0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

13 Kesenian Tradisional Nusa Tenggara Barat Yang Wajib Dilestarikan

Selain populer karena keindahan alamnya, ternyata Nusa Tenggara Barat juga populer dengan kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang sungguh bermacam-macam. Mulai dari tari tradisional, sampai tradisi yang diturunkan dari nenek moyang yang harus senantiasa dijaga kelestariannya.

Banyaknya kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat ini, tentu disebabkan oleh suku-suku yang mendiami provinsi ini. Seperti misalnya suku Sasak di Lombok, yang memegang berpengaruh tradisi nenek moyangnya yang ahli menenun dan bertarung.

Selain suku Sasak, masih banyak suku lainnya yang dimiliki provinsi Nusa Tenggara Barat. Maka dari itu, tak heran bila kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat banyak dan sungguh beragam.

Semua kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat juga mesti dijaga kelestariannya, utamanya oleh generasi milenial, semoga tetap tersadar dengan baik seiring pertumbuhan zaman yang kian pesat, yang mampu mengancam eksistensi kesenian tradisional itu sendiri.

13 Daftar kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat

Jika berbicara wacana kesenian tradisional Indonesia, rasanya pasti telah tidak perlu disangsikan lagi keberagamannya.

Namun, bagaimana dengan kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat? Apakah kesenian yang dimiliki Nusa Tenggara Barat juga banyak dan bermacam-macam?

Eits, jangan cemas! Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat sejatinya sungguh banyak dan bermacam-macam.

Hanya saja, pada peluang kali ini CekAja.com akan mengulas 13 daftar kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, yang terbagi menjadi dua sub pembahasan, yaitu seni tari dan tradisi yang hendak diulas secara lengkap khusus untuk kau.

Seni Tari Tradisional

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang akan dibahas pertama adalah seni tari tradisional. Pada dasarnya, tari tradisional ialah jenis tari yang berkembang di kalangan rakyat. Sehingga, tari tradisional kadang kala juga disebut selaku tari rakyat.

Macam-macam tari tradisional yang tumbuh di setiap wilayahnya pun berbeda, alasannya adalah dipengaruhi oleh letak geografis. Lantas, untuk Nusa Tenggara Barat sendiri, apa saja macam-macam seni tradisional yang dimiliki? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Tari Gandrung Lombok

Sebagai salah satu jenis tari tradisional yang masuk ke dalam bab kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, tari gandrung Lombok nyatanya telah populer sebelum kerajaan Lombok yang terakhir jatuh pada 1894.

Jika dilihat secara sekilas, tari tradisional yang satu ini seperti dengan tari gandrung yang berasal dari Banyuwangi dan Bali. Namun, yang membedakannya adalah kostum yang dikenakan, gerakan serta cara penyajiannya itu sendiri.

Pasalnya, tari gandrung Lombok pada masanya dijadikan sebagai tarian, untuk menghibur para prajurit saat pulang dari medan perang.

Tetapi seiring pertumbuhan zaman, tarian ini dijadikan selaku hiburan rakyat lokal yang mempunyai nilai sejarah dan seni di dalamnya.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Khas Bali)

2. Tari Gendang Beleq

Kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat dalam bentuk tari yang kedua adalah tari gendang beleq. Tari tradisional yang satu ini bisa dibilang sangat unik, alasannya adalah ditarikan oleh para penarinya sambil memainkan alat musik gendang beleq.

Oleh karena itu, tarian ini disebut selaku tari gendang beleq. Gendang beleq sendiri merupakan alat musik tradisional suku Sasak berupa besar, yang dimainkan secara berkelompok dalam bentuk orkestra.

Namun, semenjak dijadikan selaku salah satu tari tradisional, tari ini oleh masyarakat suku Sasak telah dianggap selaku tradisi yang wajib dikerjakan, alasannya ialah kesenian dari peninggalan Kerajaan Selaparang Lombok.

Tidak cuma itu, tari ini juga dijadikan sebagai salah satu media penyebaran agama Islam di sekitar daerah Lombok. Sehingga, pada dikala pertunjukan akan diselipkan ceramah agama ataupun aktivitas keagamaan yang lain.

3. Tari Lenggo

Tari tradisional yang diciptakan oleh Datuk Raja Lelo, seorang mubalig asal Sumatera Barat ini pertama kali disebut selaku tari lenggo Melayu. Tari ini sengaja diciptakan untuk upacara budbahasa Hanta Ua Pua yang diadakan di kawasan Bima.

Tari lenggo pun terbagi menjadi dua jenis, ialah tari lenggo mone dan tari lenggo mbojo. Tari lenggo mone sendiri ialah istilah masyarakat Bima, untuk tari lenggo yang dibawakan oleh para penari laki-laki. Sementara, tari lenggo mbojo ialah istilah untuk tari lenggo yang dibawakan oleh penari wanita.

4. Tari Buja Kadanda

Keempat ada tari buja kadanda, selaku tari tradisional yang masuk ke dalam kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat. Tari yang menggambarkan dua orang serdadu sedang berperang ini, tentu saja dibawakan oleh dua orang penari laki-laki.

Yang mana, para penari tersebut akan mengenakan kostum layaknya prajurit, yang dilengkapi dengan properti berbentuksenjata tombak dan perisai. Gerakan dari tarian ini juga merupakan gerakan bela diri, sehingga diharapkan keahlian khusus untuk bisa menarikannya.

Tari yang juga diketahui dengan nama Mpa’a Buja Kadanda ini, pada dasarnya diciptakan untuk menghargai dan mengingat jasa para serdadu Bima dalam berjuang menjaga wilayahnya.

5. Tari Wura Bongi Monca

Selanjutnya ialah tari wura bongi monca. Tari tradisional yang juga tumbuh di suku Bima ini, merupakan tarian menabur beras kuning yang sering kali dijadikan selaku hiburan, untuk program-acara etika Bima.

Untuk bisa menarikan tarian ini, diharapkan empat sampai enam orang gadis yang membawakan tarian ini dengan gerakan lemah gemulai, untuk menarik minatpara tamu yang datang ke tanah Bima. Tari wura bongi monca pun menariknya sudah meningkat sejak kala kesultanan Abdul Khair Sirajuddin.

6. Tari Rudat

Menjadi salah satu tarian yang kental dengan nuansa Islami ini, tari rudat umumnya ditampilkan di aneka macam perayaan hari besar Islam, seperti peringatan maulid nabi, khitanan, Isra Mi’raj, khatam Al-Alquran dan lain sebagainya.

Tidak cuma itu, nuansa Islami pada tarian ini juga dapat dilihat dari kostum yang dikenakan para penari, maupun lagu pengiring pertunjukkan yang dimainkan.

Jika melihat sejarah, kentalnya nuansa islami yang dimiliki tarian rudat ini disebabkan oleh ulama terdahulu, yang memakai tarian ini selaku media untuk mengembangkan agama Islam.

Tradisi

Berdasarkan definisinya, tradisi merupakan kebiasaan dari sebuah tempat yang sudah dilakukan semenjak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kalangan penduduk .

Lebih dari itu, tradisi juga diartikan selaku sesuatu yang diwariskan oleh nenek moyang kepada generasi-generasi setelahnya dari periode ke kurun.

Untuk Nusa Tenggara Barat sendiri, tradisi yang dimiliki sangat banyak. Namun, kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa tradisi yang menjadi bab dari kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat, yang di antaranya adalah:

7. Perang Topat

Perang topat ialah tradisi masyarakat suku Sasak dalam bentuk upacara ritual, yang dijalankan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada sang pencipta, atas kemakmuran yang diberikan, mirip tanah yang subur dan hujan.

Upacara ritual ini dijalankan oleh penduduk suku Sasak setiap tahunnya, pada ketika purnama keenam berdasarkan kalender sasak, atau sekitar bulan November-Desember di Taman Lingsar, sesudah final “Pedande” memuja, yakni selama periode “Rokok Kembang Waru” sekitar pukul 17.30 waktu lokal.

Prosesi upacara ritual ini dapat dikatakan unik, alasannya adalah dijalankan dengan cara saling melempar topat (ketupat). Sehingga, tak heran apabila upacara ritual ini diberi nama perang topat, alasannya penerima upacaranya saling melemparkan topat.

8. Maulid Adat Bayan

Tradisi selanjutnya yang menjadi bagian dari kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat adalah Maulid Adat Bayan. Tradisi yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara ini, dilaksanakan oleh penduduk lokal setiap 15 Rabiul awal, atau tepatnya tiga hari sehabis perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian prosesi dari tradisi yang satu ini sangat menarik, karena masyarakatnya harus menumbuk padi memakai rantok dari bambu panjang, serta mengenakan busana adab Kabupaten Lombok Utara, adalah tutup kepala Jong dan juga kemben (kain panjang yang digunakan untuk menutupi bagian dada sampai kaki).

9. Dende Bunti

Buat kau yang gres mendengar dende bunti, sejatinya dende bunti ialah tradisi penduduk Kota Bima, berupa prosesi pengiriman kandidat pengantin pria ke rumah kandidat pengantin wanita.

Dalam prosesinya, calon pengantin pria nanti akan diantar oleh tokoh agama dan sanak kerabat, yang memakai busana sesuai dengan status sosialnya.

Tentunya, selama prosesi pengantaran, rombongan kandidat pengantin laki-laki akan diiringi dengan musik Arubana dan hadrah.

10. Sentek Panguri

Di urutan ke-10 ada sentek panguri, sebagai tradisi yang juga menjadi kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat. Kata “panguri” pada sentek panguri sendiri, merupakan kepanjangan dari kata “kuri” yang memiliki arti ucapan yang lembut, santun dan halus.

Kata tersebut umumnya diucapkan untuk menunjukkan semangat terhadap Sultan Sumbawa Dewa Masmawa. Namun, dalam prosesi adatnya, masing-masing golongan akan memberikan persembahan yang cocok dengan kewajiban akhlak.

11. Upacara U’a Pua

Sebagai tradisi yang juga dipengaruhi oleh anutan Islam, Upacara U’a Pua umumnya dilaksanakan bareng dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, selama tujuh hari berturut-turut.

Tidak cuma itu, upacara adat ini juga akan dirangkai dengan beberapa atraksi seni budaya dari penduduk Suku Mbojo (Bima).

Upacara U’a Pua ini akan diawali dengan pawai yang dijalankan dari Istana Bima, yang dibarengi oleh seluruh Laskar Kesultanan, keluarga istana sampai grup kesenian tradisional Bima beserta dua penari Lenggo.

12. Upacara Mengayu-ayu

Mengayu-ayu ialah salah satu tradisi dalam bentuk upacara etika yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur. Upacara adab yang satu ini, diselenggarakan oleh penduduk Sembalun setiap tiga tahun sekali.

Hadinya upacara etika Mengayu-ayu ini ditujukan sebagai bentuk rasa syukur penduduk Sembalun, karena diberikan hasil bumi yang melimpah sekaligus impian untuk selalu mendapat keberkahan, biar terhindar dari ancaman dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

13. Nyongkolan

Terakhir ada nyongkolan, yang menjadi tradisi dari penduduk Kabupaten Lombok Tengah. Nyongkolan sendiri ialah tradisi adat dalam prosesi ijab kabul, yang mana kedua pengantinnya akan diarak dari rumah mempelai pria ke tempat tinggal mempelai perempuan, memakai busana adat setempat.

Uniknya, yang diarak tidak hanya pengantin, tetapi keluarga dan kerabat kedua mempelai pun ikut diarak bersama pengantin.

Dan umumnya, selama arak-arakan mereka akan membawa sebagian hasil kebun untuk diberikan kepada keluarga mempelai wanita, seperti buah dan sayur-sayuran.

Nantinya, tradisi nyongkolan ini akan diiringi dengan iringan musik tradisional Sasak, ialah gamelan dan gendang beliq untuk menambah hingar bingar dan keseruan tradisi ini.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sumatera Barat)

Itulah beberapa kesenian tradisional Nusa Tenggara Barat yang perlu kau ketahui, mulai dari seni tari hingga tradisi dari setiap wilayahnya. Semua kesenian tradisional tersebut wajib dijaga kelestarianya, agar tidak punah tergoda perkembangan zaman yang makin hari makin pesat.

Kamu juga perlu membanggakan kesenian-kesenian tersebut, untuk menangkal diambil alihnya kesenian tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kamu bisa mulai mempelajarinya dengan membaca beberapa informasi melalui internet atau E-book.

Jika kau ingin mempelajarinya lebih dalam, kau juga bisa langsung melaksanakan perjalanan wisata dan berkunjung ke lokasi aslinya, adalah ke Nusa Tenggara Barat.

Namun, alasannya adalah pandemi virus Covid-19 saat ini belum berakhir, kamu merencanakannya terlebih dulu dan mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan.

Agar perjalanan rekreasi menjadi lebih simpel dan irit, kau bisa memakai kartu kredit selaku solusinya. Sebab, kamu tidak mesti memiliki sejumlah uang tunai apalagi dulu, untuk mampu melaksanakan perjalanan wisata.

Terlebih, kartu kredit juga tak jarang menawarkan promo mempesona khusus untuk perjalanan rekreasi para penggunanya, seperti discount, rewards ataupun cashback.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki kartu kredit, bisa langsung mengajukannya secara online di CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk kartu kredit yang bisa kau pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Tidak cuma itu, proses pengajuannya pun mudah, cepat dan kondusif alasannya telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Makara, buat kau yang ingin melaksanakan perjalanan wisata dengan mudah dan mengasyikkan, tunggu terlebih? Yuk, usikan kartu kredit terbaikmu kini dan dapatkan segudang keuntungannya!