.  Kebiasaan ini mampu muncul sebab kompetisi dalam bergaul dan merasa gengsi.

2. Tidak ada prioritas keuangan

Memiliki prioritas keuangan ini sangatlah penting. Selain menciptakan kamu tetap konsentrasi bekerja dan menambah penghasilan, prioritas keuangan akan bertanggung jawab atas kehidupanmu sendiri di kurun depan. Pendapatan dengan skala prioritas juga akan menolong keadaan keuangan secara lebih terstruktur dan terkontrol.

Namun, terkadang hal ini diabaikan utamanya oleh kau milenial atau orang yang tidak punya visi kepada kehidupan kala depan.  Biasanya, mereka lebih mementingkan diri sendiri atau banyak dipengaruhi oleh pergaulan yang lingkungannya jauh dari aktivitas usaha atau bisnis dan bersikap kurang kongkret. Padahal segala sesuatu dikala ini mampu dibilang tak mampu dilaksanakan jika tanpa duit.

(Baca Juga: Gaji UMP Tetap Bisa Menabung Puluhan Juta, Ini Caranya!)

3. Banyak tanggungan

Hal seperti ini sering menimpa banyak orang. Apalagi jikalau seseorang tersebut mempunyai tanggung jawab cicilan atau masalah yang berhubungan dengan utang. Belum lagi dihadapkan dengan beban ongkos hidup yang tak murah dan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Alhasil, niat atau anutan untuk menabung pun tak pernah terlintas dipikiran mereka.Â

Padahal, kesusahan-kesulitan itu bisa teratasi asalkan kamu mau berusaha untuk menambah pendapatan. Salah satunya, dengan mencari pekerjaan sampingan. Di samping itu, coba sortir kembali pengeluaran tak penting dan memangkasnya biar segala tanggungan serta kepentingan menabung tetap mampu terpenuhi.

4. Kurang memahami cara menabung

Ketika menerima honor di tamat bulan, lebih baik sisihkan uang tersebut untuk ditabung. Simpan minimal 10-20% dari total gaji itu. Sayangnya, banyak orang yang kurang mengerti cara menabung ini. Alhasil duit bulanan pun habis begitu saja tanpa sisa.Â

Salah satu kebiasaan yang sering salah kaprah, banyak dari kita malah mengalokasikan untuk kebutuhan lain terlebih dahulu padahal hal tersebut tidak terlampau penting. Sehingga kebiasaan ini jadi penyesalan tersendiri dan hasilnya tidak ada lagi duit yang mampu ditabung.

5. Gaya hidup terlalu hedon 

Gaya hidup yang terlalu tinggi ini berbahaya lho. Artinya antara keperluan atau duit yang dihabiskan sungguh jauh dengan penghasilan yang kau dapatkan. Biasanya pola hidup yang terlalu tinggi ini akhir dari menyaksikan orang lain yang tidak setara dengan penghasilan kamu dan tidak bisa mengatur diri kau.Â

Uang yang sebaiknya ditabung, malah dibelikan untuk produk-produk mahal dan branded. Biasanya orang mirip ini menjadi korban zaman dan gampang termakan dengan brand-brand produk yang digunakan para artis. Selalu ingin memalsukan dan ingin setara dengan mereka yang berpenghasilan tinggi tanpa menyaksikan kondisi secara realistis, dan kesannya kesulitan untuk menabung.

Nah, itulah 5 penyebab orang sukar menabung. Mari ubah contoh pikir kita agar bersungguh-sungguh menghimpun pundi-pundi duit, dengan cara menabung ataupun investasi. Apalagi di saat wabah corona seperti ini, cuma simpanan yang mampu dipercaya biar tetap bertahan secara finansial.Â

Gunakan kartu kredit dengan bijak, supaya utangmu tak menumpuk setiap bulannya. Miliki kartu kredit Citibank yang menunjukkan aneka macam macam promo menguntungkan. Apply secara online melalui CekAja.com kini juga.

(Baca Juga: 5 Manfaat Menabung yang Ternyata Bikin Sehat Mental)