0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Ilham Model-Versi Bisnis Menarik Dan Powerful Dikala Ini

Apakah Anda memiliki cita-cita membangun bisnis Anda sendiri tetapi gundah mencari kesempatan? Rata-rata bisnis yang familiar kita tahu berhubungan dengan bisnis masakan, pakaian, barang-barang kebutuhan rumah tangga dan barang atau jasa lainnya eksklusif pada pelanggan Namun ternyata ada 10 versi bisnis yang mampu Anda kombinasikan dengan produk dan taktik bisnis Anda.

Karena jikalau mengatakan wacana customer, bahu-membahu cakupannya sungguh luas. Customer mampu ialah konsumer perorangan, perusahaan yang lain bahkan pemerintah. Model bisnis yg dimaksud dalam hal ini juga berhubungan dengan siapa pasar yg kami bidik.

Jika kami jeli mengamati, versi-versi bisnis ini pastinya sangat di perlukan dan powerful, tetapi di Indonesia belum banyak orang menyadari dan juga mempraktikannya.

Mungkin model-versi bisnis yang hendak kalian ulas kini bisa memberi ide Anda. Apa saja dan bagaimana model bisnis ada ketika ini? Mari kita diskusikan satu-persatu!

1. B2C (Business to Customer)

model Bisnis menarik dan Powerful saat ini B2C

Model bisnis pertama merupakan B2C (Business to Customer). Ini merupakan versi bisnis yang paling lazim dan sederhana seperti halnya yg telah kalian singgung di atas. Mungkin Anda pernah melakukannya atau bahkan melakukan mempraktikannya saat ini.

Proses usahanya yaitu dengan melakukan penjualan barang ataupun jasa eksklusif kepada customer buat pribadi di konsumsi.

Untuk melaksanakan B2C yg berhasil, seharusnya Anda tidak hanya menjual barang/jasa berdasarkan animo saja.

Misalnya dikala ini melakukan hits boba, maka Anda jualan boba. Atau misalnya sedang hits seblak, kemudian Anda dagangseblak. Banyak praktisi bisnis menyarankan untuk mengkombinasikan versi bisnis dengan desain Sun Tzu.

Baca juga : 21 Ide Bisnis Online Paling Menjanjikan Bagi Generasi Muda

Sun Tzu berbicara ihwal relasi dengan manusia yang lain, yang mana relasi antar insan lebih di prioritaskan di bandingkan perkiraan keuntungan bisnis.

Sebab bisnis sulit berlangsung kalau tidak ada relasi sosial yang terjalin di dalamnya. Seni Sun Tzu inilah yg membuat orang-orang Tionghoa terdorong untuk melaksanakan bisnis yang mampu menguntungkan banyak orang dan bisa menjalin hubungan yg erat dengan banyak pelanggannya.

Contoh sederhananya, orang-orang Tionghoa lebih memilih mengambil sedikit laba tetapi dengan jumlah transaksi yg banyak sehingga secara otomatis pelanggan kian banyak.

2. B2B (Business to Business)

Selain model bisnsi B2C, ada model bisnis lain yg bisa Anda pilih yaitu B2B (Business to Business). Contoh bisnis ini tidak hendak menjual barang atau jasa pada customer yg umumnya berfungsi buat pribadi di konsumsi, melainkan kalian menjual produk/ jasa kita kepada bisnis yg lain.

Dalam B2C Anda memasarkan masker pada konsumen secara eceran satu persatu. Namun pada B2B meskipun Anda menjual produk yang serupa misalnya masker, pasar Anda ialah bisnis lainnya sehingga jumlah pembeliannya pribadi besar.

Contohnya Anda menjual masker terhadap perusahaan Indofood. Inilah versi bisnis B2B, alasannya adalah masker yg Anda jual di pakai bagi kebutuhan bisnis lain dalam hal ini merupakan masker steril bagi segala karyawan Indofood.

Nir perlu segera menyasar korporat besar bagi melakukan B2B, bisnis-bisnis lainnya yang masih kecilpun bisa juga sebut B2B.

3. B2G (Business to Government)

Selain pada perusahaan bisnis, Anda juga bisa berbisnis dengan pemerintah atau disebut dengan B2G (Business to Government). Sebab, pemerintah juga sama seperti perusahaan lain yang mempunyai bermacam-macam kebutuhan. Hal ini menjadi potensi bagi Anda.

Misalnya Anda melakukan menjalankan bisnis konveksi. Anda bisa memperlihatkan jasa konveksi Anda keperluan seragam pegawai yg melakukan pekerjaan di perusahaan/forum milik pemerintah.

Sebagai acuan, Anda bisa berbagi seragam SPBU, seragam petugas kebersihan taman/jalan dan lain sebagainya.

Baca juga : Bisnis Kecil : 23 Contoh Usaha Terbaik Tahun 2020

Biasanya pemerintah menyelenggarakan tender. Anda mampu mengkases situs LPSE buat gosip lebih lengkapnya. Namun Anda harus berjati-hati dalam B2G, alasannya seringkali ada oknum pemerintah yang memanfaatkannya buat memperoleh keuntungan pribadi.

4. B2P (Business to Philanthrophist)

Contoh bisnis berikutnya yakni B2P (Business to Philanthrophist) atau berbisnis terhadap orang-orang senang memberi atau seseorang yang rela mengeluarkan uangnya bagi kepentingan sosial.

Misalnya Anda menjual paket masakan dengan dua persen dari laba di sumbangkan pada panti asuhan, atau Anda menjual mercandise UNESCO kepada orang-orang yg peduli dengan dunia anak. Makara selain Anda membuka usaha, Anda juga menolong pengembangan sebuah forum sosial.

Banyak orang yang melaksanakan ini. Namun hal yg perlu di amati ialah adab dalam membuka usaha yang melibatkan sebuah forum forum sosial.

Jangan hingga bisnis kita merugikan lembaga dan juga tentukan izin serta janji lembaga terkait tidak berurusan dengan bisnis yg kalian laksanakan.

5. B Collab B (Business Collab With Business)

model Bisnis menarik dan Powerful saat ini B collab b

Model bisnis lainnya yaitu B Collab B yaitu konsep bisnis yang di jalankan dengan berpartner atau berkolaborasi dengan bisnis yang lain yg sudah berlangsung. Apakah ilham ini mempesona bagi para pebisnis? Tentu saja, bahkan di bisnis internasional hal kadang terjadi.

Misalnya kedai makanan cepat saji yang berasal Amerika adalah McDonald’s. Sebenarnya McDonald’s bukan lah punya Ray Croc, namun milik Mc Donal bersaudara, namun ketika itu mereka kurang bisa menyebarkan bisnisnya. Kemudian datang Ray Croc tiba dan mengembangkannya sampai mampu sebesar dikala ini.

Baca juga : Kiat Menjalankan Bisnis Tetap Stabil di Era New Normal

Anda juga bisa melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak yang telah punya perjuangan. Misalnya sahabat Anda mampu menciptakan cemilan tradisional yang lezat, lalu Anda punya kemampuan pengembangan bisnis dan penjualan.

Anda mampu menunjukkan kerjasama, contohnya Anda mengambil produk dari sobat Anda lalu mengemasnya dan menjualnya sendiri. Bagaimana, sejauh ini apakah sudah punya ide menjalankan bisnis Anda sendiri?

6. B Connect CC (Business Connect Customer to Customer)

Saat ini versi bisnis B Connect CC telah mulai berevolusi jauh lebih baik seiring pertumbuhan teknologi yang kian pesat. Dulu mungkin ada situs kaskus dan sekarang kami sebut saja ada Shopee, Bukalapak, Tokopedia.

Mereka hanya menghubungkan sesama pelanggan, meskipun di dalamnya ada peenjual namun pada dasarnya pedagang merupakan berkedudukan selaku konsumen dalam bisnis ini.

Pertanyaannya, dari manakah kita menerima income dengan menggunakan versi bisnis B Connect CC ini? Salah satunya bisa dengan mempergunakan ads placement.

Baik bagi produk Anda sendiri ataupun bisnis orang lain. B Connect CC ini memang mengandalkan teknologi selaku dasarnya, sehingga seandainya Anda ingin memulai bisnis ini Anda perlu sumber daya teknologi yang mendukung.

7. B Connect BB (Business Connect Business to Business)

Hampir sama dengan B Connect CC, rancangan bisnis B connect BB intinya adalah bisnis yg menghubungkan.

Namun yg di hubungkan oleh kalian bukan lagi antar customer namun berfokus antar usahawan. Contohnya Alibaba.com yg mampu menghubungkan pembelian besar secara internasional. Indonesia bekerjsama mempunyai macam bisnis serupa namanya Ralali.com

Jadi seorang usahawan mampu berbelanja barang dari luar negeri melalui situs tersebut dan menjualnya kembali melalui marketplace atau situ lain.

Sama halnya dengan B Connect CC, laba yang bisa kita peroleh salah satunya yakni dari ads placement.

Baca juga : 6 Tips Menjual Produk Agar Cepat Sukses Dalam Berbisnis

Sebenarnya Anda bisa menyebarkan situs tersebut untuk mendapatkan lebih banyak income, misalnya membuat pendaftaran member bertingkat dengan berbagai kemudahan yg berlawanan. Hal tersebut juga mampu menghadirkan income.

8. I to CBGP (Intrapreneur to Customer, Business, Government and Philanthrophiest)

model Bisnis menarik saat ini I to CBGP

Untuk Anda yang menjadi karyawan dan belum bisa terjun 100% dalam bisnis, atau memang ingin tetap menjadi karyawan sambil mempunyai bisnis. Anda juga tetap mampu menjalankan bisnis sambil memanfaatkan kedudukan Anda sebagai karyawan. Anda tetap bisa mendapatkan gaji dan menerima share saham.

Caranya ialah dengan pertanda bahwa kesanggupan Anda diharapkan oleh perusahaan. Misalnya dengan keberhasilan menjual franchise perusahaan tempat Anda melakukan pekerjaan sehingga Anda mendapatkan fee.

Inilah yang di sebut dengan I to CBGP. Disini Anda telah menjadi intrapreneur dengan melaksanakan bisnis selagi bekerja selaku karyawan.

9. L to CBGP (License to Customer, Business, Goverment or Philanthrophiest)

Model bisnis powerful lainnya yakni L to CBGP (Lisence to Customer, Business, Goverment or Philanthrophiest).

Jika intrepreneur menjual kemampuannya sebagai karyawan, dalam model bisnis L to CBGP Anda memasarkan lisensi kepada pihak lain.

Lisensi ini di butuhkan buat mematenkan merek dagang atau produk sebuah bisnis. Kaprikornus dalam hal ini Anda yakni pemberi izin bagi suatu pihak dalam memproduksi produk atau jasa tertentu.

Lisensi sesungguhnya bisa di praktikan dalam aneka macam bidang, contohnya barang/jasa, pendidikan, karya seni, merek dan yang lain.

Misalnya Anda menciptakan suatu produk buat mempertahankan kesehatan mata. Maka saat ada pihak yang lain ingin memakai ramuan tersebut Anda bisa memasarkan lisensi sebagai izin produksinya.

10. Cons to CBGP (Consultan to Customer, Business, Goverment or Philanthrophiest)

model Bisnis menarik saat ini Cons to CBGP

Selanjutnya ada juga versi bisnis Cons to CBGP dimana Anda berkedudukan selaku consultant bagi pihak yang lain. Anda tidak cuma bisa memasarkan barang atau jasa tetapi juga mampu bertindak selaku consultant bagi lainnya.

Misalnya Anda mempunyai bisnis daerah Gym, bisnis Anda juga bisa sekaligus menjadi konsultan kebugaran fisik.

Anda mampu menjadi konsultan bagi pebisnis yg ingin membuka binsi Gym contohnya, atau konsultan bagi customer Anda dalam acara-acara kebugaran fisik dan lain-lain. Hal ini lebih bernilai dari pada menjual sewa kemudahan gym Anda.

Jika Anda kesengsem untuk membuatkan konsep bisnis Cons to CBGP, mencoba Anda refleksikan mengenai kemampuan dan bidang yang Anda kuasai buat menjadikannya versi bisnis Cons to CBGP.

Contoh bisnis ini tentu membutuhkan reputasi yang baik, tetapi bukanlah yang mustahil kalau Anda benar-benar dalam membangunnya. Selain itu sebnarnya banyak sekali potensi versi bisnis ini jikalau Anda jeli menyaksikan kesempatanyang ada.

Epilog

Berbisnis merupakan proses yang panjang. Kita tidak mesti terus mengikuti model bisnis yg telah mainstream, namun ternyata mampu juga membangun bisnis dengan cara yg lain yang tidak kalah powerful. Kejelian dalam menyaksikan peluang dan memperluas sudut pandang juga menjadi syarat utama bagi seorang usahawan. Yang tidak kalah utama ialah tidak berhenti berguru bagaimana Anda menjinjing bisnis Anda pada kesuksesan.

Itulah 10 model bisnis yang mungkin mampu menjadi wangsit bagi Anda yg ingin atau sedang melaksanakan bisnis. Anda bisa melihatnya dari suduit pandang pasar, ataupun apa yang mau kami jadikan bisnis. Semoga bisa memberi gagasan dan Anda mampu mengkolaborasikan inspirasi bisnis Anda dengan modal-versi bisnis di atas.