0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

4 tips Membuat Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar

Cara membuat daftar pustaka sangatlah penting untuk diketahui oleh setiap orang, terutama bagi kamu yang saat ini tengah menyusun skripsi ataupun jurnal.

Cara Membuat Daftar Pustaka

Mengapa? Karena datangnya daftar pustaka itu sendiri memang seakan-akan menjadi bukti bahwa karya tulis ilmiah yang kamu buat memang berasal dari sumber-sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada pada dasarnya, karya tulis ilmiah maupun jurnal ialah suatu media yang digunakan untuk memberikan isu dan wawasan kepada para pembaca. Sehingga, dalam menulisnya pun kau tidak mampu dikerjakan secara sembarangan, melainkan didasari oleh fakta-fakta yang memang benar adanya.

(Baca Juga: Langkah-langkah Membuat Skripsi yang Perlu Diketahui Mahasiswa Semester Akhir)

Terutama dalam hal membuat skripsi, metode pengerjaan daftar pustaka kerap kali dijadikan sebagai salah satu poin penilaian tersendiri. Salah penulisan daftar pustaka, maka tidak menutup kemungkinan kau mampu mengalami pengurangan nilai.

Walaupun cara membuat daftar pustaka di setiap Universitas ataupun instansi umumnya berlawanan-beda, namun sedikit banyak cara penulisannya memiliki sistem yang tak jauh berlainan. Maka dari itu, bagi kamu yang dikala ini masih gundah wacana cara menciptakan daftar pustaka, wajib banget untuk menyimak pembahasan kita kali ini.

Apa itu Daftar Pustaka?

Daftar pustaka ialah rangkaian daftar tulisan yang terdiri dari banyak sekali sumber ataupun tumpuan yang berasal dari buku, jurnal dan skripsi terdahulu, makalah, hingga artikel yang mana akan dijadikan sebagai landasan di dalam sebuah laporan penelitian atau karya tulis ilmiah.

Pada umumnya, daftar pustaka senantiasa diletakan di lembar paling final karya tulis ilmiah yang juga ditempatkan sebagai penutup.

Apa itu Daftar Pustaka dan Tujuan Membuat Daftar Pustaka - 4 Cara Membuat Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Tujuan Membuat Daftar Pustaka

Bagi sebagian besar mahasiswa semester akhir, membuat daftar pustaka mungkin akan dirasa menambah beban pekerjaan. Karena, bukan cuma daftar pustaka tidak mampu ditulis secara sembarang pilih, melainkan penulisan dari daftar pustaka itu sendiri perlu dilakukan secara berurutan A-Z. Sehingga, banyak orang yang mengesampingkan penulisan daftar pustaka meskipun nyatanya ini ialah bab paling penting di dalam suatu karya ilmiah.

Nah, sebelum kita membicarakan ihwal cara menciptakan daftar pustaka, ada baiknya kalau kita juga turut mengenali tujuan dari dibuatnya daftar pustaka, yakni sebagaimana berikut ini:

  • Terhindar dari tuduhan penjiplakan/plagiarisme
  • Menghargai karya dari penulis terdahulu
  • Membantu pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam ihwal sumber kutipan

Di dalam pembuatan karya tulis ilmiah, plagiarisme ialah salah satu gosip yang cukup serius dan pantas diwaspadai. Karena, plagiarisme itu sendiri memiliki pasal-pasal yang mampu menjeratmu ke jalur aturan. Maka dari itu, hadirnya daftar pustaka sangatlah diwajibkan di dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Cara Membuat Daftar Pustaka

1. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Di dalam cara membuat daftar pustaka dari sumber buku, maka unsur-bagian yang wajib masuk ke dalamnya ialah nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit serta nama penerbit, yang mana di setiap komponen harus menyertakan tanda titik (.) sebagai pembatasnya.

·   Nama Penulis

Nama belakang penulis selalu ditulis lebih awal dan dilanjutkan dengan tanda koma (,), lalu nama dengan dan tengah. Jika terdapat nama penulis yang lebih dari satu orang, maka hanya penulis pertama saja yang ditulis secara terbalik. Sementara itu untuk penulis kedua dan seterusnya ditulis secara lengkap.

Beberapa hal yang perlu kau amati dalam menulis nama untuk daftar pustaka bersumber pada buku ialah:

-  Gelar akademis maupun non-akademis tidak perlu dituliskan.

– Jika terdapat editor, maka penulisan daftar pustaka ditambah singkatan (Ed).

– Jika jumlah penulis lebih dari tiga, maka tidak semua nama penulis mesti dituliskan. Melainkan gunakanlah abreviasi (dkk) atau (et all).

– Jika kamu menggunakan aneka macam sumber buku dengan satu nama pengarang, maka kamu tidak butuhmenuliskan nama pengarang secara berulang, cukup 1 kali saja. Kamu hanya perlu mencantumkan garis sepanjang 10 ketukan dan akhiri dengan tanda titik (.). Kemudian, kamu mampu melanjutkan dengan menulis tahun terbit. Jika tahun terbit berlainan, maka urutkanlah menurut tahun terbit terlama ke tahun terbit modern.

·   Tahun Terbit

Setelah nama penulis, maka dilanjutkan dengan menulis tahun terbit dari buku yang kau gunakan sebagai referensi. Selain itu, perhatikan pula edisi cetakan. Biasanya, terdapat buku-buku yang tidak hanya lewat satu cetakan saja, melainkan kedua maupun ketiga. Nah, bila terdapat cetakan dalam edisi, maka kau juga wajib mencantumkannya.

·   Judul Buku

Tulislah judul buku secara lengkap dan dalam bentuk italic atau tulisan miring.

·   Kota dan Nama Penerbit

Urutan untuk cara menulisnya yaitu dengan diawali nama kota yang lalu dipisahkan dengan tanda titik dua (:) dan dilanjutkan dengan nama penerbit.

·   Contoh Penulisan

Asrori, Mohammad. 2008. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

2. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Skripsi

Pada umumnya, cara menciptakan daftar pustaka untuk sumber skripsi mempunyai struktur yang tak jauh berlawanan dengan penulisan daftar pustaka buku. Hanya saja, yang menjadi perbedaan ialah penambahan jurusan, fakultas, nama universitas, serta lokasi universitas.

Cara penulisannya itu sendiri juga turut berlaku untuk sumber tesis dan disertasi. Berikut yakni format dalam penulisan daftar pustaka untuk sumber skripsi, tesis, dan disertasi.

  •       Nama Penulis
  •       Tahun Terbit
  •       Judul (ditulis dengan menyertai tanda petik (“))
  •       Skripsi, Tesis, atau Disertasi
  •       Nama Fakultas
  •       Nama Jurusan
  •       Nama Universitas
  •       Kota atau Kabupaten Universitas

Contoh Penulisan:

Niam, Muwasaun. 2018. “Analisa Putusan MK Nomor 30-74/PUU-XII/2014 Tentang Batas Usia Minimal Perkawinan Perempuan Ditinjau dari Mashlahah Murshalah”, Skripsi. Tidak diterbitkan, Fakultas Syarah dan Hukum UNISNU: Jepara.

3. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Internet

Sementara itu, cara menciptakan daftar pustaka dari sumber yang diambil dari internet juga secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka buku. Hanya saja, perbedaannya adalah terletak pada penambahan link serta tanggal dan jam saat kau mengakses sumber tersebut.

Pastikan bahwa kau memakai sumber yang terperinci dari situs yang sudah terbukti kredibilitasnya.

  •       Nama Penulis Artikel
  •       Tahun Artikel Dipublikasikan
  •       Judul Artikel (ditulis di dalam tanda petik (“))
  •       Link Artikel
  •       Tanggal dan Jam Mengakses Artikel

Contoh Penulisan:

Sumadi, Trenggono. 2016. “Gaya-gaya Milenial yang Sulit Dipahami”. (Link Artikel). Diakses pada 21 Januari 2019 jam 17.38 WIB.

(Baca Juga: 10 Situs Jurnal untuk Skripsi Bagi Kamu Para Pejuang Semester Akhir)

4. Cara Membuat Daftar Pustaka dari Sumber Jurnal

Secara lazim, cara membuat daftar pustaka dari jurnal mesti didasari oleh beberapa hal yang tak tentunya tak boleh terlewatkan dan sedikit berbeda dibandingkan menulis daftar pustaka untuk buku.

Nah, walaupun struktur atau format penulisan umumnya berlawanan-beda dari setiap instansi, namun lazimnya penulis daftar pustaka jurnal ditulis dalam dua bentuk, ialah APA (American Psychological Association) style dan MLA (Modern Language Association) style.

APA style ialah gaya penulisan daftar pustaka yang biasanya dipakai di dalam bidang filsafat, linguistik, antropologi, akuntansi, ekonomi, geografi, aturan, pendidikan, politik, dan sosiologi.

Sementara itu, MLA style biasanya digunakan di dalam kutipan ataupun daftar pustaka pada bidang seni, Bahasa, sastra, bidang agama, Pancasila, kewarganegaraan, ilmu sosial dasar, ilmu alamiah dasar, dan ilmu budaya dasar.

·   APA Style

–   Nama Pengarang

–   Tahun Penerbitan

–   Judul Artikel

–   Nama Jurnal

–   Volume atau edisi (kalau ada)

–   Halaman

–   DOI (Digital Object Identifier)

–   URL dari Situs Jurnal

Contoh Penulisan:

Spreer, P., Rauschnabel, P.A. (2016). Selling with Technology: Understanding the Resistance to Mobile Sales Assistant Use in Retailing. Journal of Personal Selling & Sales Management, 36(3), 240-263. doi. 10.1080/08853134.2016.1208100.

·   MLA Style

–   Nama Pengarang

–   Judul Artikel

–   Nama Jurnal

–   Volume/Edisi

–   Tahun Publikasi

–   Halaman

–   Media

Contoh Penulisan:

Jonathan, Karim. “Beyond Growth: Library and Development.” Annals of Library Research 40.5 (2015): 1111 – 1130. Print.

Makara, kini kamu telah tahu kan bahwa cara membuat daftar pustaka memang membutuhkan teknik khusus dan tidak boleh ditulis secara sembarangan. Ingin tahu berbagai berita terkini yang lain tentang lifestyle, finansial, sampai kesehatan? Kunjungi saja CekAja.com.