0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan, Ada Yang Nyaris Punah!

Luasnya Indonesia, menciptakan deretan kesenian tradisional Kalimantan Selatan, juga patut untuk dikenali. Pasalnya, beberapa seni tari sampai alat musik tradisional di kawasan ini, sudah tidak lagi banyak dimengerti, bahkan keberadaannya, telah di ambang kepunahan. 

20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan, Ada yang Hampir Punah!

Tidak mau bukan, jika keanekaragaman seni Indonesia, khususnya kesenian tradisional Kalimantan Selatan punah, diambil negara lain, dan lainnya? Maka dari itu, untuk para generasi baru, penting untuk melestarikan, atau setidaknya mengetahui. 

Ada 3 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan di Ambang Kepunahan

Apa saja tiga kesenian tradisional Kalimantan Selatan yang berada di ambnag kepunahan tersebut? Ya, itu yakni Bagandut, Baandi-andi, dan Balamut. 

Dilansir dari klikkalimantan.com, tidak hanya tiga kesenian tersebut, setidaknya masih ada empat alat musik tradisional, yang juga sudah mulai jarang ditemui. Empat alat musik itu yakni Kuriding, Garupai, Kurung-kurung, dan Bunggut. 

(Baca Juga: 9 Kesenian Tradisional Khas Jawa Barat)

Bahkan, untuk kesenian tradisional Kalimantan Selatan Baandi-andi, cuma tersisa dua orang yang masih mampu membawakannya. Mereka adalah Aban dan Aluh, yang sudah lanjut usia, adalah Aban berusia 94 tahun dan Aluh 60 tahun. 

Kesenian Tradisional Dikalahkan Gadget 

Sungguh sungguh miris mendengarnya, bila kesenian asli Indonesia, telah berada di ambang kepunahan, sebab telah tidak ada yang melestarikannya. Pasalnya, kini hal-hal yang berbau tradisional sudah mulai ditinggalkan, dan digantikan dengan teknologi terbaru, serta gadget selaku mainan anak zaman kini. 

Sehingga, kedahsyatan teknologi, membuat generasi penerus lebih menentukan gadget, daripada mencar ilmu dan mengenali kesenian tradisional.

Sebenarnya, tidak ada salahnya kamu bermain gadget, tetapi pastikan dengan kehebatan teknologi, kamu juga bisa sambil berguru dan mencari isu terkait kesenian tradisional Indonesia, terutama kesenian tradisional Kalimantan Selatan. 

Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Nah, buat kamu yang masih belum tahu, apa saja sih, kesenian tradisional Kalimantan Selatan, yuk simak rangkumannya berikut ini.

1. Tarian

Tarian kesenian tradisional Kalimantan Selatan, pastinya mempunyai ciri khas tersendiri. Hal tersebut tercipta dari latar belakang budaya yang berlainan, yang mewarnai kesejarahan masyarakatnya. 

Sehingga, tempat ini pastinya punya keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Untuk kesenian di Kalimantan Selatan ini, didominasi oleh Suku Banjar dan Suku Dayak Meratus. 

Dari dua suku tersebut, setidaknya kami akan rangkum menjadi delapan tarian tradisional Kalimantan Selatan. Meski tidak meliputi seluruhnya, namun beberapa tarian tradisional Kalimantan Selatan, yang dilansir dari berbagai sumber ini, supaya mampu membuka mata bahwa kesenian tradisional tak kalah elok dan indah. 

  • Tari Gandut (Bagandut)

Tari Gandut Bagandut - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Tarian tradisional Kalimantan Selatan yang pertama yakni Tari Gandut atau Bagandut. Tari ini juga disebut nyaris seperti dengan Tari Ronggeng dari Sumatera dan Tari Tayub dari Jawa. 

Tarian khas Kalimantan Selatan ini, awalnya populer cuma di lingkungan istana. Namun, kesudahannya tarian ini pun juga mulai populer di golongan penduduk biasa, sekitar 1860-an. 

Uniknya, para penari yang cantik dan terpelajar menari ini juga harus menguasai bela diri dan mantra-mantra tertentu. Bukan tanpa tujuan, hal ini dijalankan untuk melindungi diri dari tangan-tangan jahil penonton.

Para penonton jahil tersebut, umumnya menggunakan ilmu hitam untuk mencoba memikat para penari. Namun, tarian ini tetap lestari, khususnya di Kabupaten Tapin. 

  • Tari Babangsai

Tari Babangsai - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Tarian selanjutnya adalah Tari Babangsai, yang ialah tarian dari Suku Dayak Meratus. Tarian ini juga biasa disajikan dalam upacara Aruh Ganal. 

Tidak cuma itu, Tarian Babangsai juga sering disajikan untuk acara kenduri besar atau panen raya. Adapun maksudnya selaku perumpamaan rasa syukur, atas rasa gembira dari berhasilnya panen padi.  

Untuk Aruh Ganal sendiri yakni acara tahunan bagi masyarakat adab Lokasado Hulu Sungai di Kalimantan Selatan. Selain tujuan di atas, tarian ini tentunya mampu disajikan sebagai hiburan untuk penduduk .

  • Tari Radap Rahayu

Tari Radap Rahayu - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Dikenal sebagai tarian tolak bala, Tarian Radap Rahayu zaman dulu ialah tarian klasik yang bersifat sakral. Tarian ini memiliki penari berjumlah ganjil, dan tidak cuma tarian, tapi juga diselingi dengan syair, yang isinya bisa memanggil makhluk halus.

Pernah nyaris punah, tetapi pada 1928, tarian ini hidup kembali oleh tokoh masyarakat Banjar, yakni Kiai Amir Hasan Bondan. Tari Radap Rahayu juga sering dijadikan tari penyambutan, semenjak punah dan mengalami banyak pergeseran.

  • Tari Tirik Lalan

Tari Tirik Lalan - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Kesenian tradisional Kalimantan Selatan berbentukTarian Tirik Lalan, ini merupakan pertumbuhan dari tari Gandut di Kabupaten Tapin. 

Ada kisah yang ada di dalam tarian tersebut. Intinya tarian ini menggambarkan bujuk rayu seorang laki-laki, kepada wanita yang dicintainya, biar diizinkan pergi untuk sebuah persoalan. 

  • Tari Kanjar

Tari Kanjar - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Selanjutnya ada Tari Kanjar atau biasa disebut Kakanjaran. Tarian khas Kalimantan Selatan ini, berasal dari Suku Dayak Meratus, dan dikembangkan di Kecamatan Lokasado. 

Disajikan sebagai hiburan, tarian ini juga lazimdigelar para aruh (kenduri), khususnya yang berhubungan dengan padi, seperti sukses panen. 

  • Tari Baksa Kembang

Tari Baksa Kembang - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Tarian yang tumbuh dan berkembang di Kerajaan Banjar, selain Tari Radap Rahayu yakni Tari Baksa Kembang. tarian ini mampu dihidangkan secara tunggal maupun kalangan, dan lazimnya berjumlah ganjil. 

Mengapa namanya Baksa Kembang? Hal itu dikarenakan, tarian ini menggambarkan kebiasaan gadis cukup umur dalam merangkai bunga di halaman istana Banjar. 

Tarian ini juga sering disajikan untuk menyambut tamu-tamu agung, dan dilakukan oleh putri-putri keraton. 

  • Tari Tantayungan

Tari Tantayungan - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Berbeda dari tari-tarian sebelumnya, sebab Tari Tantayungan ini menggunakan properti topeng. Tarian adab kesenian tradisional Kalimantan Selatan ini, ialah tarian khas penduduk Barikin di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Namun, saat ini Tari Tantayungan telah jarang dimainkan, alasannya dalam tarian ini, salah satu penarinya harus berasal dari garis keturunan leluhur di sana. 

Pasalnya, tarian ini sungguh sakral, sebab penarinya acap kali kerasukan roh-roh leluhur, yang dulunya juga seorang penari Tari Tantayungan. 

  • Tari Tandik Balian

Tari Tandik Balian - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Tarian yang terakhir ialah Tari Tandik Balian, yang dikenal selaku tarian upacara pengobatan pada suku Dayak, Bawo, Dayak Dusun, Dayak Maanyan, Dayak lawangan, Dayak Benuaq, dan Dayak Bukit.

Selain pengobatan, tarian tentunya juga dihidangkan untuk dinikmati selaku atraksi seni yang menawan.

2. Alat Musik

Selain tarian, kesenian tradisional Kalimantan Selatan juga punya alat musik tradisional, yang tak kalah eksotis. Nah, berikut akan dirangkum setidak 12 alat musik tradisional Kalimantan Selatan, yang tak boleh kau lewatkan. 

  • Gamelan Banjar

Gamelan Banjar - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Alat musik tradisional khas Kalimantan Selatan yang pertama yakni Gamelan Banjar. Ada dua jenis gamelan yang ada di dalam penduduk Suku Banjar, yaitu versi keraton dan model kerakyatan.

Gamelan Banjar sendiri sudah ada semenjak masa ke-14. Adapun kesenian ini pertama kali diperkenalkan oleh Pangeran Suryanata ke Kalimantan Selatan. 

  • Alat Musik Bumbung

Alat Musik Bumbung - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Terbuat dari bambu, alat musik Bumbung ini merupakan hasil modifikasi dari Bumbung Lamang (beras ketan yang dibakar dalam bambu). Selain itu, alat musik ini juga mempunyai tujuh nada dasar.

  • Alat Musik Kalampat

Alat Musik Kalampat - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Alat musik kesenian tradisional Kalimantan Selatan yang berikutnya ini yaitu Kalampat. Alat musik pukul berupa gendang ini, yang dibuat dari batang batung atau bambu tebak, dengan ukuran diameter yang besar. 

Untuk cara memainkannya, mampu dengan cara dipukul, memakai pemukul dari rotan. 

  • Alat Musik Kintung

Alat Musik Kintung - 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan

Mirip alat musik Angklung, Kintung juga terbuat dari bambu, dan mempunyai tujuh ruas bambu, yang masing-masing berskala berlawanan-beda. 

Setiap ukuran Kintung, ternyata juga mempunyai nama yang berlawanan, yakni hintalu randah, hintalu tinggi, tinti pajak, tinti gorak, pindua randah, pindua tinggi, dan gorak tuha. 

Untuk, cara memainkannya, yaitu dengan dipukul menggunakan sepasang tongkat pemukul.

  • Alat Musik Panting