0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

10 Imbas Kasatmata Dan Negatif Dari Kerokan, Ibu Hamil Hati-Hati!

Buat kau yang sering kerokan, mengenali pengaruh konkret dan negatif dari kerokan rasanya sangat penting. Pasalnya, kerokan menjadi salah satu acara yang terkadang dilakukan masyarakat Indonesia, untuk menanggulangi keadaan tubuh yang kurang fit.

Kerokan sendiri ialah salah satu terapi pengobatan alternatif, yang ditujukan untuk pengobatan gejala masuk angin, dengan cara menggaruk sembari menekan permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul, mirip alat kerokan maupun duit logam.

Selain menggunakan dua alat tersebut, kamu juga bisa kerokan memakai benda tumpul lainnya, mirip bawang merah, cuilan jahe, kerikil giok maupun kelereng.

Sementara untuk minyaknya sendiri, kamu bisa menggunakan minyak zaitun, minyak telon, minyak kelapa, atau bahkan lotion tubuh dan balsam.

Penggunaan minyak ini, sejatinya berkhasiat untuk melindungi kulit dari risiko iritasi. Sebab, kerokan mampu membuat kulit yang dikerok menjadi memar. Ini ditunjukkan melalui guratan atau garis merah yang nampak pada kulit yang dikerok.

Dalam dunia medis, guratan merah ini disebut dengan inflamasi. Yang mana, inflamasi ini berfungsi sebagai penetralisir penyebab rasa sakit, serta menghilangkan jaringan yang sudah mati. Dengan begitu, maka proses pemulihan pun akan berlangsung lebih cepat.

Guratan merah juga menjadi ciri dari jaringan yang meradang, yang mengandung banyak darah akibat dari pembuluh darah kapiler yang sebelumnya kosong dan menyempit, lalu melebar dan terisi darah sesaat setelah kerokan.

Dampak Positif dan Negatif Dari Kerokan

Meski kerokan dinilai ampuh mengatasi gejala masuk angin, namun kau tetap perlu mengetahui imbas nyata dan negatif dari kerokan. Hal tersebut berguna biar kamu mampu memikirkan, apakah kerokan ialah sistem yang sempurna untuk kau menanggulangi tanda-tanda masuk angin.

Lantas, apa saja efek nyata dan negatif dari kerokan? Pada peluang kali ini, CekAja.com telah merangkum 10 pengaruh faktual dan negatif dari kerokan, yang hendak diulas secara lengkap khusus untuk kau. Simak bahu-membahu, yuk!

(Baca Juga: Cara Mengobati Masuk Angin)

Dampak Positif Kerokan

Pada dasarnya, efek aktual dan negatif dari kerokan sangat banyak. Maka dari itu, CekAja.com akan membahasnya secara terpisah. Hal pertama yang hendak dibahas dari imbas positif dan negatif dari kerokan adalah dampak positifnya terlebih dahulu.

Seperti yang diketahui, kerokan secara efektif mampu menangani tanda-tanda masuk angin. Hal tersebut dikarenakan, pada ketika kerokan suhu badan akan meningkat dan pembuluh darah pun terbuka lebar.

Nah pada saat itu, peredaran oksigen di badan, khususnya di bagian otot punggung menjadi lebih baik. Sehingga, dikala kerokan pegal-pegal dan rasa nyeri akan berkurang, serta tubuh menjadi lebih hangat dan rileks.

Namun, selain bisa menanggulangi gejala masuk angin, kerokan juga menawarkan dampak kasatmata yang lain, mirip:

1. Meredakan Sakit Leher

Sakit leher memang membuat badan menjadi tidak nyaman dalam beraktivitas. Tetapi, hal tersebut mampu diatasi dengan kerokan, sebab ada suatu penelitian yang mengatakan kalau terapi kerokan mampu meredakan rasa nyeri di leher, walaupun efeknya hanya berjalan sebentar.

2. Menangani Sindrom Perimenopause

Buat kau yang belum mengetahui sindrom perimenopause, sejatinya ini merupakan sindrom yang terjadi sebelum seseorang mengalami menopause.

Selama periode perimenopause, seseorang umumnya akan mengalami beberapa unek-unek, di antaranya mirip cepat letih, sulit tidur, sering merasa cemas, menstruasi yang tidak teratur, kelembapan vagina menyusut atau kering, nyeri pada tulang dan otot, gampang berkeringat dan paras menjadi merah.

Jika kau mengalami beberapa tanda-tanda atau unek-unek tersebut, jangan cemas. Sebab, kau bisa mengatasinya dengan kerokan, yang dipadukan dengan pengobatan tradisional. Perpaduan dua jenis pengobatan ini, dinilai ampuh mengatasi sindrom perimenopause.

3. Mengobati Sakit Kepala

Sebagian besar orang umumnya akan mengobati pusing dengan mengonsumsi obat-obatan. Namun, terlalu sering mengonsumsi obat-obatan menawarkan efek yang tidak baik untuk tubuh, utamanya ginjal.

Oleh alasannya itu, kamu mampu mengobatinya dengan cara lain, salah satunya yaitu dengan kerokan. Pasalnya, kemampuan kerokan dalam melancarkan sirkulasi darah dalam badan, dianggap bisa meringankan dan mengobati pusing atau migrain.

4. Mengurangi Sakit Punggung Bagian Bawah

Menjadi satu hal yang menawan, alasannya kerokan secara efektif mampu meminimalisir sakit punggung bagian bawah kronis.

Hal ini dibuktikan dari suatu penelitian yang menyampaikan, jikalau kerokan ternyata mampu meminimalisir nyeri punggung bagian bawah kronis, yang mampu membuat para penderitanya secara perlahan mampu kembali beraktivitas mirip semula.

Hanya saja, untuk sakit punggung yang disebabkan oleh saraf kejepit, cedera, kelainan bentuk tulang belakang, rematik, kanker, tumor dan penyempitan tulang belakang, keamanan serta efektivitas dari kerokan belum diketahui. Sehingga, untuk beberapa jenis sakit punggung tersebut, disarankan untuk tidak mencobanya, kecuali dengan proposal dokter.

5. Meredakan Payudara yang Membengkak

Dampak konkret dari kerokan yang terakhir ialah mampu meredakan payudara yang membesar. Bagi para ibu hamil dan menyusui, membengkaknya payudara mungkin telah menjadi hal biasa.

Meski begitu, membengkaknya payudara akhir bikinan air susu yang meningkat, secara tidak eksklusif mengganggu aktivitas menyusui. Salah satu cara yang bisa dilaksanakan untuk menangani hal ini, ialah dengan kerokan.

Melansir dari alodokter.com, sebuah penelitian berskala kecil pernah menawarkan, bahwa kerokan atau gua sha dapat meredakan payudara yang membengkak, utamanya pada ibu melahirkan. Dengan begitu, proses menyusui akan menjadi lebih mudah.

Dampak Negatif Kerokan

Hal berikutnya yang hendak dibahas dari imbas aktual dan negatif dari kerokan yakni pengaruh negatifnya. Siapa sangka, bila ternyata efek negatif dari kerokan, tak kalah banyak dari pengaruh positifnya. Untuk mengenali lebih jelas apa saja dampak negatif kerokan, yuk simak ulasan berikut ini.

6. Menyebabkan Iritasi Kulit

Meski bisa menciptakan pemikiran darah dalam tubuh menjadi lebih tanpa gangguan, kerokan nyatanya mampu mengakibatkan iritasi kulit.

Hal ini terjadi balasan adanya goresan pada sel tanduk kulit. Apabila kau terlalu sering kerokan, maka kulit akan terkikis secara perlahan dan menyebabkan iritasi.

Padahal, kulit tubuh memiliki fungsi sebagai barrier atau pembatas pertama badan, untuk mempertahankan tubuh dari kemungkinan masuknya basil atau basil ke dalam tubuh.

7. Meningkatkan Risiko Masuknya Bakteri dan Virus

Kerokan sebetulnya bisa menciptakan pori-pori kulit terbuka lebar. Bagaimana tidak, aktivitas kerokan menciptakan permukaan kulit, mesti bergesekan langsung dengan benda tumpul.

Sehingga, hal tersebut mampu memajukan risiko masuknya aneka macam jenis virus, bakteri atau basil ke dalam tubuh atau peredaran darah.

8. Risiko Bayi Lahir Prematur Meningkat

Akan lebih baik bagi ibu hamil untuk tidak melaksanakan kerokan. Sebab, kerokan cuma mampu mengembangkan produksi hormon sitokinin yang hendak mengakibatkan pelepasan prostaglandin, yang mampu merangsang kontraksi dini. Apabila kontraksi dini terjadi, maka membuat bayi lahir prematur.

Perlu diketahui, bayi yang terlahir prematur sejatinya memiliki risiko yang cukup tinggi dan rentan terkena berbagai jenis penyakit berbahaya.

Maka dari itu, untuk menghalangi terjadinya kontraksi dini dan bayi terlahir prematur, sebaiknya ibu hamil menyingkir dari atau bahkan meninggalkan kebiasaan kerokan.

9. Menyebabkan Memar dan Bengkak

Kamu mungkin telah tidak aneh dengan guratan merah yang timbul setelah kerokan. Guratan merah tersebut timbul akhir pecahnya pembuluh kapiler. Timbulnya guratan ini memang hal biasa yang terjadi sehabis kerokan.

Namun pada sebagian orang, kerokan tidak hanya menyebabkan guratan merah atau memar saja, tetapi juga mampu menyebabkan pembengkakan yang terjadi di area kulit yang dikerok.

Meski begitu kamu tidak perlu cemas, sebab beberapa hari atau minggu setelah kerokan, memar dan abses di tubuhmu dapat hilang dengan sendirinya.

10. Menyebabkan Stroke

Terakhir, kerokan juga mampu memicu timbulnya penyakit stroke. Hal itu dikarenakan, pembuluh darah yang melebar balasan kerokan, mempunyai kesempatanuntuk pecah.

Dan biasanya, jikalau pembuluh darah telah pecah, maka kulit hanya menjadikan reaksi berupa guratan merah.

Tetapi, beberapa orang mengalami reaksi yang berlainan, yakni berupa bekas biru atau ungu yang timbul, balasan pecahnya pembuluh darah kapiler berskala besar.

Oleh alasannya adalah itu, jikalau kerokan dikerjakan secara terus-menerus, maka risiko untuk terjangkit stroke ringan maupun berat kian besar.

Cara Kerokan yang Benar

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengenali wacana pengaruh nyata dan negatif dari kerokan, sekarang saatnya kamu mengetahui bagaimana cara kerokan yang benar.

Sebab, banyak orang seringkali kerokan dengan caranya sendiri, yang mungkin belum tentu benar. Adapun cara kerokan yang benar, ialah:

  • Sediakan alat kerokan atau uang logam yang ujungnya tumpul mirip duit seribu
  • Sediakan minyak, baik itu minyak zaitun, minyak telon dan lainnya
  • Oleskan bab badan yang mau dikerok dengan minyak secara rata
  • Mulai proses kerokan dari bagian samping dekat tulang. Jangan mengerok di bagian atas tulang dan tulang punggung, seharusnya mengerok di bab sendi-sendi erat tulang
  • Pastikan kamu mengerok dari atas ke bawah
  • Jika sudah, jangan pribadi mandi sehabis kerokan. Pastikan kau mandi sehabis suhu badan kembali wajar , mirip contohnya di sore hari atau keesokkan harinya.

(Baca Juga: Cara Mengobati Diabetes Secara Alami)

Itulah 10 pengaruh aktual dan negatif dari kerokan yang sudah kamu ketahui, beserta cara kerokan yang baik dan benar. Semua pengaruh nyata dan negatif dari kerokan tersebut mampu kau jadikan pertimbangan, sebelum memutuskan untuk kerokan.

Seperti contohnya ibu hamil, ia tidak dianjurkan untuk kerokan, sebab dapat mempercepat waktu kelahiran dan bayi terlahir prematur. Jika telah begitu, maka bayi nantinya akan rentan terserang penyakit.

Oleh alasannya itu, sebelum kerokan ada baiknya kamu mengetahui terlebih dulu, dampak positif dan negatif dari kerokan.

Sebab, jika kamu kerokan begitu saja tanpa mengenali dampak positif dan negatifnya, kemudian timbul beberapa imbas samping, maka kau harus mengobatinya.

Beruntung jika efek samping yang ditimbulkan cuma penyakit biasa. Namun bila efek samping yang ditimbulkan ialah penyakit berbahaya, kamu telah niscaya harus berkonsultasi ke dokter dan mendapatkan pengobatan khusus.

Bayangkan, berapa besar ongkos yang mesti kau keluarkan untuk berobat? Tentu sungguh besar, bukan? Kamu mungkin akan terbebani dengan besarnya biaya pengobatan, kalau tidak mempunyai asuransi kesehatan.

Maka dari itu, untuk menghalangi terjadinya hal-hal semacam itu, ada baiknya kamu mulai melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Kamu bisa mengajukannya secara online lewat CekAja.com. Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan, yang bisa kau pilih sesuai keperluan dan kemampuan finansial.

Tidak cuma itu, proses pengajuannya pun sungguh gampang, cepat dan kondusif, alasannya CekAja.com telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Makara, tunggu terlebih? Yuk, usikan asuransi terbaikmu kini juga dan peroleh jaminan pemberian yang maksimal!