0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Ingin Bisnis Umkm Berhasil? Terapkan 6 Langkah Manajemen Sdm Ini!

Menggeluti suatu bisnis memang tidak bisa pribadi mendapatkan valuasi yg begitu besar. Seperti kata pepatah sedikit-sedikit maka usang-lama jadi bukit, tentu mesti menjadi prinsip dasar seorang pebisnis. Karena suatu bisnis yg sudah menjelma jadi perusahaan raksasa, diawali dari langkah kecil. Ya, lewat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), seseorang bahkan mampu meraup omzet melimpah dan alhasil menjadi bisnis besar.

Jangan remehkan UMKM, alasannya unit ekonomi ini justru telah terbukti ‘tahan banting’. Ya, di saat perekonomian Indonesia mengalami gejolak hebat hebat di tahun 97-98, UMKM terbukti menjadi bisnis yg mampu bertahan di tengah topan krisis. Kini 20 tahun lebih telah berlalu, geliat sektor UMKM layaknya sebuah api abadi yang memang tidak pernah padam.

Lengkap! Inilah Panduan dan Langkah Pendirian PT di Indonesia

Bahkan tidak berlebihan kalau disebutkan jikalau UMKM ialah salah satu sendi utama dalam perekonomian Indonesia karena bisa meraup tenaga kerja sampai pelosok desa. Meskipun mampu memiliki daya saing luar biasa, tetap saja pelaku UMKM gagal mengembangkan bisnisnya sebab kurang peduli pada manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dengan alasan bisnis yang digeluti masih kecil-kecilan.

Padahal dengan SDM yg berkualitas tinggi, UMKM bisa menghasilkan suatu produk yg membuat puas sehingga punya nilai jual yang sangat tinggi. Untuk itulah bagi Anda yg merupakan pelaku bisnis UMKM, sepertinya harus mulai menimbang-nimbang kemungkinan manajemen SDM buat kelancaran bisnis ke depannya. Bukan cuma perkara memiliki karyawan yg tepat persyaratan, pengelola dan pemilik pun harus meningkatkan kesanggupan individual masing-masing.

Kenapa Manajemen SDM dalam UMKM Sangat Krusial?

Sentra bisnis UMKM - 1

Sebagai seorang pemimpin, pengurus sekaligus pemilik bisnis UMKM, Anda tentu memiliki keharusan yg sungguh besar dalam melakukan administrasi SDM secara tepat. Apalagi mirip yang telah disebutkan, UMKM sekarang menjadi sektor andalan pemerintah buat menyerap tenaga kerja. Sehingga berangkat dari fakta itu, supaya UMKM mampu berkompetisi dengan bisnis yg lebih besar haruslah memiliki administrasi SDM yang tepat dan tidak mengecewakan.

Bagi suatu bisnis yg melakukan berkembang seperti contohnya UMKM, manajemen SDM jadi hal yg utama supaya perjuangan yg Anda kelola bisa semakin berhasil dan tidak mengalami kebangkrutan. Ada banyak kisah bisnis yg terpaksa melarat hanya sebab SDM yg dimiliki bermutu rendah. Tentu Anda selaku usahawan, tidak pernah terlintas sekalipun di benak merasakan kegagalan, bukan? Untuk itulah semoga UMKM yg digeluti mampu memberikan hasil melampaui cita-cita, maka Anda mesti melakukan langkah administrasi SDM yang sempurna.

Inilah 6 Langkah Manajemen SDM yang Tepat Untuk Bisnis UMKM

1. UMKM Harus Terstruktur

Sentra bisnis UMKM - 2

Bagi beberapa pelaku UMKM, mereka umumnya membangun bisnis rumahan yg tidak memiliki struktur organisasi tetap. Apalagi bila bisnis yang digeluti masihlah skala rumahan dengan pekerjanya segala anggota keluarga. Padahal sikap seperti ini keliru alasannya adalah jikalau memang Anda ingin melakukan manajemen SDM yang sempurna bagi kelancaran bisnis UMKM, haruslah membereskan struktur organisasi yg tepat.

Langkah pembenahan struktur organisasi UMKM mampu dikerjakan melalui menentukan orang-orang yg jago di bidangnya untuk bertangung jawab. Misalkan saja ada yang menjadi manajer produksi, staff bikinan sampai bendahara serta bab penjualan bisnis. Dengan menunjuk orang-orang di posisi yg strategis, secara tidak pribadi Anda melaksanakan manajemen SDM dengan tepat. Bahkan mereka yg ditunjuk pun juga akan memiliki rasa gembira dan ikut turut serta mempertimbangkan kelancaran bisnis.

Namun satu hal yang mesti Anda ingat dalam membenahi struktur organisasi bisnis UMKM merupakan memilih orang yg sempurna. Jangan sampai cuma alasannya itu yakni kerabat kandung atau teman erat sampai kekasih, Anda jadikan sebagai manajer produksi atau bendahara tanpa meilihat kompetensi yang mereka miliki. Karena seandainya memang ingin membangun administrasi SDM yang sempurna, suatu stuktur organisasi bisnis yg berpengaruh yakni kunci khususnya.

Apa Disparitas UKM dengan UMKM, Berikut Penjelasannya

2. Selektif Pilih Orang Baru

Setelah membereskan stuktur organisasi bisnis, hal berikutnya yg berhubungan dengan manajemen SDM yakni dengan selektif dalam memilih orang baru. Ya, semakin besar bisnis yg diatur tentu akan menciptakan produknya bertambah sehingga terang membutuhkan karyawan lebih banyak. Namun dalam proses penyeleksian karyawan ini Anda tidak boleh sembrono.

Sama seperti dikala menentukan orang-orang yang tepat dalam kepengurusan perusahaan, Anda harus mampu berpikir logis dalam menentukan pegawai baru. Tak perlu ragu untuk memutuskan standar sekurang-kurangnyapegawai yang Anda perlukan, boleh Sekolah Menengan Atas atau bahkan S1/D3. Dengan menetapkan standar kesanggupan kandidat pegawai, artinya Anda siap untuk melaksanakan administrasi SDM dengan optimal. Adanya persyaratan kompetensi optimal ini juga jadi bukti kalau bisnis UMKM yang dilaksanakan memang profesional dan bisa berkompetisi.

Untuk mampu memperoleh calon pegawai yang sempurna, beberapa perusahaan besar bahkan hingga melaksanakan serangkaian tes. Namun selain pendidikan yg memang berkualitas, ada beberapa usulanlain yg harus dimengerti dikala memilih kandidat pegawai. Di mana usahakan Anda memilih calon karyawan dari attitude mereka. Dengan attitude yang kasatmata mirip sanggup bekerjasama dengan team, selalu berguru hingga terbiasa bekerja di bawah tekanan, tentu akan membuat bisnis UMKM berhasil melakukan administrasi SDM.

3. Melakukan Pelatihan SDM

Pelatihan SDM untuk UMKM

Meskipun modal memiliki peranan yang sangat utama dalam operasional suatu bisnis, tetap saja yang namanya pegawai alias karyawan atau pekerja adalah aktivis utama dalam roda perekonomian suatu bisnis. Sebuah bisnis yang diatur maksimal dengan karyawan yang berkualitas mulai menghasilkan produk-produk terpercaya yang laku manis di pasaran.

Nah agar mempunyai pegawai yang berkualitas, pemilik bisnis entah pengelola perusahaan besar atau pelaku UMKM, wajib melakukan pelatihan SDM. Sediakan waktu rutin misalkan sebulan sekali, enam bulan sekali atau bahkan setahun sekali untuk melakukan pelatihan SDM demi meningkatkan kinerja perusahaan. Kegiatan pembinaan SDM ini jelas mampu menciptakan kesanggupan karyawan meningkat. Dengan kesanggupan karyawan yang semakin baik, tentu mereka mampu menciptakan produk jauh lebih elok yang alhasil berimbas pula ke omzet bisnis yg makin besar.

Poly yang menyebutkan juga kalau pembinaan SDM ini mulai menciptakan kerja team di suatu perusahaan mampu makin kompak. Karena melalui agenda pelatihan SDM yang rutin, setiap orang yang melakukan pekerjaan di bisnis itu mulai saling kenal baik antara karyawan dan pemilik. Tak perlu cemas alasannya sekalipun bisnis UMKM yg Anda geluti cuma berisi total 10 karyawan, Anda bisa mulai mempertimbangkan training SDM mirip outbond bareng atau mengikuti seminar SDM gotong royong. Hal ini semua memang bermaksud buat melaksanakan manajemen SDM yang lebih bermutu, sehingga menciptakan produk yg bagus.

Panduan KUR BRI Terbaru 2019 (Bunga dan Syaratnya)

4. Menetapkan Baku Operasional Perusahaan

Ada yg bilang jika ingin meraih hasil besar, cobalah berpikir besar pula. Hal ini bisa mencoba Anda terapkan dalam bisnis UMKM, alasannya adalah sekalipun mungkin hanya dibuat secara rumahan, Anda harus punya pemikiran layaknya perusahaan besar. Memang mirip apa anutan layaknya perusahaan besar? Memiliki hukum, mekanisme dan kebijakan perusahaan. Bisa dikatakan hal-hal mirip itu akan menjadi standar operasional bisnis yg bakal memberikan dampak besar ke peningkatan mutu SDM.

Aturan contohnya, jangan ragu untuk menetapkan hari masuk dan hari libur yang terang bagi segala pegawai tergolong jam kerja. Dengan adanya hukum ini, segala pekerja jelas mulai jauh lebih disiplin dan bisa memaksimalkan tenaga produktif mereka. Kemudian untuk masalah mekanisme, mampu berkaitan dengan materi baku yg dipakai. Misalkan saja Anda memproduksi sambal botol rumahan, maka harus memiliki tolok ukur bahan baku.

Contohnya, harus beli cabai merah bermutu yang terlihat segar dan berukuran besar. Begitu pula dengan waktu mengolah makanan cabai, ada kriteria cara potong hingga durasi waktu masak yang akan membuat performa produk lebih seragam dan pegawai terbiasa. Lalu terakhir yg mesti ditetapkan bisa juga tentang kebijakan perusahaan. Lagi-lagi sekalipun bisnis Anda masih UMKM, mesti punya kebijakan yang berguna bagi karyawan. Misalkan saja cuti hamil, cuti pindah rumah sampai penanggungan asuransi untuk seluruh pekerja.

5. Kebijakan Gaji yang Wajar

Sentra bisnis UMKM - 3

Tak mampu dibantah bahwa setiap orang yg bekerja mempunyai tujuan untuk memperoleh penghasilan. Bahkan umumnya gaji yg disediakan jadi pendapatuntuk menerima suatu pekerjaan atau tidak. Memang buat bisnis UMKM, gaji yg diberikan belum mampu sebesar perusahaan yang sudah diatur profesional. Hanya saja hal ini bukanlah argumentasi jika Anda tidak menetapkan honor dengan perhitungan masuk akal.

Ketahuilah bahwa setiap pegawai yang diberikan honor wajar, mulai memiliki loyalitas lebih berpengaruh dengan kinerja kasatmata di perusahaan. Untuk bisa menetapkan gaji yang masuk akal, Anda pasti mesti menyesuaikan dengan keperluan hidup di suatu daerah sekaligus ongkos bikinan yang dikeluarkan. Perhitungkan betul antara omzet, beban bikinan dan profit yg diperoleh supaya bisa menetapkan gaji secara tepat.

Jika Anda cukup disiplin dalam mengurus keuangan bisnis, pasti tidak mulai kesulitan dalam menetapkan honor yg masuk nalar kepada karyawan. Jangan terlalu juga menunjukkan honor dalam jumlah terlalu besar yang kesannya hanya mulai membuat keuangan bisnis jadi kacau. Supaya makin membuat karyawan merasa dihargai, Anda juga mampu memikirkan perihal insentif. Di mana makin tekun karyawan, kian mampu ia bekerja sesuai target, akan ada perhitungan bonus khusus. Janganlah jadi pemilik bisnis UMKM yang seenaknya sendiri dan memberi honor di bawah persyaratan dengan argumentasi bisnis masih skala kecil.

7 Cara Manajemen Keuangan yg Profesional buat Bisnis UMKM

6. Evaluasi Manajemen SDM

Sentra bisnis UMKM - 4

Nah ini adalah langkah terakhir dalam membuat manajemen SDM yg baik bagi bisnis UMKM ialah rutin melakukan evaluasi. Seperti yg sudah disinggung sebelumnya, sekalipun bisnis yg diatur masih skala rumahan dan mungkin cuma punya kurang dari lima orang karyawan, Anda haruslah tetap melaksanakan evaluasi atas administrasi SDM yg telah dikerjakan.

Bila perlu, ajak setiap karyawan bagi mengeluarkan keluhannya dan menawarkan rekomendasi yg membangun untuk kinerja perusahaan. Sedangkan Anda selaku pengelola sekaligus pemilik bisnis, bisa memperhatikan performa setiap karyawan yang telah menerima kenaikan SDM. Jangan ragu bagi menunjukkan kebanggaan atau mungkin hadiah khusus pada karyawan yg beprestasi dan membimbing karyawan yg kinerjanya masih di bawah keinginan.

7 Taktik Jitu Kembangkan Bisnis UMKM Agar Siap Hadapi Pasar Global

Ingat, seorang pemimpin yang semena-mena terang tidak mulai membuat karyawan atau pegawainya betah, sekalipun honor yg ditawarkan sungguh besar. Untuk itulah, buatlah para pegawai itu memiliki loyalitas dan tanggung jawab yang besar atas bisnis yang Anda kelola, sehingga mereka mampu menawarkan kinerja maksimal. Namun sebaliknya jikalau Anda memperlakukan karyawan semena-mena, jangan harap manajemen SDM mampu berjalan secara tanpa gangguan dan sesuai keinginan.