0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

15 Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara Yang Patut Dilestarikan

Terdiri dari banyak pulau, membuat Indonesia mempunyai banyak kesenian tradisional yang pantas dibanggakan dan dilestarikan, tidak terkecuali kesenian tradisional Sulawesi Tenggara. Beragam alat musik, seni tari hingga upacara akhlak, menjadi suatu hal yang sekarang mesti dimengerti seluruh penduduk Indonesia, utamanya generasi muda.

15 Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara yang Patut Dilestarikan

Hal tersebut sungguh penting, semoga generasi muda mampu lanjut melestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional yang ada.

Sehingga, semua kesenian tradisional senantiasa lestari, tidak diambil alih negara lain, atau bahkan mencapai titik kepunahan.

Oleh alasannya itu, pada potensi kali ini CekAja.com sudah merangkum beberapa kesenian tradisional Sulawesi Tenggara, dan akan mengulasnya secara lengkap biar generasi muda dapat melestarikan, atau setidaknya mengetahui apa saja kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.

Mengenal Sulawesi Tenggara

Sebuah provinsi yang terkadang disebut dengan Sultra ini, sejatinya terletak di bagian tenggara pulau Sulawesi, dengan ibukota yang berada di daerah Kendari.

Jika dilihat secara geografis, Sulawesi Tenggara terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, yang terbentang di antara 02°45′ – 06°15′ Lintang Selatan dan 120°45′ – 124°30′ Bujur Timur, dengan daratan seluas 38.140 km² dan lautan selas 110.000 km².

Sulawesi Tenggara sendiri, awalnya merupakan salah satu nama kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara Sulselra, dengan Baubau sebagai ibukota kabupaten.

Kemudian, Sulawesi Tenggara akibatnya ditetapkan sebagai Daerah Otonom, berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No. 13 tahun 1964.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Utara)

15 Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara

Setelah mengetahui sekilas informasi wacana Sulawesi Tenggara di pembahasan sebelumnya, maka sekarang saatnya untuk kau mengetahui bermacam-macam kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa kesenian tradisional Sulawesi Tenggara sungguh banyak dan bermacam-macam.

Tidak cuma kaya akan seni tari tradisionalnya saja, namun juga mempunyai segudang alat musik tradisional dan upacara adab, yang menjadi ciri khas dari kesenian tradisional Sulawesi Tenggara itu sendiri.

Adapun semua kesenian tradisional Sulawesi Tenggara tersebut, nantinya akan diulas secara lengkap menurut tiga sub-pembahasan, adalah sub-pembahasan seni tari, alat musik dan upacara adab.

Seni Tari

Kesenian tradisional Sulawesi Tenggara yang mau dibahas pertama yakni Seni Tari. Pada dasarnya, tari tradisional Sulawesi Tenggara sungguh banyak.

Namun, kali ini CekAja.com akan mengulas lima tari tradisional yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara paling populer, ialah:

1. Tari Tradisional Molulo

Tari tradisional pertama yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara yakni Molulo. Tari yang kerap kali disebut dengan tari Lula ini ialah sebuah tarian sakral, yang mempunyai banyak makna dan filosofi.

Tari ini juga menjadi salah satu tarian yang digemari oleh suku bangsa Tolaki, sebab mencerminkan suku Tolaki yang cinta hening dan mengutamakan persahabatan serta persatuan.

Sehingga, tarian ini biasanya cuma akan ditampilkan kalau ada program penting atau insiden tertentu saja.

Seperti contohnya, saat menjelang isu terkini panen untuk menghargai para dewi panen, upacara akad nikah, peresmian raja, atau bahkan dikala ada sebuah penyakit yang menjangkit penduduk suku Tolaki. Maka dari itu, tak aneh apabila tarian ini dianggap sebagai tarian sakral.

Namun, seiring kemajuan zaman, tarian ini menjadi sebuah tarian rakyat yang acap kali ditampilkan di program-program kerakyatan maupun program resmi.

Terlebih, beberapa alat musik yang digunakannya pun mengalami pergantian, seperti gong yang kini telah tergantikan dengan electone atau organ tunggal.

2. Tari Tradisional Lariangi

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para tamu, tari tradisional Lariangi sering kali ditampilkan selaku tarian pembukaan pada sebuah acara pesta pertemuan.

Kesenian tradisional Sulawesi Tenggara yang satu ini, umumnya ditarikan oleh satu orang penari pria dan beberapa orang penari perempuan.

Tetapi sayangnya, tidak semua orang mampu menarikan tari lariangi. Pasalnya, hanya gadis-gadis keturunan ningrat saja yang dapat menarikan tarian ini. Oleh alasannya adalah itu, tarian lariangi pada masanya dianggap sebagai tarian sakral.

Dalam pertunjukannya, para penari akan menggunakan kostum yang terdiri dari kain, dekorasi sanggul, logam berukir untuk gelang, serta manik-manik untuk penari perempuan. Sementara, penari laki-laki cuma akan mengenakan hiasan sarung saja.

Setiap bab pada kostum yang dikenakan penari tersebut mencerminkan nuansa Kerajaan Buton. Tidak cuma dari derajat kebangsawanannya saja, namun juga mencerminkan kemegahan istana Kerajaan Buton itu sendiri.

3. Tari Tradisional Mowindahako

Di urutan ketiga ada tari tradisional Mowindahako, yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara. Tari yang satu ini menjadi salah satu tarian para aristokrat yang sukses meminang gadis pujaannya.

Hal itu dilakukan sebagai wujud rasa Bahagia dan bahagia atas diterimanya sebuah pinangan. Untuk itu, tarian ini tidak bisa ditarikan oleh sembarang orang. Karena, tari ini meman cuma ditujukan untuk golongan ningrat atau anakia saja.

Tari Mowindahako juga kerap disebut sebagai tarian mombesara. Bahkan, sebagian besar orang menyaksikan tarian ini sebagai upacara adat perkawinan, alasannya gerakan dari tarian ini serupa dengan aktivitas adab perkawinan.

Seperti memakai klao, siwole sampai memalsukan gaya percakapan antara juru bicara laki-laki dan wanita.

4. Tari Tradisional Mangaru

Sebagai salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tenggara, tari tradisional Mangaru menjadi salah satu ikon kebudayaan Indonesia yang sungguh populer.

Tari yang berasal dari Desa Konde, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara ini mempunyai pesan aktual berbentuksemangat dan keberanian dalam berperang.

Di mana, dalam pertunjukannya tarian ini akan mengambarkan gerakan yang menunjukkan kegigihan dan semangat juang laki-laki, dalam beradu kekuatan memakai keris.

Disisi lain, beberapa penari yang lain pun yang menarikan tarian mangaru menggunakan belati.

Tari ini nantinya akan ditampilkan dengan iringan musik tradisional Sulawesi Tenggara, dan lazimnya dipertunjukan di acara-acara penting yang melibatkan masyarakat Desa Konde, seperti pesta rakyat dan lain sebagainya.

5. Tari Tradisional Umoara

Tari tradisional yang terakhir yakni Umoara. Kesenian tradisional Sulawesi Tenggara ini, acap kali digunakan selaku tarian untuk menyambut tamu penting atau tamu agung, pada program perkawinan para darah biru dan acara pengantaran mayat darah biru.

Selain itu, tari umoara juga dipertunjukan dikala berlangsungnya upacara peresmian seorang raja.

Tarian ini sejatinya memiliki gerakan yang sama dengan tari mangaru, karena menawarkan ketangkasan, kewaspadaan, kesanggupan menyerang lawan sampai kemampuan dalam membela diri di tengah peperangan.

Maka dari itu, tak heran apabila tari ini dikerjakan oleh dua sampai tiga orang penari pria. Yang mana, para penari tersebut akan membawakan tarian dengan sarat semangat.

Terlihat dari banyaknya gerakan melompat, berduel dengan saling menyerang satu sama lain, yang dihiasi dengan teriakan-teriakan keberanian.

Alat Musik Tradisional

Jika beberapa gosip terkait seni tari tradisional khas Sulawesi Tenggara sudah kamu pahami di atas, maka kali ini kamu akan mengetahui beberapa alat musik yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara, mirip berikut ini.

6. Alat Musik Dimba Nggowuna

Alat musik pertama yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara adalah Dimba Nggowuna. Terbuat dari materi dasar rotan, alat musik ini pada zaman dulu banyak dimainkan oleh para wanita, saat sedang menenun kain di rumah.

Bagi mereka, memainkan alat musik ini menjadi salah satu media hiburan, saat bekerja di rumah supaya tidak jenuh.

Alat musik yang mempunyai ukuran berkisar 40-45 cm ini, merupakan salah satu bentuk perwujudan seni musik leluhur, yang memiliki ciri khas suara di setiap petikannya.

Menariknya, alat musik dimba nggowuna ini dipercaya telah ada semenjak zaman Neolitikum. Namun sayangnya, kemajuan zaman serta teknologi yang kian pesat, menciptakan alat musik suku Tolaki ini perlahan ditinggalkan oleh masyarakat.

7. Alat Musik Ore-ore Nggae

Alat musik yang namanya terdengar asing di pendengaran ini, nyatanya menjadi salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.

Ya, alat musik Ore-ore Nggae, suatu alat musik yang dibuat memakai materi dasar bambu dan rotan.

Jika menyaksikan bentuknya, alat musik ini memiliki sebuah kayu kecil yang terletak di antara dawai dan badan alat musik ini.

Cara memainkan ore-ore nggae pun bantu-membantu sangat mudah, namun kau perlu melibatkan kedua tanganmembawmu untuk bisa memainkan alat musik ini.

Pertama, kau hanya perlu mengambil posisi duduk dengan badan tegak, serta alat musik diletakkan dengan posisi miring.

Setelah itu, tangan sebelah kanan bisa dipakai untuk menepuk dan memetik. Sementara, tangan kiri digunakan untuk membuka dan menutup lubang daerah keluarnya bunyi.

8. Alat Musik Baasi

Selanjutnya ada alat musik tradisional Baasi, yang menjadi kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.

Alat musik yang berisikan 10 buah alat musik bambu ini, umumnya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu tempat dan nusantara pada saat pertunjukan.

Uniknya, 10 buah Baasi ini mempunyai panjang yang berbeda-beda, dengan lubang yang terletak di setiap bagian pangkalnya.

Sehingga, dikala alat musik ini dimainkan, bunyi yang dihasilkan dari masing-masing bambu baasi pun akan berbeda.

9. Alat Musik Kanda Wuta

Kanda wuta sejatinya menjadi salah satu alat musik yang terbuat dari bahan yang unik. Sebab, tidak cuma terbuat dari kayu, alat musik ini juga terbuat dari tanah liat, rotan dan pelepah sagu.

Alat musik ini juga hanya dimainkan khusus untuk mengiringi tarian daerah Sulawesi Tenggara, yaitu Lulo Ngganda sesudah panen.

Selain itu, alat musik kanda wuta pun berlainan dari alat musik tradisional Sulawesi Tenggara lainnya, sebab cuma dimainkan di tiga malam secara berturut-turut.

Tiga malam tersebut, di antaranya malam pertama dikala terbit 14 bulan di langit (Melamba), malam kedua dikala terbit 15 bulan di langit (Meta Omehe) dan malam ketiga saat 16 bulan terbit di langit (Tombara Omehe).

10. Alat Musik Gambus

Alat musik yang terakhir yakni Gambus. Alat musik yang memiliki bentuk ibarat mandolin ini, ialah jenis alat musik petik dengan jumlah senar paling sebanyak tiga buah.

Jika melihat sejarah, alat musik ini sejatinya berasal dari kawasan Timur Tengah. Hal tersebut dikarenakan, masuknya gambus ke Indonesia awalnya disebabkan oleh pengaruh dari penyebaran agama Islam di beberapa tempat di Indonesia, tergolong Sulawesi Tenggara.

Meski diketahui selaku pengiring lagu-lagu berbahasa Arab, tetapi seiring kemajuan zaman, gambus juga dipakai untuk mengiringi lagu-lagu berbahasa Melayu.

Upacara Adat

Upacara budbahasa nyatanya juga menjadi salah satu bentuk kesenian tradisional Sulawesi Tenggara. Yang mana, upacara adat milik provinsi ini sangat banyak dan bermacam-macam. Adapun beberapa upacara akhlak yang sering dilaksanakan, di antaranya adalah:

11. Upacara Adat Kelahiran

Jika berbicara tentang upacara akhlak kelahiran, beberapa suku di Sulawesi Tenggara mungkin mempunyai upacara adatnya sendiri.

Tetapi di daerah Muna sendiri, upacara etika kelahiran yang dimiliki kawasan ini bernama kasambu. Yang mana, upacara budbahasa ini akan dilaksanakan sebelum bayi lahir ke dunia.

Kemudian ketika sang bayi sudah lahir, maka akan diadakan upacara adat lagi yang berjulukan kampua, sehabis bayi berusia 44 hari.

Lalu, saat bayi sudah mulai mencar ilmu berjalan dan menapak tanah, akan diadakan lagi upacara turun tanah yang disebut dengan upacara kaghabui.

12. Upacara Adat Perkawinan

Bagi penduduk Sulawesi Tenggara sendiri, mereka biasanya mengenal empat cara upacara budbahasa perkawinan. Empat cara tersebut di antaranya, ialah:

  • Upacara perkawinan bareng , yang diketahui dengan sebutan humbuni atau ropolusu
  • Upacara perkawinan dengan peminangan, yang dikenal dengan sebutan monduutudu
  • Upacara kawin lari alasannya mendapat paksaan dari pihak pria, yang dikenal dengan istilah pinola suako atau popalaisaka
  • Upacara perkawinan yang didesak oleh pihak laki-laki, meskipun gadis telah dipertunangkan dengan pria lain, yang diketahui dengan sebutan moruntandole atau uncura.

13. Upacara Adat Motasu

Motasu ialah salah satu upacara budpekerti suku Tolaki, Sulawesi Tenggara, yang dilakukan dalam rangka pembukaan ladang baru.

Upacara etika ini sejatinya ditujukan kepada Dewi Kesuburan atau songgoleobae, untuk menerangkan ladang gres tersebut.

14. Upacara Ghoti Katumpu

Upacara budpekerti Sulawesi Tenggara selanjutnya adalah Ghoti Katumpu. Upacara adab yang satu ini, lazimnya dijalankan oleh masyarakat Muna pada awal pembukaan hutan dan setelah panen tiba.

15. Upacara Adat Monahu Ndau

Upacara budpekerti yang terakhir yakni Monahu Ndau. Upacara akhlak yang masuk ke dalam salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tenggara ini, diadakan sehabis panen padi dijalankan di lapangan terbuka.

Dalam prosesi upacara, para pengunjung nantinya akan menarikan tari lulo ngganda yang mau diiringi dengan musik dari tabuhan okanda.

(Baca Juga: 20 Kesenian Tradisional Kalimantan Selatan)

Itulah beberapa informasi seputar kesenian tradisional Sulawesi Tenggara. Semua isu tersebut bisa kamu jadikan referensi untuk memperbesar wawasan dan wawasan mu tentang kebudayaan Indonesia, utamanya kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.

Dengan mengetahui semua kesenian tradisional tersebut, telah selayaknya kamu bangga dan ikut melestarikannya agar tidak punah atau diambil alih oleh negara lain.

Nah, buat kau yang kesengsem dengan dunia kesenian dan kebudayan, kau bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan datang langsung ke Sulawesi Tenggara.

Namun pastinya, perjalanan wisata tersebut semestinya dilaksanakan setelah pandemi virus Covid-19 selsai. Tetapi, kau bisa menyiapkan seluruhnya sejak saat ini, termasuk ongkos perjalanan.

Mengingat, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan rekreasi cukup besar, kau mampu menghematnya dengan menggunakan kartu kredit.

Seperti yang dikenali, saat ini telah banyak bank yang menyediakan produk kartu kredit khusus perjalanan rekreasi.

Sehingga, kamu bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialmu. Pasalnya, dengan memakai kartu kredit, kau tidak hanya menerima banyak keuntungan saja, tetapi juga mendapatkan fasilitas terutama dalam proses transaksi.

Oleh alasannya itu, buat kau yang belum memiliki kartu kredit, kau bisa pribadi mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Tidak perlu repot-repot keluar rumah, cukup menggunakan ponsel pintar dan koneksi internet yang dimiliki, maka kamu mampu eksklusif melaksanakan pengajuan kartu kredit dengan mudah dan cepat.

Lantas, tunggu terlebih? Yuk, secepatnya usikan kartu kredit terbaikmu di CekAja.com dan peroleh segudang keuntungan dan akomodasi perjalanan rekreasi!