0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

14 Desa Dikuningan Terdampak Longsor Dan Banjir

KNGInfo.com – Hujan deras yang akhir-akhir ini sering terjadi terutama diwilayah kabupaten kuningan, menyebabkan bencana longsor dan juga banjir. Dimana sebanyak kurang lebih 14 desa diberbagai kecamatan terdampak bencana tersebut terutama diwilayah kuningan timur. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus mengungkapkan. Bahwa ia mendapatkan laporan ada 14 desa yang tersebar didelapan kecamatan terdampak banjir dan longsor.

Bencana yang terjadi pada kamis malam tanggal 22 Februari 2018 tersebut menyebabkan 4 desa terkena tanah longsor. Dan 10 desa lainnya terdampak bencana banjir. Dimana empat desa yang terdampak longsor tersebut diantaranya adalah desa cipakem dan desa padamulya kecamatan maleber. Yang mengakibatkan jalan tertimpa tanah longsor.

Jalan di desa pakembangan kecamatan garawangi juga tertutup material longsor yang mengakibatkan jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat.

Menurut Agus, bencana longsor juga terjadi diwilayah desa sindangjawa kecamatan kadugede yang menimpa satu rumah dan mengancam 15 rumah yang dihuni oleh 15 keluarga. Dan untuk para korban saat ini sudah mengungsi ketempat yang lebih aman yakni kerumah sanak saudaranya.

Selain mengakibatkan adanya tanah longsor, pada waktu bersamaan juga ada 10 desa yang terdampak bancana banjir. Diantaranya adalah desa kawungsari kecamatan cibereum yang memaksa sekitar 241 jiwa mengungsi serta 3 unit mobil terseret arus banjir.  Banjir juga terjadi didesa randusari kecamatan cibereum, desa cibingbin, desa citenjo dan desa sukaharja kecamatan cibingbin.

Kemudian terjadi juga didesa bunder yang merendam satu dusun, desa datar kecamatan cidahu dengan ketinggian air banjir kurang lebih 1 meter yang mengakibatkan sekitar 240 rumah terdampak. Selanjutnya yaitu di desa benda dan gunungkarung kecamatan luragung  serta di desa kananga kecamatan cimahi. Agus juga menuturkan bahwa saat ini belum bisa dilakukan kajian untuk kebutuhan dengan pertimbangan tim belum diturunkan ke semua titik lokasi tersebut.

Sumber : AntaraNews.Com