0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

18 Kesenian Tradisional Sulawesi Utara Beserta Maknanya

Kesenian tradisional Sulawesi Utara muncul sebab efek yang beragam. Mulai dari budbahasa dan kebudayaan yang telah ada sejak usang, hingga dampak bangsa abnormal yang sempat singgah. Berikut berita perihal daftar kesenian tradisional Sulawesi Utara selengkapnya.

18 Kesenian Tradisional Sulawesi Utara Beserta Maknanya

1. Tari Maengket

Tari Maengket - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara yang pertama yaitu Tari Maengket. Hingga sekarang, Tari Maengket menjadi salah satu kesenian yang masih terus eksis. Dahulu, tarian ini dibawakan dikala periode tanam dan panen padi.

Jadi, sembari petani hendak mulai menanam maupun memanen padi, mereka juga sambil menarikannya. Selain menari, penari juga menyanyikan syair lagu khas dengan Bahasa Minahasa. Inti dari tarian ini adalah ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan.

2. Tari Tempurung

Tari Tempurung - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tempurung memiliki arti cangkak atau batok kelapa yang dipakai warga selaku mangkuk atau wadah tertentu. Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini memakai properti tempurung dengan bunyi khas yang nyaring.

Makna dari tarian ini yakni istilah rasa syukur atas hasil panen kopra atau buah kelapa, serta santunan apresiasi kepada para keluarga petani.

3. Tari Kabasaran

Tari Kabasaran - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Setiap tempat rasanya memiliki tarian perang yang identik dibawakan oleh penari laki-laki yang memegang senjata. Di Sulawesi Utara sendiri, tari Kabasaran lah yang merepresentasikan kisah perang dalam sebuah pentastari.

Senjata yang digunakan ialah pedang atau tombak. Gerakan tarian ini mirip dengan pertengkaran ayam jantan. Meskipun merupakan tarian perang, peruntukkan tarian ini sebetulnya untuk menemani tokoh budpekerti penting Minahasa saat upacara adat digelar.

Kabasaran sendiri mempunyai arti tentara pengawal yang menjamin kelangsungan jalannya upacara akhlak.

(Baca Juga: 15 Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara)

4. Tari Lenso

Tari Lenso - Kesenian Tradisional Sulawesi Utarad

Tari Lenso adalah kesenian tradisional Sulawesi Utara yang juga ada sejak lama di Maluku. Rasa penuh suka cita sangat terpancar pada lisan para penari.

Sebab, tujuan utama dari pertunjukan tarian ini yaitu selaku hiburan saat program akad nikah, pesta rakyat, panen tani, sampai peringatan tahun gres dan acara lainnya.

Penari tarian ini merupakan sekelompok anak muda yeng mengenakan selendang di bahunya. Selain sebagai hiburan, pentasTari Lenso juga mampu dijadikan ajang mencari jodoh.

Apabila selendang penari diberikan ke salah satu penonton, maka tandanya pernyataan cinta gres saja diungkapkan. Dan bila selendang itu diterima, maka memiliki arti cintanya pun terbalaskan. Unik, kan?

5. Tari Gunde

Tari Gunde - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tari yang dipopulerkan oleh penduduk Sangihe Talaud ini mengalami banyak perubahan fungsi. Pada zaman dulu, Tari Gunde ditampilkan ketika ada ritual keagamaan yang sifatnya sungguh sakral. Kemudian, menjelma tari istana yang karenanya ditetapkan sebagai tarian tradisional orisinil masyarakat lokal.

Nilai sakral tetap dipegang teguh dan menjadi hal yang ditonjolkan dalam penampilan tarian ini. Penari mengenakan baju budpekerti berjulukan Laku Tepu, dan menari dengan iringan instrumen alat musik khas Sangihe, yakni Sasambo.

6. Tari Mesalai

Tari Mesalai - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Satu lagi kesenian tradisional Sulawesi Utara yang berasal dari kawasan Sangihe Talaud. Tari Mesalai dibawakan ketika upacara adat.

Tarian ini bekerjsama merupakan bab dari Tari Gunde. Di mana dulu Tari Mesalai yang ialah kesenian rakyat diambil menjadi tarian istana dan bermetamorfosis Tari Gunde yang dibawakan oleh bawah umur aristokrat. Sedangkan Tari Mesalai kemudian tetap menjadi kesenian rakyat.

Nilai utama dari tarian ini ialah ungkapan rasa syukur kepada Genggona Langi Duatung Saluruang, yang mempunyai arti Tuhan yang Maha Tinggi Penguasa Alam Semesta.

7. Tari Tatengesan

Tari Tatengesan - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini mengandung dongeng rakyat perihal desa Tatengesan, adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Pusomaen, kebupaten Minahasa Tenggara.

Diceritakan bahwa warga Tatengesan dulu mesti melawan bajak maritim asal perairan Filipina yang kerap mengusik warga pesisir. Tarian ini sarat akan rasa semangat dan ditampilkan dengan syair lagu yang mengandung lirik perlawanan kepada bajak bahari.

8. Tari Mane’e

Tari Mane’e - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Tari Mane’e berasal dari kawasan Talaud dan ditampilkan setiap tradisi Nanusa digelar. Tradisi tersebut digelar sejak abad ke-12 oleh masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

Sesuai dengan arti Mane’e yang berarti ‘sepakat’, nilai yang ditonjolkan dari tarian ini yaitu keputusan yang diambil melalui musyawarah mufakat. Para nelayan sepakat untuk menangkap ikan tolong-menolong.

(Baca Juga: 11 Kesenian Tradisional Kalimantan Barat)

9. Tari Katrili

Tari Katrili - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Sebagian dari kamu mungkin tahu bahwa tanah Sulawesi juga pernah disinggahi oleh bangsa Spanyol yang berniat berbelanja rempah-rempah. Tari Katrili inilah salah satu peninggalan bangsa Spanyol tersebut.

Penari menari berpasang-pasangan dengan setelan jas dan gaun bagus berwarna-warni. Tarian ini dibawakan ketika transaksi perdagangan rempah hendak dijalankan.

Nilai dari tarian ini ialah rasa syukur atas hasil panen rempah yang melimpah. Sekarang, tari Katrili dibawakan sebagai hiburan saat program pesta pernikahan.

10. Tari Tumatenden

Tari Tumatenden - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Pertunjukan kesenian tradisional Sulawesi Utara yang mengisahkan cerita rakyat juga terkandung dalam Tari Tumatenden. Tarian yang sifatnya menghibur ini ditampilkan oleh 9 penari perempuan, dan 1 orang penari pria.

Cerita rakyat yang disampaikan yaitu cerita legenda seseorang yang tinggal di daerah Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara yang sangat tekun mengurus kebunnya.

11. Tari Mokosambe

Tari Mokosambe - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara ini mengandung penyampaian dongeng rakyat yang seperti dengan legenda Jaka Tarub asal Jawa Barat.  Dikisahkan ada sekelompok putri dari khayangan yang mandi di sebuah pemandian di lereng gunung Kamasaan, Kecamatan Sang Tombolang Bolaang Mongondow.

Namun, Raja Mokosambe lalu mengambil salah satu selendang putri yang bernama Bua Poyandi. Sehingga Bua Poyandi tidak mampu kembali pulang ke khayangan. Tujuan dari tarian ini cuma lah sebagai hiburan.

12. Tari Uwela

Tari Uwela - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Masyarakat Bolaang Mongondow sejak dahulu menggelar pentasTari Uwela selaku hiburan sekaligus penyampaian makna peristiwa sejarah. Semangat kerja bantu-membantu ialah makna utama yang ingin disampaikan pada pentasTari Uwela.

Sejarah yang disampaikan adalah kisah rakyat setempat yang membangun sebuah jembatan kayu yang besar. Dengan cara bergotong royong, jembatan tersebut balasannya berhasil dibangun dengan cepat.

Makara, makna yang mampu dipetik adalah pekerjaan apapun akan terasa ringan jika dilaksanakan bersama-sama dengan semangat membara.

13. Tari Pisok

Tari Pisok - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kata Pisok dalam nama tari ini diambil dari nama salah satu burung endemik di daerah Sulawesi Utara, ialah burung pisok. Sesuai dengan aksara burung tersebut, tarian ini juga sangat enerjik, lincah, dan ditambahkan nilai-nilai tolong-menolong di dalamnya.

Pelestarian kesenian tradisional Sulawesi Utara ini juga sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga populasi burung pisok agar tidak segera punah.

14. Tari Mahambak Batik

Tari Mahambak Batik - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Kesenian tradisional Sulawesi Utara juga hadir selaku fasilitas mengikat hubungan bermasyarakat supaya senantiasa kompak. Seperti Tari Mahambak Batik yang ditampilkan saat program selamatan rumah gres warga.

Momen selamatan rumah baru sungguh penting untuk penduduk Minahasa sebab menjadi waktu yang sempurna untuk bersosialisi. Sehingga kehadiran tarian ini akan membuat momen tersebut semakin memiliki arti, dan warga pun juga sekaligus terhibur.

15. Tari Pasasanggarroma

Tari Pasasanggarroma - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Passasanggarroma mempunyai arti saling menawarkan tumpangan satu sama lain. Tarian yang dibawakan oleh 24 penari wanita dan pria ini mengandung makna bersama-sama dalam setiap acara warga Kabupaten Talaud.

Instrumen alat musik yang mengiringi pentastarian ini adalah keroncong, gitar, dan tambur.

16. Musik Bia

Musik Bia - Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

Selain tari, kesenian tradisional Sulawesi Utara juga ada di bidang musik. Bia ialah alat musik tiup yang terbuat dari cangkang keong besar di bahari yang dilubangi pada beberapa bab. Penduduk Desa Batu Minahasa Utara telah mengakibatkan cangkang sebagai alat musik sejak tahun 1941.

Permainan alat musik Bia bisa dimainkan secara individu maupun golongan, dengan atau tanpa iringan alat musik lain. kini, pertunjukan musik Bia menjadi daya tarik tersendiri bagi turis yang berkunjung.

17. Musik Kolintang