0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

12 Penyakit Yang Umum Diderita Milenial Penting Layak Diwaspadai

Siapa sangka, jikalau ternyata penyakit yang biasa diderita milenial ada banyak sekali. Hal tersebut tampakdari inovasi Blue Cross Blue Shield Association (BCBS), yang mengatakan bahwa ada 10 penyakit yang biasa diderita milenial.

10 penyakit tersebut di antaranya, yakni stress, gangguan penggunaan zat, gangguan penggunaan alkohol, hipertensi, hiperaktif, kondisi psikotik, penyakit crohn, kolesterol tinggi, gangguan penggunaan tembakau, dan diabetes tipe II.

Namun, selain 10 penyakit itu masih ada beberapa penyakit yang lain, yang juga sering diderita milenial. Untuk mengetahui lebih terang apa saja penyakit yang biasa diderita milenial, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Daftar Penyakit yang Umum Diderita Milenial

Sebagai generasi yang inovatif, kreatif, produktif dan akrab dengan teknologi, sudah sebaiknya generasi milenial memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Namun kenyataannya justru sebaliknya, alasannya ada beberapa penyakit yang umum diderita milenial.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jikalau hasil studi BCBS memperlihatkan bahwa tingkat prevalensi penyakit generasi milenial, lebih tinggi dibandingkan dengan generasi X.

Yang mana, di usia yang lebih muda, generasi milenial rata-rata sudah lebih banyak menghadapi tantangan kesehatan. Tepatnya pada usia 27 tahun, generasi milenial biasanya mulai mengalami penurunan keadaan kesehatan.

Lantas, dari penurunan kondisi kesehatan tersebut, apa saja penyakit yang umum diderita milenial, utamanya untuk usia 27 tahun ke atas? Berikut daftarnya.

1. Depresi

Penyakit yang umum diderita milenial yang pertama yakni frustasi. Penyakit yang satu ini yaitu penyakit yang menyerang mental seseorang, dengan cara mengakibatkan perasaan, sikap serta pikiran yang negatif.

Dengan perasaan, perilaku serta anggapan negatif tersebut, seseorang umumnya akan susah mengontrol dirinya, yang kesannya membiarkan diri larut di dalam keadaan tersebut, untuk jangka waktu yang cukup lama.

Jika sudah begitu, tingkat produktivitas serta hubungan sosial seseorang dengan lingkungan sekitar menjadi menurun.

Seseorang yang mengalami frustasi pun akan menawarkan beberapa ciri-ciri, seperti rasa sedih yang berlebihan, berkurangnya nafsu makan, berat tubuh yang makin menurun, sering merasa letih, kesusahan tidur, sulit berpikir dan berfokus, serta merasa dirinya tidak berharga dan berguna.

Berdasarkan studi yang dilaksanakan pada generasi milenial Amerika Serikat, tertekan menjadi persoalan utama milenial dengan tingkat prevalensi pada 2017, yang mencapai lima persen.

Dengan begitu, stress menjadi masalah utama milenial yang betul-betul mesti diamati.

(Baca Juga: 3 Cara Makara Milenial yang Sehat)

2. Gangguan Penggunaan Zat Adiktif

Selanjutya ada gangguan penggunaan zat adiktif. Menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita milenial, gangguan penggunaan zat adiktif ini bahu-membahu sungguh berbahaya, alasannya adalah prevalensi penyakitnya pada milenial meningkat sampai dua persen.

Gangguan penggunaan zat adiktif ini pun akan lebih menyerang saraf, otak, jantung, paru-paru dan beberapa organ badan yang lain. Sehingga, efek yang dinikmati nantinya pun aneka macam macam, mulai dari halusinasi, kanker paru-paru, hingga maut.

3. Gangguan Penggunaan Alkohol

Buat kamu yang sering mengonsumsi alkohol, rasanya kini telah harus menghemat atau bahkan meninggalkannya. Sebab, alkohol masuk ke dalam salah satu daftar penyakit yang biasa diderita milenial.

Diketahui, tingkat konsumsi alkohol pada milenial, adalah mencapai 1,5 persen. Yang artinya, alkohol menjadi salah satu kawasan pelarian generasi milenial ketika stres. Padahal, alkohol sendiri tidak memperlihatkan faedah baik untuk badan.

Alkohol cuma bisa menunjukkan ketenangan sementara, yang dapat melepas stres serta beban seseorang yang mengonsumsinya. Selebihnya, alkohol hanya menjadi pemicu timbulnya berbagai jenis penyakit.

4. Hipertensi

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi, ialah sebuah keadaan ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih.

Hipertensi bahwasanya bukan penyakit yang terlalu berbahaya, sebab masih mampu teratasi dengan konsumsi obat-obatan.

Namun, di beberapa kondisi hipertensi dapat menjadi berbahaya, karena tubuh memaksa jantung untuk melakukan pekerjaan memompa darah lebih keras dari lazimnya ke seluruh tubuh, yang balasannya akan memicu timbulnya beberapa jenis penyakit, seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung.

Hipertensi pun dapat menyerang siapa pun, tidak terkecuali generasi milenial. Hal tersebut dikarenakan, generasi milenial biasanya mempunyai pola hidup yang tidak bagus, seperti misalnya jarang berolahraga, merokok, sering mengonsumsi makanan junk food dan lain sebagainya.

Hal itu yang justru menjadi penyebab timbulnya penyakit hipertensi pada generasi milenial. Maka dari itu, tak heran jika hipertensi menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita milenial.

5. Hiperaktif

Hiperaktif merupakan salah satu ciri dari generasi milenial. Ya, sebagai generasi yang bersahabat dengan teknologi dan mempunyai segudang ilham menawan, milenial tentu mempunyai tingkat produktivitas yang lebih tinggi, dari generasi-generasi sebelumnya.

Hanya saja, banyaknya aktivitas serta kesibukan yang dijalankan milenial tersebut, ternyata tidak cocok dengan kemampuan tubuhnya. Hal itu yang mengakibatkan milenial menjadi lebih singkat letih dan tertekan.

Tidak hanya itu, bagi sebagian orang, keadaan hiperaktif yang dimiliki orang lain pun mampu menyebabkan seseorang rentan mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Ini ialah suatu gangguan yang dialami seseorang, ketika orang tersebut mempunyai karir yang belum terang dan melihat kerabatnya telah maju dan sukses.

6. Kondisi Psikotik

Psikotik atau psikosis merupakan salah satu jenis penyakit yang umum diderita milenial, berupa keadaan dikala seseorang tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak.

Penyebab timbulnya keadaan ini bergotong-royong belum terang, tetapi apabila seseorang telah memperlihatkan gejala, seperti ilusi dan halusinasi, maka orang tersebut harus secepatnya mendapat derma dari jago.

Pasalnya, kalau tidak segera dikerjakan, kondisi psikosis dapat memberikan imbas berbahaya pada kehidupan sosial generasi milenial.

Melansir dari cnnindonesia.com, tingkat prevelansi milenial yang menderita penyakit ini, yakni meraih 0,9 persen.

7. Penyakit Crohn

Buat kau yang baru mendengar penyakit crohn, ini merupakan salah satu penyakit yang biasa diderita milenial, berbentukradang usus kronis. Orang yang menderita penyakit ini, biasanya memiliki gaya hidup yang tidak sehat, sehingga berefek pada iritasi usus.

Crohn sendiri disebut sebagai radang usus kronis, alasannya sejatinya penyakit ini memang menyerang semua sistem pencernaan, mulai dari mulut sampai dubur.

Namun selain crohn, penyakit ulcerative colitis juga acap kali menyerang usus, tepatnya adalah lapisan alam usus besar.

8. Kolesterol Tinggi

Kamu mungkin sering mendengar atau bahkan memperoleh, kolesterol tinggi diderita oleh orang akil balig cukup akal dan lansia.

Tetapi sebetulnya, kolesterol tinggi juga sering didapatkan pada generasi milenial. Maka dari itu, penyakit yang satu ini masuk menjadi bagian dari penyakit yang umum diderita milenial, berdasarkan BCBS.

Penyebab utama generasi milenial terjangkit kolesterol tinggi, yaitu disuguhkannya berbagai macam kuliner enak yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi.

Makanan-makanan tersebut biasanya yaitu makanan cepat saji, yang yang dibuat atau terdiri dari susu, mentega, daging, roti, hati dan lain sebagainya.

9. Gangguan Penggunaan Tembakau

Bukan sesuatu hal yang gres, apabila gangguan penggunaan tembakau menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita milenial. Hal itu mampu dilihat dari banyaknya generasi milenial, yang dikala ini menjadi perokok aktif maupun pasif.

Dilansir dari cnnindonesia.com, penggunaan rokok pada milenial sendiri meningkat hingga tujuh persen prevalensinya, ialah menjadi 5,6.

Meningkatnya penggunaan rokok pada milenial ini menjadi suatu perhatian sekaligus peringatan, biar generasi milenial mengurangi konsumsi rokok. Sebab, rokok menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya berbagai penyakit kronis.

10. Diabetes Tipe II

Diabetes tipe II nyatanya juga masuk sebagai penyakit yang biasa diderita milenial. Bagaimana tidak, contoh hidup masyarakat yang gemar mengonsumsi masakan dengan kandungan gula, garam dan lemak berlebih, menjadi penyebab terutama.

Di Amerika Serikat sendiri, prevalensi penyakit ini meningkat sebanyak 22 persen, dari yang sebelumnya berada di angka 1,9 menjelma 2,3.

Meningkatnya prevalensi penyakit ini, pasti akhir dari konsumsi masakan yang sembarang pilih. Dengan demikian, diabetes tipe II sekarang tidak cuma menyerang orang-orang dengan usia 45 tahun ke atas saja, namun juga menyerang kelompok sampaumur.

11. Obesitas

Di urutan ke-11 ada obesitas, yang menjadi salah satu penyakit yang biasa diderita milenial. Hal ini bisa terjadi, akibat dari banyaknya generasi milenial, termasuk akil balig cukup akal yang lebih bahagia mengonsumsi makanan instan, tanpa mengimbanginya dengan aktivitas fisik.

Padahal, telah menjadi belakang layar umum, bila terlampau banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan gula tinggi, dapat mengembangkan risiko terserang obesitas.

Dan bila kamu telah terserang obesitas, maka membuka potensi timbulnya beberapa penyakit kronis, seperti jantung, hipertensi, serta diabetes.

12. Sakit Lambung

Terakhir ada sakit lambung, selaku penyakit yang lazimnya diderita milenial. Penyakit lambung ini biasanya disebabkan oleh stres dan pusing.

Generasi milenial yang ketika ini sedang berada di usia produktif, condong lebih rentan mengalami stres dan sakit kepala.

Oleh alasannya adalah itu, sakit lambung pun sering kali diderita oleh generasi milenial. Penggunaan obat-obatan golongan ibuprofen untuk mengatasi sakit lambung pun hanya bertahan sementara, alasannya nantinya obat-obatan tersebut akan mengembangkan risiko gangguan lambung yang lain.

Cara Milenial Mengatasi Penyakit

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu mengetahui 12 penyakit yang umum diderita milenial, maka di pembahasan kali ini kau akan mengetahui bagaimana cara yang seharusnya milenial kerjakan, untuk mengatasi penyakit tersebut.

Memperbaiki gaya hidup yakni cara utama yang mesti dijalankan para milenial. Sebab, dengan gaya hidup yang lebih baik dan sehat, semua risiko untuk terkena banyak sekali jenis penyakit berbahaya, baik secara fisik maupun mental dapat disingkirkan.

Selain itu, mencari perawatan pencegahan sebelum terjadinya kondisi berbahaya yang mengancam kesehatan pun perlu dilakukan. Salah satu misalnya yaitu penggunaan asuransi kesehatan.

(Baca Juga: Asuransi Kesehatan Bagi Pekerja Milenial)

Yang mana, asuransi kesehatan sendiri akan memberikan jaminan dalam bentuk pemenuhan ongkos pengobatan dan perawatan penggunanya selama sakit.

Sehingga, nantinya para pengguna asuransi saat sakit tidak butuhlagi pusing mempertimbangkan besarnya biaya pengobatan.

Dengan asuransi kesehatan pun, kau akan menerima pelayanan yang baik dan bermutu dari pihak rumah sakit, mulai dari obat-obatan yang dipakai, sampai akomodasi seperti ruang rawat inap.

Maka dari itu, memiliki asuransi kesehatan saat ini sangat penting. Dan buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, sekarang kau bisa memilih dan mengajukan asuransi kesehatan terbaikmu secara online lewat CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari beberapa perusahaan terkemuka dan terpercaya, yang bisa diseleksi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak cuma itu, pross pengajuannya pun sungguh mudah, alasannya CekAja.com telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu terlebih? Yuk, usikan asuransi kesehatan terbaikmu kini juga dan dapatkan segudang manfaatnya!