0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

3 Kedahsyatan Ban Tanpa Udara Buatan Tni Penting Sungguh Menawan !

Pada 11 Juli 2020 kemudian, channel Youtube Puspen TNI AD mengunggah video kedahsyatan ban tanpa udara bikinan Tentara Nasional Indonesia, yang dipakai untuk kendaraan taktis Tentara Nasional Indonesia AD.

Di dalam video tersebut, mereka menunjukkan ban tanpa udara, yang dibentuk dan dikembangkan oleh TNI AD melalui Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat, pada 2019.

Pembuatan ban yang juga disebut dengan airless tyre ini, mulanya disebabkan oleh suatu penemuan prajurit Amerika Serikat perihal ban tanpa udara.

Hal inilah yang kesudahannya menciptakan para prajurit Indonesia, utamanya serdadu TNI AD termotivasi untuk ikut mencoba menciptakan sendiri ban tanpa udara bikinan asli Indonesia.

Proses pengerjaan ban tanpa udara ini pun mengkonsumsi waktu yang cukup usang, serta mengalami berulang kali trial and error, sampai akibatnya resmi diluncurkan dan dipublikasikan pada 11 Juli 2020, dengan segudang kehebatannya.

Lantas, apa saja kehebatan ban tanpa udara produksi Tentara Nasional Indonesia AD tersebut? Pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kau. Simak bersama-sama, yuk!

Sekilas tentang Ban Tanpa Udara Buatan TNI

Sebelum kamu mengenali apa saja kecanggihan ban tanpa udara buatan TNI, ada baiknya kau mengenali apalagi dulu beberapa informasi dasar, terkait ban tanpa udara buatan Tentara Nasional Indonesia dan proses pembuatannya.

Pada dasarnya, ban yang dibuat oleh Tentara Nasional Indonesia AD melalui Poltekad Kodiklat ini, memang sengaja dirancang tidak menggunakan udara.

Melainkan menggunakan struktur dengan material karet, berupa jari-jari yang membentuk suatu jaringan.

Jari-jari tersebut yang nantinya digunakan untuk menopang beban kendaraan, serta meredam benturan yang mungkin terjadi pada tapak ban.

Maka dari itu, kehebatan ban tanpa udara bikinan TNI AD telah dapat dipastikan.

Sebab, ban ini berlawanan dari ban lazimnya , yang mempunyai dinding ban untuk menopang keseluruhan beban kendaraan.

Selain itu, ban yang lazimnya pun menggunakan angin untuk mengisi dinding ban, biar mampu menopang beban kendaraan.

Sehingga jika dipakai pada kendaraan taktis Tentara Nasional Indonesia AD, hal ini hanya akan mengusik mobilitas para tentara.

Dalam proses pembuatannya, ban yang memiliki diameter optimal 80 cm ini dibuat memakai materi baku dari hasil bumi Indonesia.

Meski tidak 100 persen, namun sekitar 80 persen bahan baku yang dipakai, untuk menciptakan ban tanpa udara ini yaitu bahan baku asal Indonesia.

Untuk bahan alur bannya sendiri, ban tanpa udara ini yang dibuat dari karet alam. Kemudian, jari-jari ban yang disebut dengan flexi wheelspoke yang dibuat dari bahan polyurethane.

Seperti yang dimengerti, bahan atau material polyurethane ini mempunyai kelebihan, adalah fleksibel, gampang dibuat dan dicetak.

Selain itu, ban ini juga mampu menyesuaikan banyak sekali jenis keadaan, tahan akan tabrakan dan pukulan, serta memiliki tingkat kekenyalan dan ketahan yang bagus.

(Baca Juga: Cara Membaca Kode Ban Mobil)

Oleh alasannya adalah itu, tidak heran apabila material flexi wheelspoke dipakai selaku bahan baku pengerjaan ban tanpa udara. Mengingat, ban ini akan digunakan pada kendaraan-kendaraan taktis TNI AD.

Terlebih, kendaraan ini tak jarang melalui medan yang cukup ekstrem, mirip jalanan yang berbatu dan berundak-undak.

Hanya saja dalam pengerjaan jari-jari ban, material flexi wheelspoke harus diracik kekenyalannya sampai menerima tingkat kekenyalan yang pas, dan sesuai dengan beban kendaraannya.

Jangan sampai nantinya jari-jari ban terlalu keras atau terlalu lembek, sehingga tidak mampu menopang beban kendaraan.

Pada masa awal pembuatan dan pengembangan ban tanpa udara, tim riset Tentara Nasional Indonesia AD bantu-membantu masih memiliki keraguan dan persoalan, terkait minimnya perlengkapan yang digunakan, mirip contohnya cetakan ban yang dibentuk secara manual.

Pasalnya, cetakan yang dibentuk secara manual tersebut, menciptakan tebal tipisnya cetakan menjadi tidak sama dan tidak presisi.

Terlebih, hal itu juga mampu menciptakan kendaraan nantinya menjadi tidak stabil saat berjalan, yang memungkinkan konstruksi ban menjadi pecah.

Maka dari itu, saat ban tanpa udara pertama kali diuji coba oleh Poltekad Kodiklat pada 2017, hasil yang diberikan pun menjadi tidak optimal dan kurang membuat puas.

Salah satu penyebabnya, ialah sudah niscaya minimnya perlengkapan serta kurangnya pengalaman dan pengetahuan wacana material yang dipakai.

Namun seiring berjalannya waktu, teknologi ban tanpa udara mengalami kemajuan dan memperoleh hasil yang sesuai. Adapun, ketika itu TNI AD telah mendapatkan mesin untuk membuat cetakan ban semoga lebih presisi.

Hingga akibatnya, ban tanpa udara pun sukses diciptakan dengan sempurna. Tentunya dengan segala kedigdayaan ban tanpa udara produksi TNI, yang mampu menerjang semua medan ekstrem, mulai dari jalanan yang berbatu hingga berundak.

Kehebatan Ban Tanpa Udara Buatan Tentara Nasional Indonesia

Setelah mengenali beberapa isu dasar terkait ban tanpa udara, kini saatnya untuk kau mengetahui apa saja kedigdayaan ban tanpa udara produksi TNI.

Bisa dibilang, kedigdayaan ban tanpa udara buatan TNI bekerjsama tidak banyak, tetapi semua kedigdayaan ban tanpa udara ini mampu melindungi dan mempermudah mobilitas para tentara Tentara Nasional Indonesia AD.

Hal tersebut dikarenakan, ban tanpa udara tersebut tahan kepada benda tajam, tembakan senjata ringan, serta anti bocor dan anti pecah.

Nah, untuk tahu lebih terperinci ihwal kecanggihan ban tanpa udara bikinan Tentara Nasional Indonesia AD, yuk simak ulasan berikut ini!

1. Ban Tanpa Udara Tahan Benda Tajam

Kehebatan ban tanpa udara produksi TNI yang pertama yaitu tahan benda tajam. Kehebatan yang satu ini terlihat dari pengujian ban, yang dilaksanakan dengan cara ban tanpa udara melewati beberapa paku berskala besar.

Dari proses pengujian tersebut, ditemukan hasil bahwa ban tanpa udara berhasil melewati benda tajam dengan baik, tanpa tersangkut ataupun ban bocor.

Terlebih, para serdadu yang menggunakan kendaraan taktis tidak akan merasa terganggu dan tetap merasa nyaman, walaupun sedang melalui medan yang penuh dengan benda tajam.

2. Ban Tanpa Udara Tahan Tembakan Senjata Ringan

Kehebatan ban tanpa udara bikinan TNI yang selanjutnya adalah tahan tembakan senjata ringan.

Dalam tayangan video di channel Youtube Tentara Nasional Indonesia AD, terlihat bahwa proses pengujian ban tanpa udara yang tahan dengan tembakan senjata ringan, dikerjakan dengan cara menembak dari jarak maksimal 100 meter.

Uji coba tembakan senjata ringan ini, dilaksanakan memakai peluru kaliber 5,56 mm, sama mirip peluru yang digunakan pada senapan serbu Pindad seri SS1 dan senapan serbu bikinan Amerika Serikat, adalah M16.

Ketika ban tanpa udara ditembakkan peluru kaliber 5,56 mm, kesannya yakni ban tidak terjadi persoalan apapun dan masih layak serta nyaman untuk digunakan kembali.

3. Ban Tanpa Udara Anti Bocor dan Anti Pecah

Kehebatan ban tanpa udara buatan Tentara Nasional Indonesia yang terakhir ialah anti bocor dan anti pecah. Hal ini telah terbukti dan terlihat dari uji coba yang dijalankan, pada saat ban melalui beberapa paku berukuran besar.

Pada saat itu, ban tanpa udara berhasil melewatinya dengan baik, tanpa adanya bocor ataupun ban yang mengalami pecah-pecah.

Dengan demikian, ban tanpa udara dapat dikatakan selaku ban yang anti bocor dan anti pecah, dan cocok untuk dipakai pada kendaraan taktis TNI AD.

Bagaimana? Kehebatan ban tanpa udara buatan Tentara Nasional Indonesia, sudah sungguh-sungguh teruji bukan?

Produksi Massal Ban Tanpa Udara Buatan Tentara Nasional Indonesia

Melansir dari kumparan.com, Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar sebagaiKomandan Poltekad Kodiklat TNI AD menyampaikan, jikalau hingga dikala ini ban tanpa udara masih dalam tahap penyempurnaan kualitas.

Tetapi jikalau riset serta pengembangan mutu yang dilaksanakan, telah menciptakan ban tanpa udara yang siap pakai tanpa perlu dijalankan uji coba, maka tidak menutup kemungkinan jikalau ban tanpa udara buatan Tentara Nasional Indonesia ini akan diproduksi massal.

Namun tentu saja, keputusan diproduksi secara massal atau tidaknya ban tanpa udara ini, berada di bawah kewenangan pimpinan tertinggi Tentara Nasional Indonesia AD, adalah Bapak Kepala Satuan AD (Kasad) atau Bapak Prabowo Subianto, selaku Menteri Pertahanan.

(Baca Juga: Perbedaan Asuransi Mobil TLO dan All Risk)

Apabila nantinya kemungkinan buatan massal ban tanpa udara, buatan Tentara Nasional Indonesia akan direalisasikan, maka harga yang ditawarkan untuk satu buah ban tanpa udara pasti sangat mahal.

Hal tersebut, rasanya telah menjadi suatu hal yang pasti, jika menyaksikan dari kedahsyatan ban tanpa udara produksi TNI AD yang sungguh memukau.

Bayangkan saja, kalau ban tersebut betul-betul dibuat untuk massal. Maka, sebagian besar orang mungkin telah bisa menggunakannya untuk kendaraan eksklusif mereka, dan sekaligus mampu bangga.

Pasalnya, ban tersebut seharusnya digunakan untuk kendaraan taktis Tentara Nasional Indonesia AD saja, bukan untuk kendaraan pribadi.

Maka dari itu, buat kau yang telah membayangkan kerennya mempunyai kendaraan dengan ban tanpa udara, bisa langsung menyiapkan dana semenjak dini.

Sebab, tidak ada tahu berapa harga yang dibanderol untuk satu buah ban tanpa udara jika nantinya akan dibuat secara massal.

Atau kalau kamu ingin lebih gampang, kamu mampu menciptakan kartu kredit untuk memudahkan kegiatan belanja.

Karena dengan kartu kredit, kau tidak perlu merencanakan sejumlah duit apalagi dahulu, untuk bisa membeli suatu barang.

Terlebih, dengan kartu kredit nantinya kau juga bisa membayar tagihannya dengan cara dicicil.

Sehingga, kamu tidak akan terbebani dengan besarnya tagihan kartu kredit yang harus kau bayarkan.

Untuk itu, buat kamu yang belum memiliki kartu kredit, yuk secepatnya olok-olokan melalui CekAja.com.

Di CekAja.com, tersedia banyak produk kartu kredit yang mampu kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak cuma itu, proses pengajuannya pun sungguh mudah, cepat dan aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Makara, tunggu terlebih? Yuk, usikan kini dan peroleh segudang manfaatnya!