0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

10 Perbedaan Pelit Dan Ekonomis, Jangan Hingga Salah Menganggap

Adakah diantara kamu yang masih belum tahu ihwal perbedaan pelit dan ekonomis? Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa pembahasan mengenai duit seakan-akan tak akan pernah ada habisnya.

Sebab, uang itu sendiri merupakan faktor yang sungguh penting dalam menyanggupi aneka macam keperluan hidup sehari-hari, baik itu kebutuhan yang bersifat primer maupun sekunder.

Akan tetapi, dibalik manfaatnya yang sungguh penting, duit itu sendiri juga tidak mampu didapat dengan mudahnya begitu saja.

Itulah sebabnya, mengapa banyak orang yang rela melakukan apapun dan bersusah payah, biar mampu menerima uang untuk menyanggupi keperluan hidup.

Melihat hal tersebut, mengendalikan keuangan terperinci menjadi satu hal yang sungguh penting untuk dijalankan, biar mampu kita gunakan secara bijak dan tidak cepat habis.

(Baca Juga: 5 Jurus Menabung Sehabis Resign)

Nah, ternyata, di dalam mengatur keuangan ini, terdapat dua tipe sifat yang mungkin sudah sering kita temui, yaitu pelit dan irit.

Terdengar sama, nyatanya kedua sifat ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan lho. Penasaran apakah itu? Yuk kita simak bahu-membahu perihal perbedaan pelit dan ekonomis.

Perbedaan Pelit dan Irit

Dilansir dari banyak sekali sumber, berikut beberapa perbedaan pelit dan ekonomis yang mungkin perlu kamu pahami, agar tidak salah menganggap orang, adalah yaitu:

1. Orang pelit enggan untuk memberi, orang hemat menyaksikan kondisi dan dan keperluan

Perbedaan pelit dan hemat yang pertama yakni dalam hal memberi. Umumnya, orang irit cenderung enggan untuk memberi. Jika pun memberi, mereka akan selalu mengungkit setiap pemberiannya ke orang yang diberikan.

Nah, hal ini berlainan dengan orang ekonomis yang bisanya meskipun dalam jumlah sedikit, mereka akan tetap memperlihatkan, terutama bagi orang-orang yang mereka anggap membutuhkan.

Sebab, orang ekonomis lebih mementing nila-nilai kemanusiaan dibandingkan duit semata. Sedangkan orang pelit, mereka akan menganggap bahwa duit di atas semuanya.

2. Orang pelit tidak akan mau membayar, meski untuk kepentingan pribadinya

Biasanya, orang pelit tidak akan mudah untuk mengeluarkan uang, walaupun untuk keperluan pribadinya. Sebab, yang ada dipikiran mereka yaitu, sebisa mungkin mendapatkan apa yang diinginkan secara gratis.

Sementara itu, orang ekonomis akan lebih bijaksana dalam memakai duit. Mereka akan memilah apalagi dahulu, manakah yang ialah keperluan dan manakah yang merupakan cita-cita.

Tentu saja, selama memang diharapkan, maka mereka juga tidak akan segan untuk membayar.

3. Orang pelit menimbang-nimbang harga, orang ekonomis mempertimbangkan mutu

Nah, perbedaan pelit dan irit berikutnya adalah dalam sifat mereka dalam berbelanja barang. Memang sepertinya orang ekonomis sangatlah pandai.

Sebab, mereka tidak akan ragu untuk membeli barang dengan harga yang sedikit lebih mahal, selama barang tersebut memiliki rentang waktu penggunaan yang panjang, alias awet, ketimbang berbelanja barang murah tetapi hanya digunakan sekali eksklusif rusak.

Sedangkan untuk orang pelit, biasanya mereka akan lebih memilih barang dengan harga murah agar duit mereka tidak banyak terkuras, walaupun dengan mutu yang tidak terlampau cantik.

4. Orang pelit menyimpan duit tanpa alasan, orang hemat mengalokasikan uangnya untuk menabung dan investasi

Perbedaan pelit dan irit selanjutnya dari bagaimana cara mereka menyimpan uang. Umumnya, orang pelit hanya menyimpan uang tanpa tujuan apapun.

Dan lazimnya pula, orang pelit akan menabung hanya didasari oleh rasa takut, ialah takut akan kelemahan di lalu hari.

Lain halnya dengan orang irit, yang lazimnya mereka telah memiliki tujuan akan dialokasikan kemana duit yang mereka miliki.

Alias, mereka sudah mempunyai tujuan untuk era yang mau tiba, mirip untuk melanjutkan pendidikan, menjadi modal perjuangan, menikah, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, cara mereka mengalokasikannya juga umumnya berbentukmenabung dan berinvestasi ke aneka macam instrumen yang mereka anggap tenteram dan membawa keuntungan.

Itulah mengapa, orang ekonomis lazimnya tidak akan pernah khawatir akan kekurangan duit untuk kala yang akan tiba. Sebab, mereka telah memiliki penyusunan rencana yang masak.

5. Orang pelit enggan memberi tip, orang ekonomis akan memberi tip sesuai mutu layanan

Perbedaan pelit dan irit berikutnya ialah, dalam hal mereka mendapatkan pelayanan. Terkadang, ada kalanya kita menggunakan jasa layanan, mirip kamar hotel, kedai makanan, dan lain-lainnya.

Nah, di Indonesia itu sendiri, saat kita menggunakan jasa layanan tersebut, maka kita akan memperlihatkan tip selaku bentuk apresiasi atas layanan yang sudah diberikan.

Biasanya, orang pelit relatif tidak mau memperlihatkan tip cuma alasannya seorang pelayanan hotel tiba ke kamarnya.

Sementara itu, orang hemat akan memperlihatkan tip sesuai dengan pelayanan dan kinerjanya. Jika dia tidak menawarkan tips sama sekali, maka mampu saja kinerja pelayan tersebut memang kurang memuaskan.

6. Orang pelit minimalis kebutuhan, orang hemat memprioritaskan kebutuhan

Perbedaan pelit dan hemat selanjutnya bisa kita lihat dari cara mereka mengutamakan keperluan.

Biasanya, orang pelit akan sebisa mungkin mengurangi keperluan, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli keperluan lainnya.

Sedangkan untuk orang irit, mereka justru sungguh mengutamakan kebutuhan yang wajib dibeli.

Sehingga, dengan ini mereka menjadi tahu manakah yang mesti dibeli dan manakah yang tidak.

7. Orang pelit akan minta ditraktir, orang hemat tidak akan ragu untuk split bill

Perbedaan pelit dan hemat selanjutnya adalah dalam hal membayar masakan. Biasanya, orang pelit akan lebih sering meminta untuk ditraktir, meskipun bahu-membahu mereka mempunyai cukup banyak duit.

Sebenarnya bukan hanya kuliner saja sih, namun dalam bentuk apapun, mereka akan lebih sering minta untuk dibayarin.

Nah, hal ini tentu berbeda dengan orang hemat. Jika mereka memang sedang berhemat, umumnya mereka akan menolak secara halus kalau diajak nongkrong di cafe, apalagi jika hal tersebut telah terlalu sering dikerjakan.

Karena pada dasarnya, orang irit mempunyai prinsip pantang menghambur-hamburkan uang, utamanya untuk hal yang dirasa kurang penting.

Jika pun mereka memang sedang bosan dan ingin refreshing sejenak untuk berjumpa dengan teman-sahabat, mereka akan menyarankan untuk split bill atas masakan yang dipesan. Dengan begitu, pengeluaran menjadi lebih hemat.

8. Orang pelit akan senantiasa perhitungan dari permulaan sampai selesai, orang irit cuma memperhitungkan di permulaan saja

Perbedaan pelit dan irit berikutnya yaitu dari cara mereka perkiraan. Baik itu orang pelit dan irit, keduanya memang sama-sama perhitungan.

Akan namun, orang pelit akan senantiasa perhitungan dengan setiap pemberiannya, mulai dari permulaan sampai dengan akhir.

Nah, lain halnya dengan orang hemat yang cenderung memperhitungkan seluruhnya secara matang sebelum memberikan sesuatu pada orang lain. Setelah itu, mereka tidak akan pernah mengungkitnya lagi.

9. Orang pelit menabungkan semua uangnya, orang hemat cuma menyisakan sebagian uangnya

Menabung memang penting, namun jika yang ditabung seluruh duit yang dimiliki, justru itu akan menyiksa diri. Nah, hal ini juga bisa menjadi perbedaan pelit dan ekonomis.

Biasanya, orang pelit akan menabungkan semua uangnya dan enggan menggunakannya untuk keperluan apapun, apalagi untuk bersenang-bahagia.

Sementara itu, orang hemat tetap menabung, namun hanya sebagian dari uangnya saja. Sehingga, sisa duit yang tidak ditabung bisa dipakai untuk menggembirakan diri sendiri, mirip berbelanja kebutuhan sehari-hari, sesekali nongkrong di cafe, hingga menonton bioskop.

Karena sejatinya, apalah arti dari duit banyak jika cuma disimpan dan tidak dinikmati, bukan?

10. Orang pelit kikir, orang ekonomis bijaksana

Perbedaan pelit dan hemat yang terakhir akan kita bahas yakni perihal perbedaan sifat, yang juga paling membedakan antara keduanya.

Tidak dapat disangkal bahwa pelit yakni sifat yang kikir, dalam arti beliau memang tidak mau membayar yang seharusnya menjadi kewajibannya.

Sementara itu, orang hemat atau irit justru bisa tergolong sebagai sifat yang bijaksana, karena mereka mampu memilah manakah yang menjadi kebutuhan dan manakah yang dianggap sebagai pemborosan.

Jadi, itulah beberapa perbedaan pelit dan ekonomis yang bahwasanya sedikit seperti, tetapi juga berlawanan secara bersamaan.

Akan namun, jikalau kau melihat orang dengan sifat yang gres saja dibahas, bukan bermakna kamu mampu menilainya begitu saja lho.

(Baca Juga: 5 Manfaat Menabung)

Sebab, mampu jadi orang tersebut bukan pelit, melainkan memang sedang merencanakan sesuatu untuk meraih keinginannya di abad depan. Kira-kira, kamu termasuk orang dengan tipe yang mana?

Baik itu pelit maupun ekonomis, tentu mengendalikan keuangan menjadi satu hal yang perlu dilaksanakan. Maka dari itu, supaya pengeluaran menjadi lebih irit, jangan lupa juga untuk memakai kartu kredit selaku metode pembayarannya.

Karena, saat ini sudah banyak lho banyak sekali jenis kartu kredit yang menawarkan potongan harga dan promo menggiurkan sehingga menciptakan pengeluaran kamu menjadi lebih hemat. Belum mempunyai kartu kredit? Segera ejekan saja di CekAja.com!