0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hal-Hal Yang Wajib Diamati Dari Asuransi Kartu Kredit

Kalau bicara asuransi, mungkin hanya seputar asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa sampai asuransi kendaraan bermotor. Padahal ternyata ada juga asuransi yg mampu dipertimbangkan untuk dimiliki juga yakni asuransi kartu kredit.F

Dengan perekonomian yg semakin berkembang, kartu kredit dikala ini bukan lagi menjadi hal mewah di kelompok masyarakat. Bukan cuma masyarakatdi kota-kota besar, pemilik kartu kredit bahkan sudah tersebar di segala Tanah Air. Lantaran jumlah pengguna kartu kredit terus meningkat, makin banyak perusahaan jasa asuransi dan bank yang memberikan asuransi kartu kredit.

Seperti namanya, asuransi kartu kredit ini bermaksud bagi memberi sumbangan terhadap pemilik kartu kredit. Jaminan penanggungan ini akan melindungi dari risiko gagal bayar. Disebut juga sebagai credit shield, asuransi ini memang merupakan akomodasi yang diberikan dari pihak penerbit kartu. Hanya saja tidak semua pemilik kartu kredit memikirkan mempunyai asuransi ini.

Tak Banyak yang Tahu, Inilah 7 Manfaat Memiliki Asuransi untuk Mobil

Banyak orang yang hanya tergiur pada fitur-fitur kartu kredit mirip potongan harga cuilan harga atau cashback, sehingga pengeluaran berkurang. Namun bekerjsama, asuransi kartu kredit memiliki banyak manfaat yang juga layak dimiliki. Nah, sebelum Anda menetapkan menggunakan asuransi kartu kredit, berikut ini beberapa hal yg pantas diketahui.

7 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Pakai Asuransi Kartu Kredit

1. Berapa Besaran Iuran pertanggungan

besaran premi kartu kredit
© newsdailyarticles

Hal pertama yang harus diamati saat hendak menerima penawaran asuransi kartu kredit adalah perihal besaran premi. Seperti jenis-jenis asuransi kebanyakan, bagi mendapatkan perlindungan atas penggunaan kartu kredit, konsumen haruslah mengeluarkan uang ongkos premi yg dibebankan. Rata-rata perusahaan asuransi kartu kredit menunjukkan premi di kisaran 0,5% – 1% dari total tagihan kartu kredit per bulan.

Sehingga jikalau seandainya Anda mempunyai tagihan kartu kredit di bulan Februari 2020 sebesar Rp5 juta, maka premi asuransi yang harus dibayarkan di bulan yang sama ialah Rp25 ribu-Rp50 ribu. Namun bila total tagihan kartu kredit bulan Maret 2020 melambung jadi Rp10 juta, maka Anda harus mengeluarkan uang premi sebesar Rp50 ribu-Rp100 ribu.

Lantas bagaimana jikalau pada bulan April 2020 nanti sama sekali tidak menggunakan kartu kredit sehingga tidak ada tagihan yg wajib dibayar? Maka artinya Anda tidak mesti membayarkan premi asuransi. Namun meskipun begitu, ada juga perusahaan yg menetapkan premi asuransi kartu kredit di ongkos maksimal Rp5.000 per bulan.

2. Tata Cara Pengajuan Klaim

klaim kartu kredit
© Adam Gault/Getty Images

Untuk mengajukan asuransi kartu kredit tidaklah sukar. Anda bisa melakukannya bersama-sama dengan pengajuan kartu kredit, namun juga bisa menghubungi pihak bank penerbit kartu bagi ditambahkan dalam program credit shield. Sementara bagi pengajuan klaim asuransi seandainya terjadi risiko gagal bayar, juga bisa menghubungi call center penerbit kartu.

Setiap layanan asuransi kartu kredit pasti memiliki keunggulan yang berlawanan-beda. Pada lazimnya mulai membebaskan semua tagihan kartu kredit jikalau sang pemegang kartu meninggal dunia atau menderita penyakit berat, sehingga tak mampu menyanggupi kewajiban bayar tagihan. Bahkan ada juga layanan derma dikala pemegang kartu mengalami kecelakaan.

Hal inilah yang membuat proses klaim asuransi kartu kredit tentu berlainan-beda sesuai dengan perlindungan yang dijamin oleh asuransi. Berikut beberapa hal yg wajib dikenali dikala hendak mengajukan klaim ke pihak penerbit kartu kredit:

  1. Jika pemegang kartu kredit meninggal dunia, hebat waris harus mengajukan proses klaim dalam waktu optimal 60-90 hari atau sesuai dengan kebijakan perusahaan penerbit kartu
  2. Sertakan dokumen penunjang mirip surat pengajuan klaim dari akseptor dan jago waris
  3. Kalau pemegang kartu meninggal, ahli waris harus membawa surat keterangan ajal dari kelurahan/Pamong Praja lokal atas nama peserta asuransi
  4. Warta program dari kepolisian jikalau kematiannya disebabkan oleh kecelakaan dahulu lintas
  5. Surat informasi yg telah dilegalisir dari rumah sakit atau dokter, perihal penyebab maut. Namun bila meninggal sebab sakit parah dan tidak di rumah sakit, mesti ada surat keterangan kronologi ajal dari andal waris
  6. Kalau meninggal di mancanegara, harus ada surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia
  7. Jika peserta mengalami cacat parah sehingga tak mampu bekerja dan membayar tagihan, harus menyertakan resume medis/medical report mengenai ketidakmampuan permanen dari dokter/rumah sakit
  8. Fotokopi tagihan kartu kredit selama dua bulan terakhir, fotokopi KK, KTP para andal waris, fotokopi Surat Keterangan Pakar Waris dari pejabat setempat dan fotokopi surat kuasa dari semua mahir waris terhadap seorang perwakilan

Cara dan Syarat Turun Serta Naik Kelas BPJS Kesehatan Terbaru

3. Kebiasaan Penggunaan Kartu Kredit

kebiasaan pakai kartu kredit
© MyPict

Ketika hendak menyepakati atau menolak penawaran asuransi kartu kredit, Anda mesti mengenali bagaimana kebiasaan belanja diri sendiri. Kebiasaan belanja yg buruk mirip terlalu berlebihan sehingga bingung bayar tagihan, sangatlah tidak cocok buat mempunyai asuransi. Kenapa begitu? Karena pemegang kartu yang hidup boros dan dalam keadaan sehat, tidak mulai dijamin asuransi.

Untuk itulah sebagai pemilik kartu kredit, ada baiknya Anda memeriksa rata-rata penggunaan kartu kredit apalagi dahulu. Kalau Anda menggunakan kartu kredit hingga batas maksimal limit yang diberikan pihak bank. ada baiknya menimbang-nimbang fitur asuransi terlebih kalau Anda sedang pekerjaan di bidang yg berisiko tinggi. Dengan adanya asuransi kartu kredit, pasti beban akan sedikit berkurang bila mengalami gagal bayar dalam keadaan darurat.

Karena itulah, perlu kebijakan buat menggunakan kartu kredit. Jika memang Anda hendak berbelanja sesuatu, perhatikan tingkat kebutuhannya. Apakah memang betul-betul diharapkan atau hanya sekadar diharapkan. Jangan hingga membeli sesuatu yang ternyata tidak diharapkan sehingga artinya Anda hanya buang-buang limit yg ditawarkan oleh kartu kredit. Padahal sebaiknya kartu kredit sebagai ‘penolong’ dikala tidak ada uang tunai.

4. Cek Riwayat Kredit

cek riwayat kredit
© techinasia

Selain memahami kebiasaan penggunaan kartu kredit, pertimbangan selanjutnya sebelum menyeturuji penawaran asuransi kartu kredit yakni wacana riwayat kredit. Tak perlu aib, di zaman sekarang pasti banyak orang mendapatkan barang melalui kredit seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan bermotor, kredit barang elektronika sampai kredit buat keperluan usaha.

Kalau riwayat kredit Anda pada produk-produk tersebut cukup aman dan tanpa kendala, tentu asuransi kartu kredit tidak akan menawarkan imbas besar. Namun seandainya Anda memiliki peluang gagal bayar mirip sedang pekerjaan di bidang pekerjaan dengan risiko tinggi, keberadaaan asuransi kartu kredit pasti mampu membuattenteram. Namun tetap, seluruh penangguhan tagihan gres bisa dicairkan dalam keadaan tertentu saja.

Bicara tentang riwayat kredit juga, kalau Anda mempunyai rekam jejak yg cukup jelek pada beberapa produk kredit, pasti akan mengalami kesusahan dalam hal perbankan, Efek yang ditimbulkan mulai cukup merugikan sehingga kembali lagi, cobalah menertibkan keuangan dengan tepat kalau mempunyai kewajiban hutang.

5. Limit Maksimal Kartu Kredit

limit kartu kredit
© The National

Ketika memiliki kartu kredit, setiap orang tentu akan tergiur buat berbelanja. Dengan kartu kredit, tentu mampu berbelanja produk apapun tanpa mengeluarkan uang tunai. Bahkan ada kalanya seseorang menemukan limit kartu kredit dengan nominal yg berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan penghasilan bulanan. Misalkan saja Anda bergaji Rp3 juta, limit kartu kredit mencapai Rp10 juta.

Tentu saja keadaan itu bisa membuat siapapun lepas kontrol sehingga menggunakan kartu kredit sampai melebihi limit. Kondisi mirip ini jelaslah tidak bijak dan merugikan jika Anda menggunakan asuransi kartu kredit. Kenapa? Karena besaran premi kartu kredit akan makin meningkat jikalau tagihan yang diterima pengguna juga terus membengkak.

Seperti yg sudah disebutkan sebelumnya, buat memamerkan perlindungan optimal kepada pengguna, perusahaan asuransi kartu kredit membebankan ongkos premi yg umumnya maksimal 1% dari total tagihan. Jika Anda selalu-menerus memakai kartu kredit sampai melampaui limit maksimal, tentu akan memberatkan keuangan. Lantaran selain harus bayar tagihan, Anda juga wajib bayar premi.

Konsep, Manfaat dan Daftar Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia

6. Perihal Kemampuan Finansial

kemampuan finansial
© betterbusinessresults

Memiliki tagihan kartu kredit bukanlah satu yang memalukan. Tak problem bila punya tagihan sangat besar, tetapi dibarengi dengan tanggung jawab serta kesanggupan finansial yang mumpuni. Yap, di dunia ini banyak sekali usahawan dengan omzet miliaran rupiah per bulan dan memiliki tagihan kartu kredit mencapai ratusan juta rupiah.

Biasanya tagihan yang begitu besar itu dikarenakan kartu kredit digunakan buat keperluan bisnis. Kalau memang Anda ada dalam posisi ini, maka mempunyai kartu kredit ialah suatu keharusan. Karena saat terjadi sesuatu dengan Anda sehingga gagal bayar, asuransi mulai melaksanakan jaminan perlindungan sehingga keluarga tidak ikut imbasnya.

Contohnya saat Anda mendapatkan tagihan kartu kredit Rp250 juta per bulan, maka besaran premi asuransi kartu kredit hanyalah optimal Rp2,5 juta per bulan. Dengan nominal premi sebesar itu, Anda mampu menghapus hutang ketika mengalami kecelakaan parah. Semua ini terjadi lantaran Anda atau jago waris mengajukan klaim, sehingga pihak bank meniadakan seluruh hutang kartu kredit.

Namun keadaan jadi rumit ketika Anda mengalami kecelakaan parah atau meninggal dunia tanpa asuransi kartu kredit. Karena tagihan bulanan yg bernilai ratusan juta rupiah itu bakal dibebankan oleh pihak bank terhadap andal waris. Tentu keadaan ini sangat memberatkan keluarga alasannya adalah selain kehilangan, juga harus tetap bayar hutang yang diwariskan.

7. Beritahu Keluarga

kartu kredit
© The Australian

Inilah hal terakhir yg sungguh penting dan wajib diamati ketika hendak menggunakan asuransi kartu kredit. Anda mesti menginformasikan keluarga kalau dikala ini tengah ikut asuransi kartu kredit. Sehingga dikala hal buruk terjadi pada Anda seperti kecelakaan parah, hingga cacat seumur hidup, atau meninggal dunia, pihak keluarga tidak mulai gundah.

Ada aneka macam dongeng istri yg mendadak miskin alasannya mengeluarkan uang tagihan kartu kredit dari mendiang suaminya. Tentu keadaan ini benar-benar menyedihkan dan menimbulkan beban selaku seorang kepala keluarga, apalagi jika memang berkala mempunyai tagihan kartu kredit begitu tinggi. Agar bisa merencanakan diri kepada kemungkinan yang sangat buruk, mempunyai asuransi kartu kredit merupakan suatu keharusan.

Baca juga : Pedoman KUR BRI Terbaru

Lantaran Anda sudah mempunyai asuransi kartu kredit nantinya, jangan lupa untuk memberi tahu keluarga dan mahir waris tentang metode klaim. Beritahu dengan jelas ketentuan klaim mengenai surat-surat yg dibutuhkan, dalam keadaan apapun termasuk cacat seumur hidup hingga meninggal dunia. Meskipun cukup berat penjelasannya, tetapi ini semua demi ketahanan finansial keluarga.

Tepat Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2020 (Allianz, Cigna, AXA, Prudential dll)

Kesimpulan

Bagaimana? Sudah cukup mengetahui perihal asuransi kartu kredit? Sebetulnya bila dilihat secara keseluruhan, dahulu ketimbang besaran premi dan proteksi yang ditawarkan, memiliki asuransi kartu kredit tidaklah merugikan. Namun kembali lagi para kemampuan finansial Anda masing-masing. Karena semoga menangkal yg namanya gagal bayar atas penggunaan kartu kredit, siapapun mesti memakainya dengan cukup bijaksana semoga hidup tenang hingga akhir hayat menjelang.